Santri Bisa Raih Gelar Magister dalam 4 Tahun, Cek Beasiswa Ini
Rabu, 06 Mei 2026 - 07:00 WIB
loading...
Untuk pertama kalinya Kemenag menyediakan program akselerasi santri untuk bisa raih gelar magister dalam 4 tahun. Foto/Dok/SINDOnews.
A
A
A
JAKARTA - Untuk pertama kalinya Kemenag menyediakan program akselerasi santri untuk bisa raih gelar magister dalam 4 tahun. Santri bisa mengakses Program Sarjana Lanjut Magister (PSLM) di Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Kementerian Agama (Kemenag) Ruchman Basori, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mempercepat akses pendidikan tinggi bagi santri berprestasi.
Baca juga: Wujud Kepedulian pada Calon Pemimpin, MNC University Guyur Pengurus Forum OSIS Jakarta Pusat dengan Beasiswa
“Program ini memberi kesempatan santri menempuh jalur percepatan, cukup empat tahun sudah bisa meraih gelar magister,” katanya, dikutip dari laman Pendis Kemenag, Rabu (6/5/2026).
Program PSLM akan dilaksanakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, khususnya pada program studi Bahasa dan Sastra Arab. Perkuliahan dijadwalkan mulai semester gasal tahun akademik 2026/2027.
Sementara itu, Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan, Siti Maria Ulfa, mengungkapkan bahwa pendaftaran dibuka mulai 1 April hingga 31 Mei 2026 dan ditujukan khusus bagi kalangan santri.
Baca juga: Keren, 14 Siswa MAN IC Serpong Raih Beasiswa Kuliah ke Universitas Top Dunia
Ia menegaskan, kriteria santri mencakup lulusan pesantren yang terdaftar di Kemenag dan memiliki Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP). Termasuk di dalamnya lulusan Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), hingga Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS), serta MA/SMA/SMK berbasis pesantren.
1. Warga Negara Indonesia dengan usia maksimal 20 tahun per 31 Desember tahun pendaftaran
2. Lulusan pendidikan menengah tiga tahun terakhir (2024–2026)
3. Tidak sedang atau pernah menempuh pendidikan S1
4. Terdaftar di EMIS Kemenag serta memiliki NSPP dan NISN
5. Mendapat rekomendasi dari pimpinan pesantren, termasuk keterangan pernah mukim minimal tiga tahun dan kemampuan membaca kitab kuning
6. Melengkapi dokumen akademik, kesehatan, serta esai personal dan rencana kontribusi pascastudi
7. Wajib memiliki sertifikat kemampuan Bahasa Arab dengan skor minimal TOAFL 500 dari lembaga resmi PTKIN.
Program ini hanya berlaku untuk perguruan tinggi dan program studi yang telah ditetapkan Kemenag, sehingga peserta tidak dapat memilih kampus di luar ketentuan tersebut.
Informasi lengkap terkait program Beasiswa Indonesia Bangkit dapat diakses melalui laman resmi Kemenag, sementara pendaftaran dilakukan secara daring melalui platform beasiswa terintegrasi pemerintah.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Kementerian Agama (Kemenag) Ruchman Basori, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mempercepat akses pendidikan tinggi bagi santri berprestasi.
Baca juga: Wujud Kepedulian pada Calon Pemimpin, MNC University Guyur Pengurus Forum OSIS Jakarta Pusat dengan Beasiswa
“Program ini memberi kesempatan santri menempuh jalur percepatan, cukup empat tahun sudah bisa meraih gelar magister,” katanya, dikutip dari laman Pendis Kemenag, Rabu (6/5/2026).
Program PSLM akan dilaksanakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, khususnya pada program studi Bahasa dan Sastra Arab. Perkuliahan dijadwalkan mulai semester gasal tahun akademik 2026/2027.
Sementara itu, Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan, Siti Maria Ulfa, mengungkapkan bahwa pendaftaran dibuka mulai 1 April hingga 31 Mei 2026 dan ditujukan khusus bagi kalangan santri.
Baca juga: Keren, 14 Siswa MAN IC Serpong Raih Beasiswa Kuliah ke Universitas Top Dunia
Ia menegaskan, kriteria santri mencakup lulusan pesantren yang terdaftar di Kemenag dan memiliki Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP). Termasuk di dalamnya lulusan Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), hingga Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS), serta MA/SMA/SMK berbasis pesantren.
Persyaratan PSLM Beasiswa Indonesia Bangkit 2026
1. Warga Negara Indonesia dengan usia maksimal 20 tahun per 31 Desember tahun pendaftaran
2. Lulusan pendidikan menengah tiga tahun terakhir (2024–2026)
3. Tidak sedang atau pernah menempuh pendidikan S1
4. Terdaftar di EMIS Kemenag serta memiliki NSPP dan NISN
5. Mendapat rekomendasi dari pimpinan pesantren, termasuk keterangan pernah mukim minimal tiga tahun dan kemampuan membaca kitab kuning
6. Melengkapi dokumen akademik, kesehatan, serta esai personal dan rencana kontribusi pascastudi
7. Wajib memiliki sertifikat kemampuan Bahasa Arab dengan skor minimal TOAFL 500 dari lembaga resmi PTKIN.
Program ini hanya berlaku untuk perguruan tinggi dan program studi yang telah ditetapkan Kemenag, sehingga peserta tidak dapat memilih kampus di luar ketentuan tersebut.
Informasi lengkap terkait program Beasiswa Indonesia Bangkit dapat diakses melalui laman resmi Kemenag, sementara pendaftaran dilakukan secara daring melalui platform beasiswa terintegrasi pemerintah.
(nnz)
Lihat Juga :