Dukung Talenta Digital Nasional, Kuota Beasiswa bagi 335 Pelajar dan Mahasiswa Resmi Dibuka
Kamis, 30 April 2026 - 17:13 WIB
loading...
Amartha.org kembali membuka program pendaftaran Beasiswa Amartha dengan kuota tahun ini mencapai 335 penerima.
A
A
A
Di tengah percepatan transformasi digital, kebutuhan akan sumber daya manusia yang adaptif dan memiliki keterampilan masa depan menjadi semakin krusial. Bidang Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) kini menjadi fondasi penting dalam membentuk talenta yang mampu berinovasi dan menjawab kebutuhan industri.
Berdasarkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2024 dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, kebutuhan talenta digital nasional diproyeksikan mencapai sekitar 12 juta orang hingga 2030, dengan proyeksi kekurangan sekitar 2,7 juta talenta yang belum terpenuhi. Laporan IMDI juga menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan signifikan antarwilayah dalam tingkat kesiapan digital masyarakat. Selain itu, mayoritas keterampilan yang dimiliki saat ini masih berada pada level dasar dan belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan industri berbasis teknologi.
Bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional setiap 2 Mei, sekaligus sebagai bagian dari upaya memperluas pengembangan talenta muda di Indonesia, Amartha Financial melalui amartha.org kembali membuka pendaftaran Program Beasiswa Amartha. Tahun ini, kuota penerima ditingkatkan menjadi 335 orang. Program ini merupakan wujud komitmen Amartha untuk mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, adaptif, dan siap berkontribusi di berbagai sektor industri.
Aria Widyanto, Chairman of amartha.org, menyampaikan bahwa selama lebih dari 16 tahun mendampingi UMKM di perdesaan, Amartha melihat tantangan utama yang dihadapi talenta muda di daerah bukan terletak pada potensi, melainkan pada akses dan kesiapan.
“Potensi talenta muda di daerah sangat besar, namun perlu didukung dengan akses, eksposur, dan pembekalan yang relevan agar siap bersaing. Di sini, Amartha berupaya menjembatani potensi tersebut dengan mencetak talenta yang unggul secara akademis, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu menyelesaikan tantangan di lapangan, termasuk di akar rumput. Tahun ini, Amartha memperluas kolaborasi dengan lebih banyak universitas serta meningkatkan kuota menjadi 85 penerima beasiswa untuk mahasiswa dan 250 penerima untuk pelajar sekolah menengah atas,” jelas Aria.
Perluas Akses Pendidikan melalui Beasiswa STEAM, Frontier, dan Cendekia
Beasiswa STEAM dan Frontier berfokus pada pengembangan mahasiswa di bidang sains dan sektor strategis. Program ini ditujukan bagi mahasiswa minimal semester empat dengan IPK sekurang-kurangnya 3,0 dari 10 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Sementara itu, Beasiswa Amartha Cendekia menyasar pelajar kelas XI SMA/SMK sederajat yang memiliki semangat belajar tinggi namun menghadapi keterbatasan akses ekonomi, dengan fokus pada dukungan akademik dan pengembangan karakter.
Saat ini, Amartha menjalin kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi unggulan, di antaranya:
-Universitas Indonesia
-Institut Teknologi Bandung
-Institut Pertanian Bogor
-Universitas Brawijaya
-Universitas Gadjah Mada
-Universitas Syiah Kuala
-Universitas Sumatera Utara
-Universitas Andalas
-Universitas Hasanuddin
-Universitas Mulawarman
“Melalui Beasiswa Amartha, kami tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga membekali penerima dengan pelatihan kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, dan praktik nyata mengerjakan proyek sosial yang didanai Amartha. Selama program, penerima beasiswa juga akan mendapatkan pendampingan dari para profesional di bidangnya,” tambah Aria.
Dukungan Komprehensif Sesuai Jenjang Pendidikan
Dukungan yang diberikan dirancang sesuai kebutuhan tiap jenjang:
1.Jalur Mahasiswa (STEAM & Frontier): Mendapatkan bantuan pendidikan hingga Rp22 juta per tahun, biaya hidup, pendanaan proyek sosial, akses pelatihan, hingga peluang magang.
2.Jalur Pelajar (Cendekia): Mendapatkan dukungan biaya pendidikan sebesar Rp3 juta per tahun, dengan tambahan Rp5 juta bagi penerima yang berhasil melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Para penerima juga akan mengikuti berbagai program pengembangan selama satu tahun, mulai dari kelas pengembangan diri, mentoring intensif, hingga kesempatan untuk terhubung dalam jejaring alumni dan inisiatif sosial.
Berdasarkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2024 dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, kebutuhan talenta digital nasional diproyeksikan mencapai sekitar 12 juta orang hingga 2030, dengan proyeksi kekurangan sekitar 2,7 juta talenta yang belum terpenuhi. Laporan IMDI juga menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan signifikan antarwilayah dalam tingkat kesiapan digital masyarakat. Selain itu, mayoritas keterampilan yang dimiliki saat ini masih berada pada level dasar dan belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan industri berbasis teknologi.
Bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional setiap 2 Mei, sekaligus sebagai bagian dari upaya memperluas pengembangan talenta muda di Indonesia, Amartha Financial melalui amartha.org kembali membuka pendaftaran Program Beasiswa Amartha. Tahun ini, kuota penerima ditingkatkan menjadi 335 orang. Program ini merupakan wujud komitmen Amartha untuk mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, adaptif, dan siap berkontribusi di berbagai sektor industri.
Aria Widyanto, Chairman of amartha.org, menyampaikan bahwa selama lebih dari 16 tahun mendampingi UMKM di perdesaan, Amartha melihat tantangan utama yang dihadapi talenta muda di daerah bukan terletak pada potensi, melainkan pada akses dan kesiapan.
“Potensi talenta muda di daerah sangat besar, namun perlu didukung dengan akses, eksposur, dan pembekalan yang relevan agar siap bersaing. Di sini, Amartha berupaya menjembatani potensi tersebut dengan mencetak talenta yang unggul secara akademis, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu menyelesaikan tantangan di lapangan, termasuk di akar rumput. Tahun ini, Amartha memperluas kolaborasi dengan lebih banyak universitas serta meningkatkan kuota menjadi 85 penerima beasiswa untuk mahasiswa dan 250 penerima untuk pelajar sekolah menengah atas,” jelas Aria.
Perluas Akses Pendidikan melalui Beasiswa STEAM, Frontier, dan Cendekia
Beasiswa STEAM dan Frontier berfokus pada pengembangan mahasiswa di bidang sains dan sektor strategis. Program ini ditujukan bagi mahasiswa minimal semester empat dengan IPK sekurang-kurangnya 3,0 dari 10 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Sementara itu, Beasiswa Amartha Cendekia menyasar pelajar kelas XI SMA/SMK sederajat yang memiliki semangat belajar tinggi namun menghadapi keterbatasan akses ekonomi, dengan fokus pada dukungan akademik dan pengembangan karakter.
Saat ini, Amartha menjalin kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi unggulan, di antaranya:
-Universitas Indonesia
-Institut Teknologi Bandung
-Institut Pertanian Bogor
-Universitas Brawijaya
-Universitas Gadjah Mada
-Universitas Syiah Kuala
-Universitas Sumatera Utara
-Universitas Andalas
-Universitas Hasanuddin
-Universitas Mulawarman
“Melalui Beasiswa Amartha, kami tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga membekali penerima dengan pelatihan kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, dan praktik nyata mengerjakan proyek sosial yang didanai Amartha. Selama program, penerima beasiswa juga akan mendapatkan pendampingan dari para profesional di bidangnya,” tambah Aria.
Dukungan Komprehensif Sesuai Jenjang Pendidikan
Dukungan yang diberikan dirancang sesuai kebutuhan tiap jenjang:
1.Jalur Mahasiswa (STEAM & Frontier): Mendapatkan bantuan pendidikan hingga Rp22 juta per tahun, biaya hidup, pendanaan proyek sosial, akses pelatihan, hingga peluang magang.
2.Jalur Pelajar (Cendekia): Mendapatkan dukungan biaya pendidikan sebesar Rp3 juta per tahun, dengan tambahan Rp5 juta bagi penerima yang berhasil melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Para penerima juga akan mengikuti berbagai program pengembangan selama satu tahun, mulai dari kelas pengembangan diri, mentoring intensif, hingga kesempatan untuk terhubung dalam jejaring alumni dan inisiatif sosial.
(unt)
Lihat Juga :