Kenapa Masih Hujan Saat El Nino Godzilla? Ini Penjelasan Ahli IPB

Rabu, 08 April 2026 - 15:59 WIB
loading...
Kenapa Masih Hujan Saat...
Mengapa hujan masih terjadi di tengah isu El Nino, bahkan yang disebut sebagai Godzilla?. Foto/Dok.
A A A
JAKARTA - Kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia yang masih sering diguyur hujan menimbulkan pertanyaan: mengapa hujan masih terjadi di tengah isu El Nino , bahkan yang disebut sebagai “Godzilla”?

Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan hal yang wajar dalam dinamika iklim, terutama karena Indonesia saat ini masih berada pada masa peralihan musim.

Baca juga: Hadapi Super El Nino, Kapolda Riau Instruksikan Pemadaman Karhutla secara Maksimal

“Karena ini masih pancaroba, dan awal musim juga tidak seragam di semua wilayah Indonesia,” katanya, melalui siaran pers, Rabu (8/4/2026).

Menurut Sonni, hujan yang masih turun tidak serta-merta menandakan prediksi keliru. Menurutnya, indikasi menuju kemarau panjang tetap terlihat berdasarkan adanya trend (kecenderungan) suhu muka laut yang meningkat di Samudera Pasifik.

Baca juga: BMKG: Kemarau Tahun 2026 Lebih Kering, Transisi Mulai April hingga Juni

“Iya, karena suhu muka air laut di Samudera Pasifik tengah dan timur kawasan tropis cenderung meningkat,” kata dia.

Kondisi tersebut menjadi sinyal awal berkembangnya fenomena El Nino yang berpotensi menurunkan curah hujan di Indonesia pada saat musim penghujan. Bahkan, berdasarkan informasi BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang. “Diprediksi demikian, dengan durasi sekitar enam bulan,” tambahnya.

Sonni juga mengungkapkan bahwa awal musim kemarau berpotensi datang lebih cepat dari biasanya, khususnya di wilayah Pulau Jawa yang umumnya memasuki kemarau pada Juli. “Awal musim kemarau itu lebih maju dari biasanya,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa percepatan ini berkaitan dengan adanya kenaikan suhu muka laut di Pasifik tengah dan timur yang menyebabkan berkurangnya pembentukan awan di Indonesia. “Kenaikan suhu muka laut ini berdampak pada pengurangan formasi awan-awan di Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa El Nino dan La Nina merupakan produk fenomena interaksi laut-atmosfer dalam skala besar yang menyebabkan adanya pergeseran Sirkulasi Walker di atmosfer tropis. Periodisitas kejadian El-Nino dan La Nina ini sekitar 4 sampai 5 tahun sekali.

“Sirkulasi Walker adalah sirkulasi arah barat–timur, di mana udara naik di atas benua dan turun di atas samudera,” terangnya.

Terkait istilah “El Nino Godzilla” yang ramai diperbincangkan, Sonni menjelaskan bahwa istilah tersebut merujuk pada kategori super El Nino dengan intensitas sangat kuat relatif terhadap kejadian El Nino biasanya.

“El Nino Godzilla mengacu pada super El Nino, yakni saat suhu muka laut di Pasifik bisa naik sekitar 2,5 derajat Celcius bahkan lebih di atas kenaikan suhu muka laut pada kejadian El Nino biasa dan El Nino Godzilla ini biasanya berlangsung rata-rata selama satu tahunan ,” jelasnya.

Fenomena ini pernah terjadi pada tahun 1982, 1997, dan 2015, dengan dampak besar secara global seperti kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan. Namun demikian, ia menilai kondisi saat ini masih berada pada kategori lemah hingga moderat. “Jujur saja, kekuatannya masih lemah ke moderat,” ujarnya.

Dalam analisisnya, ia juga mengaitkan potensi super El Nino (El Nino Godzilla) dengan aktivitas sunspot atau bintik hitam pada matahari. “Berdasarkan data sunspot dan data curah hujan di 72 stasiun di Pulau Jawa selama 35 tahun menunjukkan bahwa intensitas El Nino dapat diperkuat oleh sunspot."

Kemudian berdasarkan data sunspot dan data Nino 3.4 menunjukkan bahwa El Nino Godzilla selalu terjadi setelah sunspot maksimum. "Sunspot maksimum tahun 2025 berpotensi diikuti El Nino kuat pada 2026,” imbuhnya.

Meski begitu, ia menekankan bahwa kajian ini masih memerlukan data jangka panjang dan ruang yang lebih luas agar penjelasan ilmiahnya semakin kuat. Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dan memahami bahwa kondisi cuaca saat ini merupakan bagian dari proses transisi musim yang kompleks.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Distribusi MBG Dinilai...
Distribusi MBG Dinilai Bermasalah, Pakar IPB Tawarkan Solusi Berbasis KIP dan KIS
Bukan Pelangi Biasa,...
Bukan Pelangi Biasa, Ini Fakta Awan Warna-Warni di Jonggol Menurut Ahli IPB
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Kasus DBD Anak Meningkat...
Kasus DBD Anak Meningkat saat El Nino, Ini Gejala yang Wajib Diwaspadai
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
Rekomendasi
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Evan Marvino Bantah...
Evan Marvino Bantah Tudingan KDRT Terhadap Istri: Tidak Ada Pemukulan
Mengapa Batmobile Tumbler...
Mengapa Batmobile Tumbler Seharga Rp 53,5 Miliar Menjadi Mobil Terlangka di Dunia?
Berita Terkini
Kemendikdasmen Terapkan...
Kemendikdasmen Terapkan MPLS Ramah 2026, Murid Baru Disambut Tanpa Perpeloncoan
Pradita University Terapkan...
Pradita University Terapkan Living Laboratory, Mahasiswa Kuliah Sambil Praktik di Hotel
Beasiswa Keolahragaan...
Beasiswa Keolahragaan LPDP-Kemenpora 2026 Kembali Dibuka, Kuliah S2-S3 Gratis
Unpad Umumkan Hasil...
Unpad Umumkan Hasil SMUP 2026 Hari Ini, Cek Info Registrasi hingga UKT
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
BAZNAS DKI Jakarta Buka...
BAZNAS DKI Jakarta Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Posisi yang Dibuka
Infografis
Inggris Saat Ini Menghadapi...
Inggris Saat Ini Menghadapi Ancaman 800 Rudal Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved