Tabrakan Kereta Bekasi Picu Trauma Psikologis, Ini Penjelasan Psikolog Unair
Rabu, 29 April 2026 - 18:21 WIB
loading...
Peristiwa tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur menimbulkan korban cukup besar. Foto/Aldhi Chandra S.
A
A
A
JAKARTA - Peristiwa tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur menimbulkan korban cukup besar. Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (Persero), insiden tersebut menyebabkan 107 korban, dengan rincian 16 orang meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka.
Selain menimbulkan dampak fisik, kejadian ini juga berpotensi memicu gangguan psikologis bagi para penumpang yang mengalami langsung kecelakaan tersebut.
Menanggapi kejadian itu, Dosen Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga ( Unair ), Atika Dian Ariana menjelaskan bahwa kecelakaan merupakan situasi krisis yang dapat memunculkan respons emosional dan stres pada seseorang. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan reaksi alami ketika individu menghadapi situasi berbahaya secara mendadak.
Atika menerangkan bahwa respons awal yang biasanya dialami korban kecelakaan berupa rasa terkejut, kebingungan, hingga disorientasi. Dalam perkembangannya, kondisi tersebut dapat berubah menjadi kecemasan, kesedihan, kemarahan, bahkan kepanikan. Reaksi yang muncul pada setiap individu pun berbeda-beda, tergantung bagaimana mereka memaknai peristiwa yang dialami.
Selain menimbulkan dampak fisik, kejadian ini juga berpotensi memicu gangguan psikologis bagi para penumpang yang mengalami langsung kecelakaan tersebut.
Menanggapi kejadian itu, Dosen Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga ( Unair ), Atika Dian Ariana menjelaskan bahwa kecelakaan merupakan situasi krisis yang dapat memunculkan respons emosional dan stres pada seseorang. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan reaksi alami ketika individu menghadapi situasi berbahaya secara mendadak.
Atika menerangkan bahwa respons awal yang biasanya dialami korban kecelakaan berupa rasa terkejut, kebingungan, hingga disorientasi. Dalam perkembangannya, kondisi tersebut dapat berubah menjadi kecemasan, kesedihan, kemarahan, bahkan kepanikan. Reaksi yang muncul pada setiap individu pun berbeda-beda, tergantung bagaimana mereka memaknai peristiwa yang dialami.
Lihat Juga :