LPDP Buka Beasiswa Akselerasi Magister 2026: S1 Bisa Langsung ke S2 Luar Negeri
Senin, 06 April 2026 - 13:19 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Beasiswa LPDP Tahap 1 2026 Tembus 32 Ribu Pelamar, STEM dan SHARE Paling Diminati
Pendanaan berlangsung maksimal 24 bulan dan mencakup seluruh rangkaian program. Proses seleksi dilakukan dalam dua tahap, yakni administrasi dan substansi, dengan hasil akhir diumumkan pada 8 Juni 2026. Perkuliahan paling cepat dimulai Juli 2026.
Program ini ditujukan bagi mahasiswa S1 berprestasi, khususnya yang berada di 10 persen terbaik di program studinya, dengan IPK minimal 3,25. Pendaftar juga harus telah menjalani studi minimal 1,5 tahun serta memiliki kemampuan bahasa Inggris yang memadai, seperti IELTS minimal 6,5 atau TOEFL iBT minimal 80.
LPDP menyediakan pembiayaan penuh, mencakup biaya kuliah, buku, riset, publikasi, biaya hidup, transportasi, asuransi, hingga dana darurat. Pendanaan juga mencakup fase internasionalisasi sarjana, menjadikannya salah satu program paling komprehensif untuk studi luar negeri.
Setelah menyelesaikan studi, penerima beasiswa diharapkan kembali ke Indonesia dan berkontribusi di berbagai sektor strategis seperti energi, pangan, kesehatan, dan digitalisasi.
Pendanaan berlangsung maksimal 24 bulan dan mencakup seluruh rangkaian program. Proses seleksi dilakukan dalam dua tahap, yakni administrasi dan substansi, dengan hasil akhir diumumkan pada 8 Juni 2026. Perkuliahan paling cepat dimulai Juli 2026.
Program ini ditujukan bagi mahasiswa S1 berprestasi, khususnya yang berada di 10 persen terbaik di program studinya, dengan IPK minimal 3,25. Pendaftar juga harus telah menjalani studi minimal 1,5 tahun serta memiliki kemampuan bahasa Inggris yang memadai, seperti IELTS minimal 6,5 atau TOEFL iBT minimal 80.
LPDP menyediakan pembiayaan penuh, mencakup biaya kuliah, buku, riset, publikasi, biaya hidup, transportasi, asuransi, hingga dana darurat. Pendanaan juga mencakup fase internasionalisasi sarjana, menjadikannya salah satu program paling komprehensif untuk studi luar negeri.
Setelah menyelesaikan studi, penerima beasiswa diharapkan kembali ke Indonesia dan berkontribusi di berbagai sektor strategis seperti energi, pangan, kesehatan, dan digitalisasi.
(nnz)
Lihat Juga :