Tabrakan Kereta Bekasi Picu Trauma Psikologis, Ini Penjelasan Psikolog Unair
Rabu, 29 April 2026 - 18:21 WIB
loading...
A
A
A
“Respons tersebut juga dapat muncul dalam bentuk fisik, seperti gemetar, jantung berdebar, keringat dingin, hingga sesak napas sebagai bagian dari respons stres,” ujarnya, dikutip dari laman Unair, Rabu (29/4/2026).
Ia juga menegaskan bahwa setiap individu sebenarnya memiliki kemampuan untuk bangkit dari situasi krisis. Namun, tingkat keparahan kejadian dan kondisi psikologis masing-masing orang sangat memengaruhi proses pemulihan. Jika seseorang memandang kejadian tersebut sebagai pengalaman yang melampaui batas ketahanannya, maka risiko trauma jangka panjang seperti post-traumatic stress disorder (PTSD) dapat meningkat.
Menurut Atika, terdapat sejumlah faktor yang dapat memperbesar risiko trauma tersebut, di antaranya pengalaman traumatis sebelumnya, riwayat gangguan mental, serta kurangnya dukungan sosial. Selain itu, tekanan hidup lain seperti persoalan ekonomi maupun akademik juga dapat memperlambat proses pemulihan korban.
Atika menambahkan, ada beberapa tanda awal yang perlu diwaspadai sebagai indikasi seseorang membutuhkan bantuan profesional. Gejala tersebut meliputi munculnya ingatan traumatis secara berulang, mimpi buruk, kewaspadaan berlebihan, hingga kecenderungan menghindari hal-hal yang berkaitan dengan peristiwa kecelakaan.
Lihat Juga :