Pratama Arhan Selesaikan Sidang Skripsi di Udinus, Angkatan Pertama Ijazah Blockchain
Selasa, 07 April 2026 - 12:57 WIB
loading...
Pesepak bola nasional Pratama Arhan. Foto/Udinus.
A
A
A
JAKARTA - Pesepak bola nasional Pratama Arhan Alif kembali menuntaskan kewajiban akademiknya di Universitas Dian Nuswantoro ( Udinus ) dengan mengikuti Sidang Hasil Skripsi. Setelah sebelumnya menyelesaikan sidang proposal, pemain Bangkok United itu kini semakin dekat meraih gelar sarjana dari Program Sarjana Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Udinus.
Arhan, yang dikenal sebagai pemain bertahan andalan tim nasional Indonesia, mengaku sempat merasa tegang sebelum mempresentasikan hasil penelitiannya di hadapan tim penguji. Namun, rasa cemas itu berubah menjadi lega setelah dinyatakan lulus dengan revisi.
Baca juga: Ayah Pratama Arhan Meninggal Dunia, Skuad Timnas Indonesia Kirimkan Doa
“Sebelum mulai sempat deg-degan, tapi sekarang sudah selesai dan saya sangat senang. Lega banget rasanya. Diumumkan lulus dengan revisi, dan revisi ini akan saya kerjakan secepatnya. Harapannya bisa wisuda tahun ini,” ujar Arhan, dikutip dari laman Udinus, Selasa (7/4/2026).
Dalam skripsinya, Arhan mengangkat topik yang relevan dengan profesinya sebagai atlet sekaligus figur publik. Ia meneliti “Peran Brand Ambassador, Social Media Marketing, dan Brand Familiarity dalam Meningkatkan Penjualan pada Sepatu Sepak Bola Mizuno.”
Baca juga: Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam Bakal Bentrok di Liga Thailand
Selama proses kuliah hingga penyusunan skripsi, Arhan mengaku mendapat banyak dukungan dari dosen pembimbing dan rekan-rekannya di UKM Sepak Bola Udinus. Ia menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting bagi atlet, mengingat karier di dunia olahraga tidak berlangsung selamanya.
“Bekal pendidikan ini akan saya manfaatkan sebaik mungkin. Bahkan, saya sudah berencana mengambil beasiswa S-2 yang diberikan oleh Udinus. Rencananya saya akan mengambil jurusan Ilmu Komunikasi,” kata Arhan.
Dosen pembimbing Arhan, Mahmud menyampaikan bahwa sidang berlangsung lancar dan Arhan mampu memaparkan hasil penelitiannya dengan baik. Hal serupa juga disampaikan dua dosen penguji, yakni Prof. Dr. Dra. Kusni Ingsih, dan Febrianur Ibnu Fitroh Sukono Putra.
Menurut Mahmud, keputusan lulus dengan revisi adalah hal yang wajar dalam proses akademik. Ia memastikan akan terus mendampingi Arhan agar revisinya cepat selesai dan bisa segera mengikuti prosesi wisuda.
“Melalui sidang hasil, dua penguji menyatakan Arhan lulus meski masih ada revisi yang harus diselesaikan. Saya akan terus membimbing Arhan agar segera menuntaskan revisi dan bisa wisuda secepat mungkin,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono menyebut berdasarkan data dari Biro Akademik Udinus, Arhan diperkirakan dapat mengikuti wisuda pada April 2026. Arhan dan angkatannya juga akan menjadi lulusan pertama Udinus yang menggunakan sistem ijazah berbasis blockchain.
Menurut Prof. Pulung, teknologi blockchain diterapkan untuk menjawab tantangan era digital, terutama terkait risiko pemalsuan dokumen. Dengan sistem ini, ijazah lulusan Udinus memiliki rekam jejak digital yang aman, transparan, dan tidak dapat diubah.
Selain itu, Prof. Pulung juga mengapresiasi semangat Arhan yang tetap serius menempuh pendidikan di tengah karier profesionalnya sebagai atlet. Ia menilai langkah Arhan melanjutkan studi hingga jenjang S-2 bisa menjadi contoh positif bagi atlet-atlet lain.
