Lagu Erika Viral, HMT ITB Minta Maaf Akui Tak Sesuai Moral Akademik
Rabu, 15 April 2026 - 12:06 WIB
loading...
HMT ITB menyampaikan pernyataan resmi terkait viralnya lagu Erika viral. Foto/ITB.
A
A
A
JAKARTA - Himpunan Mahasiswa Tambang Institut Teknologi Bandung ( HMT ITB ) menyampaikan pernyataan resmi terkait viralnya lagu berjudul “Erika” yang menuai kontroversi di media sosial karena dinilai mengandung unsur cabul dan melecehkan perempuan.
Isu ini mencuat setelah unggahan akun X @iPoopBased memperlihatkan video sekelompok mahasiswa Teknik Pertambangan ITB yang tergabung dalam Orkes Semi Dangdut (OSD) HMT ITB tengah menyanyikan lagu tersebut sambil berjoget. Video itu kemudian menyebar luas dan memicu reaksi publik.
Baca juga: Habis UI Terbitlah ITB, Viral Lagu Mahasiswa Tambang Lecehkan Perempuan
Dalam video yang beredar, lagu “Erika” menceritakan pengalaman seorang mahasiswa yang berkenalan dengan seorang janda bernama Erika. Namun, lirik lagu tersebut dinilai vulgar dan tidak pantas, sehingga memunculkan dugaan adanya unsur pelecehan seksual secara verbal terhadap perempuan.
Berdasarkan informasi yang beredar, lagu “Erika” disebut telah dibuat oleh Orkes Semi Dangdut (OSD) HMT ITB sejak era 1980-an dan kembali ditampilkan dalam sebuah kegiatan pada tahun 2020.
Baca juga: Soroti Kasus Pelecehan Seksual di FHUI, Mendiktisaintek: Tidak Ada Ruang bagi Tindak Kekerasan di Perguruan Tinggi
Menanggapi polemik tersebut, HMT ITB menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Dalam pernyataan resminya yang dikutip dari laman ITB, Rabu (15/4/2026)mereka mengaku menyesalkan beredarnya lagu tersebut yang menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan,” tulis HMT ITB.
HMT ITB juga menjelaskan bahwa OSD merupakan unit kegiatan di bawah naungan mereka yang telah berdiri sejak tahun 1970-an. Adapun lagu “Erika” sendiri disebut berasal dari era 1980-an. Meski demikian, mereka mengakui adanya kelalaian karena tetap menampilkan lagu tersebut tanpa mempertimbangkan perkembangan norma sosial saat ini.
Baca juga: Besaran UKT ITB Jalur SNBP dan SNBT 2026, Biaya Kuliah Tertinggi Rp14,5 Juta
“Kami menyadari bahwa merupakan sebuah kelalaian untuk tetap menampilkan lagu tersebut dengan perkembangan norma sosial dan kesusilaan di masyarakat dewasa ini,” lanjut pernyataan tersebut.
Lebih lanjut, HMT ITB menegaskan bahwa konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi oleh lingkungan akademik maupun organisasi kemahasiswaan.
“HMT-ITB dengan tegas menyatakan bahwa kami tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok manapun,” tegas mereka.
Sebagai tindak lanjut, HMT ITB menyebut telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menurunkan (take down) konten video dan audio terkait dari kanal resmi maupun akun individu yang terafiliasi, termasuk video lama yang beredar di masyarakat.
Selain itu, organisasi tersebut juga melakukan evaluasi internal secara menyeluruh terhadap konten, pelaksanaan, serta pengawasan kegiatan yang berkaitan dengan lagu tersebut dan karya serupa lainnya.
Isu ini mencuat setelah unggahan akun X @iPoopBased memperlihatkan video sekelompok mahasiswa Teknik Pertambangan ITB yang tergabung dalam Orkes Semi Dangdut (OSD) HMT ITB tengah menyanyikan lagu tersebut sambil berjoget. Video itu kemudian menyebar luas dan memicu reaksi publik.
Baca juga: Habis UI Terbitlah ITB, Viral Lagu Mahasiswa Tambang Lecehkan Perempuan
Dalam video yang beredar, lagu “Erika” menceritakan pengalaman seorang mahasiswa yang berkenalan dengan seorang janda bernama Erika. Namun, lirik lagu tersebut dinilai vulgar dan tidak pantas, sehingga memunculkan dugaan adanya unsur pelecehan seksual secara verbal terhadap perempuan.
Berdasarkan informasi yang beredar, lagu “Erika” disebut telah dibuat oleh Orkes Semi Dangdut (OSD) HMT ITB sejak era 1980-an dan kembali ditampilkan dalam sebuah kegiatan pada tahun 2020.
Baca juga: Soroti Kasus Pelecehan Seksual di FHUI, Mendiktisaintek: Tidak Ada Ruang bagi Tindak Kekerasan di Perguruan Tinggi
Menanggapi polemik tersebut, HMT ITB menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Dalam pernyataan resminya yang dikutip dari laman ITB, Rabu (15/4/2026)mereka mengaku menyesalkan beredarnya lagu tersebut yang menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan,” tulis HMT ITB.
HMT ITB juga menjelaskan bahwa OSD merupakan unit kegiatan di bawah naungan mereka yang telah berdiri sejak tahun 1970-an. Adapun lagu “Erika” sendiri disebut berasal dari era 1980-an. Meski demikian, mereka mengakui adanya kelalaian karena tetap menampilkan lagu tersebut tanpa mempertimbangkan perkembangan norma sosial saat ini.
Baca juga: Besaran UKT ITB Jalur SNBP dan SNBT 2026, Biaya Kuliah Tertinggi Rp14,5 Juta
“Kami menyadari bahwa merupakan sebuah kelalaian untuk tetap menampilkan lagu tersebut dengan perkembangan norma sosial dan kesusilaan di masyarakat dewasa ini,” lanjut pernyataan tersebut.
Lebih lanjut, HMT ITB menegaskan bahwa konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi oleh lingkungan akademik maupun organisasi kemahasiswaan.
“HMT-ITB dengan tegas menyatakan bahwa kami tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok manapun,” tegas mereka.
Sebagai tindak lanjut, HMT ITB menyebut telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menurunkan (take down) konten video dan audio terkait dari kanal resmi maupun akun individu yang terafiliasi, termasuk video lama yang beredar di masyarakat.
Selain itu, organisasi tersebut juga melakukan evaluasi internal secara menyeluruh terhadap konten, pelaksanaan, serta pengawasan kegiatan yang berkaitan dengan lagu tersebut dan karya serupa lainnya.
(nnz)
Lihat Juga :