Profil Pendidikan 4 Astronot Artemis II: Misi Bersejarah NASA Kelilingi Bulan Setelah 54 Tahun
Rabu, 08 April 2026 - 13:23 WIB
loading...
Profil pendidikan 4 astronot Artemis II yang sedang mengelilingi bulan. Foto/Instagram NASA.
A
A
A
JAKARTA - NASA resmi meluncurkan misi Artemis II, sebuah tonggak sejarah baru dalam eksplorasi luar angkasa. Misi ini menjadi penerbangan berawak pertama yang mengelilingi Bulan dalam 54 tahun terakhir, sejak program Apollo terakhir pada 1972.
Artemis II membawa empat astronot yang akan menjalani perjalanan selama sekitar 10 hari menggunakan roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion. Misi ini bertujuan menguji sistem pendukung kehidupan dan kesiapan wahana untuk misi pendaratan manusia di Bulan di masa depan.
Baca juga: Astronot Jepang Ikut Misi NASA, Bakal Jadi yang Pertama Mendarat di Bulan
Meski tidak melakukan pendaratan, kapsul Orion akan mengorbit Bulan sebagai bagian dari uji coba penting sebelum misi Artemis berikutnya.
Pada 6 April 2026, saat melakukan flyby Bulan, kru Artemis II berhasil menangkap pemandangan spektakuler Bumi dan Bulan, termasuk fenomena Earthset—momen ketika Bumi perlahan tenggelam di balik horizon Bulan. Dari luar angkasa, terlihat sebagian wilayah Australia dan Oseania di sisi terang Bumi, sementara sisi gelapnya menunjukkan kondisi malam.
Baca juga: Seberat 4 Ekor Paus Biru, Ini Roket Artemis 2 untuk Kirim Astronot NASA ke Bulan
Setelah sempat kehilangan sinyal saat Orion berada di balik Bulan, komunikasi kembali terhubung dengan pusat kendali. Astronot Christina Koch menyampaikan pesan pertamanya, “It is so great to hear from Earth again.”
Misi ini menjadi langkah penting untuk membuktikan bahwa wahana Orion mampu membawa manusia dalam perjalanan jauh, membuka jalan menuju misi eksplorasi Bulan dan Mars di masa depan.
Dikutip dari Instagram Kobi Education, berikut ini profil pendidikan keempat astronot Artemis II.
Reid Wiseman merupakan astronot NASA yang terpilih pada tahun 2009. Ia pernah menjabat sebagai Chief of the Astronaut Office (2020–2022) dan memiliki pengalaman 165 hari di luar angkasa dalam misi ISS Expedition 41 pada 2014. Wiseman juga pernah menjadi komandan misi bawah laut NEEMO 21.
Dalam bidang pendidikan, ia meraih gelar:
S1 Teknik (B.S) – Rensselaer Polytechnic Institute
S2 System Engineering – Johns Hopkins University
Victor Glover dipilih sebagai astronot NASA pada 2013 dan menjalani misi luar angkasa pertamanya pada 2020–2021 menggunakan SpaceX Crew Dragon menuju ISS. Ia memiliki pengalaman sekitar 168 hari di luar angkasa.
Latar belakang pendidikannya meliputi:
S1 General Engineering – California Polytechnic State University
S2 Flight Test Engineering – Naval Postgraduate School
S2 System Engineering – Air University
Christina Koch dikenal sebagai peneliti di lingkungan ekstrem, termasuk Antartika. Ia terpilih sebagai astronot NASA pada 2013 dan mencatat rekor 328 hari di luar angkasa dalam misi ISS Expedition 59/60/61 (2019–2020).
Pendidikannya:
S1 & S2 Electrical Engineering dan Physics – North Carolina State University
Jeremy Hansen merupakan astronot dari Canadian Space Agency yang terpilih pada 2009. Ia memiliki pengalaman sebagai pilot jet militer dan instruktur penerbangan, serta terlibat dalam berbagai pengembangan teknologi luar angkasa dan pelatihan astronot internasional.
