Cerita Bella Putri Maharani, Raih Gelar Doktor UGM di Usia Muda dengan IPK 3,98
Rabu, 06 Mei 2026 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Bella mengaku melanjutkan studi pascasarjana di UGM melalui beasiswa Program Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) dari Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).
Pada awalnya, sekitar tahun 2021 saat COVID-19 sedang merebak di Indonesia, Bella sempat ragu dan bimbang. Pasalnya, pada saat itu terjadi PHK di mana-mana. Apalagi mencari pekerjaan pun tak mudah.
Berawal dari situ, ia pun membulatkan diri untuk melanjutkan studi dengan beasiswa. Seperti kata pepatah, pucuk dicinta ulam pun tiba, berkat kegigihannya, Bella berhasil mendapatkan beasiswa ini dalam usaha pertamanya.
Selama perkuliahannya di UGM, Bella mengaku bersyukur dapat bertemu dengan para pembimbing, dosen, pegawai, dan sivitas akademika yang membantunya dalam proses ini. UGM pun memfasilitasi dengan fasilitas yang baik dan memadai. Apalagi, studi S3 memerlukan kebaruan penelitian, inovasi dan teknologi.
“Tentunya ini menjadi salah satu hal yang bisa saya banggakan dan ceritakan kepada orang banyak, bahwa berkuliah di UGM itu menjadikan saya insan yang dapat bekerja secara mandiri, tetapi juga tidak dilepaskan begitu saja oleh para profesor dan dosen. Mereka selalu memberikan arahan yang bermanfaat untuk keberlangsungan selama proses saya kuliah,” ujarnya.
Menuntaskan studinya, Bella menulis disertasinya yang berjudul “Efikasi Nanoenkapsulasi Ekstrak Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) Sebagai Aditif Pakan Alami Ayam Broiler”. Ia melakukan penelitian ini hampir selama dua tahun, mulai dari pembuatan nanoenkapsulasi sampai pengecekan secara in vivo dan in vitro sampai akhirnya dapat diberikan kepada unggas.
Alasan Bella mengambil topik riset ini berangkat dari persoalan larangan penggunaan antibiotik pada ayam broiler secara terus-menerus dalam jangka panjang akan menyebabkan residu dan resistensi yang bisa berdampak pada kesehatan.
Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif pakan untuk mengganti pakan tersebut. Dari penelitiannya, Bella berhasil mendapatkan suatu formulasi pakan dari daun sungkai yang dapat menggantikan peran yang sama dengan antibiotik.
Meskipun dari harga yang ditawarkan antibiotik memang lebih murah, penelitian ini ternyata menghasilkan kelebihan lain yang tentunya ayam menjadi lebih sehat dan bisa digunakan untuk jangka panjang.
Pada awalnya, sekitar tahun 2021 saat COVID-19 sedang merebak di Indonesia, Bella sempat ragu dan bimbang. Pasalnya, pada saat itu terjadi PHK di mana-mana. Apalagi mencari pekerjaan pun tak mudah.
Berawal dari situ, ia pun membulatkan diri untuk melanjutkan studi dengan beasiswa. Seperti kata pepatah, pucuk dicinta ulam pun tiba, berkat kegigihannya, Bella berhasil mendapatkan beasiswa ini dalam usaha pertamanya.
Selama perkuliahannya di UGM, Bella mengaku bersyukur dapat bertemu dengan para pembimbing, dosen, pegawai, dan sivitas akademika yang membantunya dalam proses ini. UGM pun memfasilitasi dengan fasilitas yang baik dan memadai. Apalagi, studi S3 memerlukan kebaruan penelitian, inovasi dan teknologi.
“Tentunya ini menjadi salah satu hal yang bisa saya banggakan dan ceritakan kepada orang banyak, bahwa berkuliah di UGM itu menjadikan saya insan yang dapat bekerja secara mandiri, tetapi juga tidak dilepaskan begitu saja oleh para profesor dan dosen. Mereka selalu memberikan arahan yang bermanfaat untuk keberlangsungan selama proses saya kuliah,” ujarnya.
Riset Inovatif: Nanoenkapsulasi Daun Sungkai untul Ayam Broiler
Menuntaskan studinya, Bella menulis disertasinya yang berjudul “Efikasi Nanoenkapsulasi Ekstrak Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) Sebagai Aditif Pakan Alami Ayam Broiler”. Ia melakukan penelitian ini hampir selama dua tahun, mulai dari pembuatan nanoenkapsulasi sampai pengecekan secara in vivo dan in vitro sampai akhirnya dapat diberikan kepada unggas.
Alasan Bella mengambil topik riset ini berangkat dari persoalan larangan penggunaan antibiotik pada ayam broiler secara terus-menerus dalam jangka panjang akan menyebabkan residu dan resistensi yang bisa berdampak pada kesehatan.
Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif pakan untuk mengganti pakan tersebut. Dari penelitiannya, Bella berhasil mendapatkan suatu formulasi pakan dari daun sungkai yang dapat menggantikan peran yang sama dengan antibiotik.
Meskipun dari harga yang ditawarkan antibiotik memang lebih murah, penelitian ini ternyata menghasilkan kelebihan lain yang tentunya ayam menjadi lebih sehat dan bisa digunakan untuk jangka panjang.
Lihat Juga :