Kisah Nursi Ayu, Mahasiswa Termuda Unair yang Taklukkan SNBP 2026 di Usia 15 Tahun
Jum'at, 03 April 2026 - 18:23 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Nursi menerangkan bahwa sekolah turut memberikan program pembelajaran intensif berupa daurah yang dilaksanakan setiap malam, mulai pukul delapan hingga sepuluh, untuk membahas materi dan latihan soal UTBK atau Tes Kompetensi Akademik (TKA).
Sebagai mahasiswa termuda Unair, perjalanan pendidikan Nursi terbilang berbeda. Ia menyebut bahwa dirinya telah masuk sekolah dasar sebelum usia enam tahun dan mengikuti program akselerasi di jenjang SMP hingga SMA. Ia juga menambahkan bahwa dirinya memiliki sejumlah prestasi, di antaranya juara 2 Olimpiade Akuntansi dan juara 3 Olimpiade Ekonomi tingkat nasional.
Dalam hal strategi belajar, Nursi menjelaskan bahwa ia terbiasa merangkum materi sebagai metode utama. Ia juga mengaku konsisten belajar setiap hari, terutama sebelum tidur dan menjelang subuh, serta rutin mengikuti program daurah di pondok untuk memperkuat daya ingat terhadap materi yang dipelajari.
Meski demikian, Nursi tidak menampik bahwa ia menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait tekanan akademik dan manajemen waktu. Namun, ia mengungkapkan adanya kepuasan tersendiri ketika seluruh usaha dan perjuangannya dapat membuahkan hasil.
Di akhir, Nursi berpesan kepada para pejuang SNBT untuk tetap semangat dan tidak menyerah. Ia menekankan bahwa setiap orang memiliki proses yang berbeda dalam mencapai tujuan yang sama.
Sebagai mahasiswa termuda Unair, perjalanan pendidikan Nursi terbilang berbeda. Ia menyebut bahwa dirinya telah masuk sekolah dasar sebelum usia enam tahun dan mengikuti program akselerasi di jenjang SMP hingga SMA. Ia juga menambahkan bahwa dirinya memiliki sejumlah prestasi, di antaranya juara 2 Olimpiade Akuntansi dan juara 3 Olimpiade Ekonomi tingkat nasional.
Dalam hal strategi belajar, Nursi menjelaskan bahwa ia terbiasa merangkum materi sebagai metode utama. Ia juga mengaku konsisten belajar setiap hari, terutama sebelum tidur dan menjelang subuh, serta rutin mengikuti program daurah di pondok untuk memperkuat daya ingat terhadap materi yang dipelajari.
Meski demikian, Nursi tidak menampik bahwa ia menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait tekanan akademik dan manajemen waktu. Namun, ia mengungkapkan adanya kepuasan tersendiri ketika seluruh usaha dan perjuangannya dapat membuahkan hasil.
Di akhir, Nursi berpesan kepada para pejuang SNBT untuk tetap semangat dan tidak menyerah. Ia menekankan bahwa setiap orang memiliki proses yang berbeda dalam mencapai tujuan yang sama.
(nnz)
Lihat Juga :