Profil Pratiwi Sudarmono: Astronot Wanita Pertama Asia dari Indonesia yang Juga Guru Besar UI
Sabtu, 18 April 2026 - 14:07 WIB
loading...
A
A
A
“Masalah penyakit harus diselesaikan dari hulunya, seperti menemukan obat, vaksin, dan metode diagnosis,” menjadi prinsip yang mendorongnya fokus di bidang penelitian.
Pratiwi Sudarmono menempuh pendidikan tinggi di dalam dan luar negeri, yaitu:
S1 Pendidikan Dokter Universitas Indonesia
S2 Kedokteran Universitas Indonesia
S3 Biologi Molekuler di Osaka University, Jepang
Dalam perjalanan kariernya, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Dekan di Universitas Indonesia serta aktif sebagai pengajar dan peneliti.
Dalam sebuah penggalan wawancara yang dikutip dari YouTube SINDOnews, Pratiwi menceritakan kesempatan langka yang datang ketika Amerika Serikat mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam misi luar angkasa terkait peluncuran satelit Palapa menggunakan pesawat ulang-alik Challenger milik NASA .
Pemerintah Indonesia kemudian mencari kandidat yang tidak hanya sekadar menjadi penumpang, tetapi juga mampu melakukan penelitian ilmiah. Saat itu Indonesia mengajukan proposal penelitian bertajuk Indonesian Space Experiment yang berfokus pada mikroorganisme.
Dari sekitar 50 universitas yang ikut serta dan ratusan kandidat, ia berhasil lolos seleksi bersama sekitar 20 peserta lainnya dan menjalani serangkaian uji kelayakan di NASA. Dari total 207 pendaftar, Pratiwi akhirnya terpilih untuk menjalankan penelitian tersebut di luar angkasa.
Namun, tragedi terjadi pada 28 Januari 1986 ketika pesawat ulang-alik Challenger mengalami kecelakaan fatal yang menewaskan seluruh awak. Misi yang semula dijadwalkan untuk Pratiwi pun dibatalkan.
Riwayat Pendidikan dan Karier Akademik
Pratiwi Sudarmono menempuh pendidikan tinggi di dalam dan luar negeri, yaitu:
S1 Pendidikan Dokter Universitas Indonesia
S2 Kedokteran Universitas Indonesia
S3 Biologi Molekuler di Osaka University, Jepang
Dalam perjalanan kariernya, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Dekan di Universitas Indonesia serta aktif sebagai pengajar dan peneliti.
Perjalanan Menjadi Astronot NASA
Dalam sebuah penggalan wawancara yang dikutip dari YouTube SINDOnews, Pratiwi menceritakan kesempatan langka yang datang ketika Amerika Serikat mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam misi luar angkasa terkait peluncuran satelit Palapa menggunakan pesawat ulang-alik Challenger milik NASA .
Pemerintah Indonesia kemudian mencari kandidat yang tidak hanya sekadar menjadi penumpang, tetapi juga mampu melakukan penelitian ilmiah. Saat itu Indonesia mengajukan proposal penelitian bertajuk Indonesian Space Experiment yang berfokus pada mikroorganisme.
Dari sekitar 50 universitas yang ikut serta dan ratusan kandidat, ia berhasil lolos seleksi bersama sekitar 20 peserta lainnya dan menjalani serangkaian uji kelayakan di NASA. Dari total 207 pendaftar, Pratiwi akhirnya terpilih untuk menjalankan penelitian tersebut di luar angkasa.
Namun, tragedi terjadi pada 28 Januari 1986 ketika pesawat ulang-alik Challenger mengalami kecelakaan fatal yang menewaskan seluruh awak. Misi yang semula dijadwalkan untuk Pratiwi pun dibatalkan.
Lihat Juga :