“Mendengar Arhan akan melanjutkan kuliah ke jenjang S-2, saya ikut senang. Ini menjadi contoh positif bahwa pendidikan sangat penting, termasuk bagi atlet profesional,” tutupnya.
Arhan, yang dikenal sebagai pemain bertahan andalan tim nasional Indonesia, mengaku sempat merasa tegang sebelum mempresentasikan hasil penelitiannya di hadapan tim penguji. Namun, rasa cemas itu berubah menjadi lega setelah dinyatakan lulus dengan revisi.
Baca juga: Ayah Pratama Arhan Meninggal Dunia, Skuad Timnas Indonesia Kirimkan Doa
“Sebelum mulai sempat deg-degan, tapi sekarang sudah selesai dan saya sangat senang. Lega banget rasanya. Diumumkan lulus dengan revisi, dan revisi ini akan saya kerjakan secepatnya. Harapannya bisa wisuda tahun ini,” ujar Arhan, dikutip dari laman Udinus, Selasa (7/4/2026).
Dalam skripsinya, Arhan mengangkat topik yang relevan dengan profesinya sebagai atlet sekaligus figur publik. Ia meneliti “Peran Brand Ambassador, Social Media Marketing, dan Brand Familiarity dalam Meningkatkan Penjualan pada Sepatu Sepak Bola Mizuno.”
Baca juga: Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam Bakal Bentrok di Liga Thailand
Selama proses kuliah hingga penyusunan skripsi, Arhan mengaku mendapat banyak dukungan dari dosen pembimbing dan rekan-rekannya di UKM Sepak Bola Udinus. Ia menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting bagi atlet, mengingat karier di dunia olahraga tidak berlangsung selamanya.
“Bekal pendidikan ini akan saya manfaatkan sebaik mungkin. Bahkan, saya sudah berencana mengambil beasiswa S-2 yang diberikan oleh Udinus. Rencananya saya akan mengambil jurusan Ilmu Komunikasi,” kata Arhan.
Dosen pembimbing Arhan, Mahmud menyampaikan bahwa sidang berlangsung lancar dan Arhan mampu memaparkan hasil penelitiannya dengan baik. Hal serupa juga disampaikan dua dosen penguji, yakni Prof. Dr. Dra. Kusni Ingsih, dan Febrianur Ibnu Fitroh Sukono Putra.
Menurut Mahmud, keputusan lulus dengan revisi adalah hal yang wajar dalam proses akademik. Ia memastikan akan terus mendampingi Arhan agar revisinya cepat selesai dan bisa segera mengikuti prosesi wisuda.
“Melalui sidang hasil, dua penguji menyatakan Arhan lulus meski masih ada revisi yang harus diselesaikan. Saya akan terus membimbing Arhan agar segera menuntaskan revisi dan bisa wisuda secepat mungkin,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono menyebut berdasarkan data dari Biro Akademik Udinus, Arhan diperkirakan dapat mengikuti wisuda pada April 2026. Arhan dan angkatannya juga akan menjadi lulusan pertama Udinus yang menggunakan sistem ijazah berbasis blockchain.
Menurut Prof. Pulung, teknologi blockchain diterapkan untuk menjawab tantangan era digital, terutama terkait risiko pemalsuan dokumen. Dengan sistem ini, ijazah lulusan Udinus memiliki rekam jejak digital yang aman, transparan, dan tidak dapat diubah.
Selain itu, Prof. Pulung juga mengapresiasi semangat Arhan yang tetap serius menempuh pendidikan di tengah karier profesionalnya sebagai atlet. Ia menilai langkah Arhan melanjutkan studi hingga jenjang S-2 bisa menjadi contoh positif bagi atlet-atlet lain.
“Mendengar Arhan akan melanjutkan kuliah ke jenjang S-2, saya ikut senang. Ini menjadi contoh positif bahwa pendidikan sangat penting, termasuk bagi atlet profesional,” tutupnya.
(nnz)
Lihat Juga :