Program Community Development Dorong Siswa Belajar Langsung dari Tokoh Nasional
Selasa, 21 April 2026 - 16:28 WIB
loading...
SMPIT Nurul Fikri Bogor menggelar Community Development dan mempertemukan siswa bertemu sejumlah tokoh nasional. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Di tengah upaya memperkaya pengalaman belajar siswa, SMPIT Nurul Fikri Bogor terus mendorong pendekatan pendidikan yang tidak terbatas pada ruang kelas. Salah satunya melalui program Community Development, di mana siswa diberi kesempatan untuk belajar langsung dari para tokoh di berbagai bidang.
Program ini menjadi ruang interaksi yang membuka wawasan, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri siswa dalam berdialog dengan para praktisi dan akademisi.
Baca juga: TKA SD 2026 Mulai Digelar Hari Ini, Bukan Penentu Kelulusan Siswa
Kegiatan ini memfasilitasi siswa untuk bertemu sejumlah tokoh nasional, di antaranya Parulian Paidi Aritonang,
yang merupakan Dekan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan Prof. Dr. Dadang Rahmat Hidayat yang merupakan guru besar dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.
Dalam kunjungan tersebut, para siswa tidak hanya datang untuk mendengar, tetapi juga aktif bertanya, berdiskusi, dan menggali pengalaman langsung dari narasumber. Suasana diskusi yang hangat dan terbuka membuat interaksi berjalan dua arah, menghadirkan pembelajaran langsung yang bermakna bagi para siswa.
Baca juga: GTV Audiensi dengan Kemdikdasmen, Siapkan Program Kompetisi Akademik untuk Siswa SD
Erna selaku kepala sekolah menyampaikan “Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar bermakna dari yang diperoleh secara tekstural dalam proses di sekolah ke dalam kontekstual dengan mempertemukan siswa dan tokoh inspiratif, sehingga mereka dapat memperluas wawasan, berpikir kritis, dan membangun kepercayaan diri sebagai bekal kepemimpinan yang dilandasi nilai-nilai Islami.”
Parulian Paidi Aritonang menyampaikan apresiasinya atas inisiatif tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini menjadi langkah positif dalam membangun semangat belajar siswa sejak dini. Dalam pesannya kepada para siswa, ia menekankan pentingnya proses dalam menuntut ilmu. “Teruslah belajar, dengarkan apa yang disampaikan oleh guru, dan jalani semuanya dengan proses,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar siswa tetap tabah, ikhlas dalam berusaha, serta senantiasa memohon pertolongan kepada Allah dalam meraih cita-cita.
Apresiasi serupa disampaikan oleh Prof. Dr. Dadang Rahmat Hidayat yang melihat program ini sebagai bentuk pembelajaran yang utuh. Menurutnya, siswa tidak hanya mendapatkan ilmu dari guru di kelas, tetapi juga dari berbagai perspektif yang lebih luas. Ia mengaku terkesan dengan keaktifan siswa dalam menyimak dan berdiskusi.
“Program seperti ini sangat baik, karena siswa bisa mendapatkan insight tidak hanya dari guru, tetapi juga dari tokoh masyarakat dengan berbagai latar belakang,” ungkapnya.
Bagi siswa, pengalaman ini menjadi momen berharga yang memperkaya cara pandang mereka terhadap masa depan. Interaksi langsung dengan para tokoh memberikan inspirasi sekaligus gambaran nyata tentang dunia yang akan mereka hadapi.
Melalui program ini, SMPIT Nurul Fikri Bogor kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang komprehensif, yakni kuat secara akademik, serta mampu mendorong pembentukan karakter, wawasan, dan kesiapan siswa sebagai generasi pemimpin masa depan.
Program ini menjadi ruang interaksi yang membuka wawasan, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri siswa dalam berdialog dengan para praktisi dan akademisi.
Baca juga: TKA SD 2026 Mulai Digelar Hari Ini, Bukan Penentu Kelulusan Siswa
Kegiatan ini memfasilitasi siswa untuk bertemu sejumlah tokoh nasional, di antaranya Parulian Paidi Aritonang,
yang merupakan Dekan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan Prof. Dr. Dadang Rahmat Hidayat yang merupakan guru besar dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.
Dalam kunjungan tersebut, para siswa tidak hanya datang untuk mendengar, tetapi juga aktif bertanya, berdiskusi, dan menggali pengalaman langsung dari narasumber. Suasana diskusi yang hangat dan terbuka membuat interaksi berjalan dua arah, menghadirkan pembelajaran langsung yang bermakna bagi para siswa.
Baca juga: GTV Audiensi dengan Kemdikdasmen, Siapkan Program Kompetisi Akademik untuk Siswa SD
Erna selaku kepala sekolah menyampaikan “Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar bermakna dari yang diperoleh secara tekstural dalam proses di sekolah ke dalam kontekstual dengan mempertemukan siswa dan tokoh inspiratif, sehingga mereka dapat memperluas wawasan, berpikir kritis, dan membangun kepercayaan diri sebagai bekal kepemimpinan yang dilandasi nilai-nilai Islami.”
Parulian Paidi Aritonang menyampaikan apresiasinya atas inisiatif tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini menjadi langkah positif dalam membangun semangat belajar siswa sejak dini. Dalam pesannya kepada para siswa, ia menekankan pentingnya proses dalam menuntut ilmu. “Teruslah belajar, dengarkan apa yang disampaikan oleh guru, dan jalani semuanya dengan proses,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar siswa tetap tabah, ikhlas dalam berusaha, serta senantiasa memohon pertolongan kepada Allah dalam meraih cita-cita.
Apresiasi serupa disampaikan oleh Prof. Dr. Dadang Rahmat Hidayat yang melihat program ini sebagai bentuk pembelajaran yang utuh. Menurutnya, siswa tidak hanya mendapatkan ilmu dari guru di kelas, tetapi juga dari berbagai perspektif yang lebih luas. Ia mengaku terkesan dengan keaktifan siswa dalam menyimak dan berdiskusi.
“Program seperti ini sangat baik, karena siswa bisa mendapatkan insight tidak hanya dari guru, tetapi juga dari tokoh masyarakat dengan berbagai latar belakang,” ungkapnya.
Bagi siswa, pengalaman ini menjadi momen berharga yang memperkaya cara pandang mereka terhadap masa depan. Interaksi langsung dengan para tokoh memberikan inspirasi sekaligus gambaran nyata tentang dunia yang akan mereka hadapi.
Melalui program ini, SMPIT Nurul Fikri Bogor kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang komprehensif, yakni kuat secara akademik, serta mampu mendorong pembentukan karakter, wawasan, dan kesiapan siswa sebagai generasi pemimpin masa depan.
(nnz)
Lihat Juga :