HIS PIK2 Integrasikan Kurikulum International Baccalaureate untuk Cetak Generasi Global
Senin, 27 April 2026 - 11:28 WIB
loading...
Pengunjung nampak antusias mengikuti acara Discovery Day Hope Intercultural School di North Campus, PIK2. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Sebagai bagian dari jaringan pendidikan Kristen dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di Indonesia, Hope Intercultural School (HIS) menghadirkan standar pendidikan global yang teruji. HIS juga dikenal sebagai sekolah Kristen berbasis International Baccalaureate (IB) pertama di kawasan PIK2, yang mengintegrasikan kurikulum internasional dengan pembentukan karakter, kepemimpinan, serta iman Kristen secara menyeluruh.
Esther McIntyre selaku HIS IB Framework Advisor menyampaikan bahwa pendekatan International Baccalaureate tidak hanya berfokus pada capaian akademik. “Melalui pendekatan International Baccalaureate, kami membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga bertumbuh dalam iman, karakter, dan panggilan hidup,” ujarnya, melalui siaran pers, Senin (27/4/2026).
Baca juga: Menuju SPMB 2026, Ini 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta yang Bisa Diakses
Implementasi kurikulum IB di HIS yang berada di bawah Pelita Harapan Group ini menekankan pada inquiry-based learning, deep conceptual understanding, serta pembentukan lifelong learners. Proses pembelajaran dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara academic excellence, Christ-centered character, dan global competence. Dengan demikian, siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas serta visi hidup yang kuat.
HIS menyediakan jenjang pendidikan lengkap, mulai dari Kindergarten, Primary, Middle School, hingga High School, dengan kapasitas hingga 1.000 siswa. Sistem ini dirancang untuk mendukung perjalanan pendidikan yang berkesinambungan, sejak usia dini hingga persiapan menuju universitas global.
Baca juga: SMA Labschool Kebayoran Borong Penghargaan di NTU Model United Nations 2026 Singapura
Keunggulan HIS juga diperkuat oleh tenaga pengajar berstandar internasional yang terdiri dari kombinasi expatriate teachers dan tenaga pendidik Indonesia yang telah terlatih secara global. Para guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang membentuk karakter siswa melalui pendekatan personal, reflektif, dan berbasis relasi.
Dalam menghadapi perkembangan zaman, HIS turut mengintegrasikan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) secara kontekstual. Program ini mencakup pengenalan robotics dan artificial intelligence (AI) guna mengasah kemampuan problem-solving, computational thinking, serta kreativitas siswa. Pendekatan ini tidak hanya menjadikan teknologi sebagai alat, tetapi juga sebagai sarana membentuk pola pikir kritis dan inovatif.
Selain itu, HIS juga menghadirkan Chinese Curriculum yang terintegrasi, dengan pembelajaran Bahasa Mandarin yang dirancang secara progresif. Mulai dari kemampuan komunikasi dasar hingga pemahaman budaya, program ini dipandu oleh pengajar berpengalaman dengan standar internasional, sehingga siswa memiliki bekal bahasa dan perspektif global sejak dini.
School System Coordinator Hope Intercultural School, Recky Rendy, menegaskan bahwa lingkungan belajar di HIS dirancang untuk mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh. “Didukung oleh fasilitas modern seperti ruang kelas interaktif, collaborative learning spaces, serta sarana seni dan olahraga, HIS menciptakan lingkungan belajar yang mendorong eksplorasi, kreativitas, dan pembentukan karakter,” jelasnya.
Sementara itu Hope Intercultural School sukses menyelenggarakan Discovery Day di North Campus, PIK2. Acara ini menjadi kesempatan bagi para orang tua untuk mengenal lebih dekat lingkungan belajar, kurikulum, serta nilai-nilai pendidikan yang menjadi fondasi HIS.
Antusiasme tinggi dari para orang tua terlihat sepanjang acara, mencerminkan kepercayaan terhadap pendekatan pendidikan HIS dalam membentuk siswa secara holistik—head, heart, and hands. Banyak keluarga melihat HIS sebagai pilihan tepat untuk mempersiapkan anak menghadapi masa depan global tanpa kehilangan fondasi iman.
Esther McIntyre selaku HIS IB Framework Advisor menyampaikan bahwa pendekatan International Baccalaureate tidak hanya berfokus pada capaian akademik. “Melalui pendekatan International Baccalaureate, kami membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga bertumbuh dalam iman, karakter, dan panggilan hidup,” ujarnya, melalui siaran pers, Senin (27/4/2026).
Baca juga: Menuju SPMB 2026, Ini 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta yang Bisa Diakses
Implementasi kurikulum IB di HIS yang berada di bawah Pelita Harapan Group ini menekankan pada inquiry-based learning, deep conceptual understanding, serta pembentukan lifelong learners. Proses pembelajaran dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara academic excellence, Christ-centered character, dan global competence. Dengan demikian, siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas serta visi hidup yang kuat.
HIS menyediakan jenjang pendidikan lengkap, mulai dari Kindergarten, Primary, Middle School, hingga High School, dengan kapasitas hingga 1.000 siswa. Sistem ini dirancang untuk mendukung perjalanan pendidikan yang berkesinambungan, sejak usia dini hingga persiapan menuju universitas global.
Baca juga: SMA Labschool Kebayoran Borong Penghargaan di NTU Model United Nations 2026 Singapura
Keunggulan HIS juga diperkuat oleh tenaga pengajar berstandar internasional yang terdiri dari kombinasi expatriate teachers dan tenaga pendidik Indonesia yang telah terlatih secara global. Para guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang membentuk karakter siswa melalui pendekatan personal, reflektif, dan berbasis relasi.
Dalam menghadapi perkembangan zaman, HIS turut mengintegrasikan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) secara kontekstual. Program ini mencakup pengenalan robotics dan artificial intelligence (AI) guna mengasah kemampuan problem-solving, computational thinking, serta kreativitas siswa. Pendekatan ini tidak hanya menjadikan teknologi sebagai alat, tetapi juga sebagai sarana membentuk pola pikir kritis dan inovatif.
Selain itu, HIS juga menghadirkan Chinese Curriculum yang terintegrasi, dengan pembelajaran Bahasa Mandarin yang dirancang secara progresif. Mulai dari kemampuan komunikasi dasar hingga pemahaman budaya, program ini dipandu oleh pengajar berpengalaman dengan standar internasional, sehingga siswa memiliki bekal bahasa dan perspektif global sejak dini.
School System Coordinator Hope Intercultural School, Recky Rendy, menegaskan bahwa lingkungan belajar di HIS dirancang untuk mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh. “Didukung oleh fasilitas modern seperti ruang kelas interaktif, collaborative learning spaces, serta sarana seni dan olahraga, HIS menciptakan lingkungan belajar yang mendorong eksplorasi, kreativitas, dan pembentukan karakter,” jelasnya.
Sementara itu Hope Intercultural School sukses menyelenggarakan Discovery Day di North Campus, PIK2. Acara ini menjadi kesempatan bagi para orang tua untuk mengenal lebih dekat lingkungan belajar, kurikulum, serta nilai-nilai pendidikan yang menjadi fondasi HIS.
Antusiasme tinggi dari para orang tua terlihat sepanjang acara, mencerminkan kepercayaan terhadap pendekatan pendidikan HIS dalam membentuk siswa secara holistik—head, heart, and hands. Banyak keluarga melihat HIS sebagai pilihan tepat untuk mempersiapkan anak menghadapi masa depan global tanpa kehilangan fondasi iman.
(nnz)
Lihat Juga :