Kisah Stanley Evander, Lulusan Doktor Tercepat UGM 2026 dengan Riset Kit Ekstraksi DNA
Rabu, 29 April 2026 - 15:32 WIB
loading...
A
A
A
“Saat ini, kit ekstraksi DNA di Indonesia dibanjiri oleh produk impor. Di samping harga yang tinggi akibat bea masuk, waktu distribusi juga memakan waktu lama. Melalui disertasi ini, saya mencoba mengatasi tantangan tersebut dengan menyesuaikannya dengan Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) hingga 2035,” ungkapnya.
Menariknya, perjalanan Stanley hingga menjadi doktor biologi berawal dari rasa penasaran saat duduk di bangku SMA. Ia mengaku awalnya tidak terlalu menyukai mata pelajaran IPA. Namun, keberhasilannya masuk kelas sains khusus justru membuka minatnya terhadap dunia biologi dan riset.
“Dulu iseng-iseng coba masuk program science class, ternyata lolos. Dari sana, saya mulai penasaran dengan Biologi,” kenangnya.
Pria asal Surabaya tersebut juga menyebut statusnya sebagai mahasiswa by research yang dibiayai perusahaan tempatnya bekerja menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat masa studinya.
“Karena saya melalui jalur by research, Prodi Biologi mengakomodasi agar prosesnya bisa lebih cepat. Sejak semester satu, saya sudah mulai menyusun proposal, lalu awal semester dua sudah ujian komprehensif. Jadi, untuk penelitian bisa lebih panjang dan terfokus,” tuturnya.
Menariknya, perjalanan Stanley hingga menjadi doktor biologi berawal dari rasa penasaran saat duduk di bangku SMA. Ia mengaku awalnya tidak terlalu menyukai mata pelajaran IPA. Namun, keberhasilannya masuk kelas sains khusus justru membuka minatnya terhadap dunia biologi dan riset.
“Dulu iseng-iseng coba masuk program science class, ternyata lolos. Dari sana, saya mulai penasaran dengan Biologi,” kenangnya.
Pria asal Surabaya tersebut juga menyebut statusnya sebagai mahasiswa by research yang dibiayai perusahaan tempatnya bekerja menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat masa studinya.
“Karena saya melalui jalur by research, Prodi Biologi mengakomodasi agar prosesnya bisa lebih cepat. Sejak semester satu, saya sudah mulai menyusun proposal, lalu awal semester dua sudah ujian komprehensif. Jadi, untuk penelitian bisa lebih panjang dan terfokus,” tuturnya.
(nnz)
Lihat Juga :