Universitas Brawijaya Masuk 600 Besar Dunia Kampus Lulusan Siap Kerja
Kamis, 02 April 2026 - 19:42 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: QS WUR by Subject 2026, Ini 7 Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik Indonesia
Ia menjelaskan bahwa sistem penilaian QS menggunakan tiga komponen utama, yakni lensa, indikator, dan metrik. Lensa menjadi tema besar penilaian seperti kemampuan kerja, penelitian, keberlanjutan, dan internasionalisasi. Dari lensa tersebut kemudian diturunkan indikator-indikator spesifik, seperti reputasi akademik, reputasi di mata pemberi kerja, rasio dosen dan mahasiswa, hingga jumlah sitasi ilmiah yang diukur menggunakan metrik teknis.
Menurut Hendrix, pendekatan tersebut memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kinerja sebuah perguruan tinggi karena tidak hanya menilai satu aspek, tetapi melihat keseluruhan performa institusi dari berbagai sudut pandang.
Dalam proses pemeringkatan, QS menganalisis lebih dari 16,4 juta publikasi akademik serta mengumpulkan persepsi lebih dari 151.000 akademisi dan 100.000 pemberi kerja dari berbagai negara untuk memastikan validitas data yang digunakan.
Keberhasilan UB dalam indikator employability ini, lanjut Hendrix, tidak lepas dari berbagai strategi pengembangan yang dilakukan kampus, seperti penyusunan kurikulum berbasis kebutuhan industri, perluasan jejaring kerja sama internasional, hingga penguatan program magang dan pertukaran pelajar.
Sementara itu, Direktur Direktorat Pengembangan Karir dan Alumni (DPKA) UB, Karuniawan Puji Wicaksono, menambahkan bahwa universitas saat ini memprioritaskan perluasan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri.
Ia menjelaskan bahwa sistem penilaian QS menggunakan tiga komponen utama, yakni lensa, indikator, dan metrik. Lensa menjadi tema besar penilaian seperti kemampuan kerja, penelitian, keberlanjutan, dan internasionalisasi. Dari lensa tersebut kemudian diturunkan indikator-indikator spesifik, seperti reputasi akademik, reputasi di mata pemberi kerja, rasio dosen dan mahasiswa, hingga jumlah sitasi ilmiah yang diukur menggunakan metrik teknis.
Menurut Hendrix, pendekatan tersebut memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kinerja sebuah perguruan tinggi karena tidak hanya menilai satu aspek, tetapi melihat keseluruhan performa institusi dari berbagai sudut pandang.
Dalam proses pemeringkatan, QS menganalisis lebih dari 16,4 juta publikasi akademik serta mengumpulkan persepsi lebih dari 151.000 akademisi dan 100.000 pemberi kerja dari berbagai negara untuk memastikan validitas data yang digunakan.
Keberhasilan UB dalam indikator employability ini, lanjut Hendrix, tidak lepas dari berbagai strategi pengembangan yang dilakukan kampus, seperti penyusunan kurikulum berbasis kebutuhan industri, perluasan jejaring kerja sama internasional, hingga penguatan program magang dan pertukaran pelajar.
Sementara itu, Direktur Direktorat Pengembangan Karir dan Alumni (DPKA) UB, Karuniawan Puji Wicaksono, menambahkan bahwa universitas saat ini memprioritaskan perluasan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri.
Lihat Juga :