Riwayat pendidikannya:
S1 Space Science – Royal Military College of Canada
Demikian profil pendidikan 4 astronot Artemis II, menarik bukan? Semoga informasi ini bermanfaat.
Artemis II membawa empat astronot yang akan menjalani perjalanan selama sekitar 10 hari menggunakan roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion. Misi ini bertujuan menguji sistem pendukung kehidupan dan kesiapan wahana untuk misi pendaratan manusia di Bulan di masa depan.
Baca juga: Astronot Jepang Ikut Misi NASA, Bakal Jadi yang Pertama Mendarat di Bulan
Meski tidak melakukan pendaratan, kapsul Orion akan mengorbit Bulan sebagai bagian dari uji coba penting sebelum misi Artemis berikutnya.
Pada 6 April 2026, saat melakukan flyby Bulan, kru Artemis II berhasil menangkap pemandangan spektakuler Bumi dan Bulan, termasuk fenomena Earthset—momen ketika Bumi perlahan tenggelam di balik horizon Bulan. Dari luar angkasa, terlihat sebagian wilayah Australia dan Oseania di sisi terang Bumi, sementara sisi gelapnya menunjukkan kondisi malam.
Baca juga: Seberat 4 Ekor Paus Biru, Ini Roket Artemis 2 untuk Kirim Astronot NASA ke Bulan
Setelah sempat kehilangan sinyal saat Orion berada di balik Bulan, komunikasi kembali terhubung dengan pusat kendali. Astronot Christina Koch menyampaikan pesan pertamanya, “It is so great to hear from Earth again.”
Misi ini menjadi langkah penting untuk membuktikan bahwa wahana Orion mampu membawa manusia dalam perjalanan jauh, membuka jalan menuju misi eksplorasi Bulan dan Mars di masa depan.
Profil Pendidikan 4 Astronot Artemis II
Dikutip dari Instagram Kobi Education, berikut ini profil pendidikan keempat astronot Artemis II.
1. Reid Wiseman (Komandan Misi)
Reid Wiseman merupakan astronot NASA yang terpilih pada tahun 2009. Ia pernah menjabat sebagai Chief of the Astronaut Office (2020–2022) dan memiliki pengalaman 165 hari di luar angkasa dalam misi ISS Expedition 41 pada 2014. Wiseman juga pernah menjadi komandan misi bawah laut NEEMO 21.
Dalam bidang pendidikan, ia meraih gelar:
S1 Teknik (B.S) – Rensselaer Polytechnic Institute
S2 System Engineering – Johns Hopkins University
2. Victor Glover (Pilot)
Victor Glover dipilih sebagai astronot NASA pada 2013 dan menjalani misi luar angkasa pertamanya pada 2020–2021 menggunakan SpaceX Crew Dragon menuju ISS. Ia memiliki pengalaman sekitar 168 hari di luar angkasa.
Latar belakang pendidikannya meliputi:
S1 General Engineering – California Polytechnic State University
S2 Flight Test Engineering – Naval Postgraduate School
S2 System Engineering – Air University
3. Christina Koch (Spesialis Misi)
Christina Koch dikenal sebagai peneliti di lingkungan ekstrem, termasuk Antartika. Ia terpilih sebagai astronot NASA pada 2013 dan mencatat rekor 328 hari di luar angkasa dalam misi ISS Expedition 59/60/61 (2019–2020).
Pendidikannya:
S1 & S2 Electrical Engineering dan Physics – North Carolina State University
4. Jeremy Hansen (Spesialis Misi)
Jeremy Hansen merupakan astronot dari Canadian Space Agency yang terpilih pada 2009. Ia memiliki pengalaman sebagai pilot jet militer dan instruktur penerbangan, serta terlibat dalam berbagai pengembangan teknologi luar angkasa dan pelatihan astronot internasional.
Riwayat pendidikannya:
S1 Space Science – Royal Military College of Canada
Demikian profil pendidikan 4 astronot Artemis II, menarik bukan? Semoga informasi ini bermanfaat.
(nnz)
Lihat Juga :