Cerita Istiqomah Katin, Lulus Dokter Spesialis Termuda UGM Usia 28 Tahun
Sabtu, 25 April 2026 - 07:51 WIB
loading...
A
A
A
Setelah sempat bekerja sebagai dokter umum sekaligus dosen di salah satu universitas negeri di Bengkulu, Isti memutuskan untuk melanjutkan studi ke jenjang spesialis. “Tahun 2022 saya melanjutkan studi pendidikan dokter spesialis Ilmu Kesehatan Anak di FK-KMK UGM,” katanya, dikutip dari laman UGM, Sabtu (25/4/2026).
Ketertarikannya pada bidang kesehatan anak telah tumbuh sejak awal. Selain itu, kebutuhan akan dokter spesialis anak di daerah asalnya juga menjadi motivasi kuat dalam menentukan pilihan studi.
Selama menjalani pendidikan, Isti mengikuti program double degree yang mengharuskannya menyusun dua tesis dengan fokus serupa, yakni di bidang neonatologi, khususnya terkait hiperbilirubinemia pada neonatus.
Meski berhasil meraih predikat sebagai lulusan termuda, Isti mengaku tidak pernah menjadikannya sebagai target utama. Ia lebih memilih untuk fokus menjalani setiap tahapan pendidikan sesuai dengan alur yang telah ditetapkan.
“Saya tidak menyangka bisa menjadi lulusan termuda di periode ini, dan dari awal juga tidak pernah menargetkan ke arah sana. Berusaha konsisten saja di tiap prosesnya. Jadi ketika akhirnya mendapat predikat tersebut tentu sangat bersyukur,” ungkapnya.
Perjalanan pendidikan spesialis yang dijalaninya tidak selalu mudah. Ia harus beradaptasi dengan tuntutan akademik dan tanggung jawab klinis yang jauh lebih intensif dibandingkan jenjang sebelumnya.
Selain itu, perbedaan lingkungan dan budaya antara Bengkulu dan Yogyakarta juga menjadi tantangan tersendiri di awal masa studi. Namun, dukungan dari keluarga, teman sejawat, serta para supervisor menjadi faktor penting yang membantunya melewati berbagai tantangan tersebut.
Saat diminta memberi pesan dan motivasi bagi mahasiswa yang tengah menyelesaikan studi di UGM, Isti menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan niat sejak awal. Menurutnya, pendidikan spesialis merupakan proses panjang yang membutuhkan ketahanan dan tujuan yang jelas.
Perjalanan Karier: Dari Dokter Umum hingga Spesialis Anak
Ketertarikannya pada bidang kesehatan anak telah tumbuh sejak awal. Selain itu, kebutuhan akan dokter spesialis anak di daerah asalnya juga menjadi motivasi kuat dalam menentukan pilihan studi.
Selama menjalani pendidikan, Isti mengikuti program double degree yang mengharuskannya menyusun dua tesis dengan fokus serupa, yakni di bidang neonatologi, khususnya terkait hiperbilirubinemia pada neonatus.
Meski berhasil meraih predikat sebagai lulusan termuda, Isti mengaku tidak pernah menjadikannya sebagai target utama. Ia lebih memilih untuk fokus menjalani setiap tahapan pendidikan sesuai dengan alur yang telah ditetapkan.
“Saya tidak menyangka bisa menjadi lulusan termuda di periode ini, dan dari awal juga tidak pernah menargetkan ke arah sana. Berusaha konsisten saja di tiap prosesnya. Jadi ketika akhirnya mendapat predikat tersebut tentu sangat bersyukur,” ungkapnya.
Fokus pada Proses, Bukan Sekadar Predikat
Perjalanan pendidikan spesialis yang dijalaninya tidak selalu mudah. Ia harus beradaptasi dengan tuntutan akademik dan tanggung jawab klinis yang jauh lebih intensif dibandingkan jenjang sebelumnya.
Selain itu, perbedaan lingkungan dan budaya antara Bengkulu dan Yogyakarta juga menjadi tantangan tersendiri di awal masa studi. Namun, dukungan dari keluarga, teman sejawat, serta para supervisor menjadi faktor penting yang membantunya melewati berbagai tantangan tersebut.
Tantangan Studi dan Adaptasi Lingkungan Baru
Saat diminta memberi pesan dan motivasi bagi mahasiswa yang tengah menyelesaikan studi di UGM, Isti menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan niat sejak awal. Menurutnya, pendidikan spesialis merupakan proses panjang yang membutuhkan ketahanan dan tujuan yang jelas.
Lihat Juga :