Kisah Tabitha Ayu, Dari Hobi Seni Jadi Lulusan Terbaik Unesa dengan IPK 3,96
Jum'at, 08 Mei 2026 - 13:59 WIB
loading...
A
A
A
Perjalanan anak ketiga dari pasangan Bapak Edhy Triono dan Ibu Catur Ning Sudarbi itu tidak selalu mulus. Saat mengerjakan tugas akhir, ia sempat jatuh sakit karena asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dan harus bolak-balik dari rumah ke kampus. Namun, semangatnya tidak surut.
Ia menciptakan buku gambar pintar untuk anak SD. Buku tersebut unik karena jika disensor memakai HP (scan QR Code), akan muncul animasi dan lagu yang mengajak anak-anak untuk tidak buang sampah sembarangan.
Karya-karyanya pun tidak main-main. Selain menang lomba poster tingkat nasional, karya desainnya juga pernah dipamerkan di pameran internasional yang diikuti peserta dari berbagai negara.
Setelah lulus, Bitha ingin langsung bekerja di perusahaan kreatif sambil menabung untuk lanjut sekolah lagi nanti. Ia punya pesan sederhana untuk teman-temannya yang masih berjuang.
“Pasang target setinggi mungkin dan selalu ingat Tuhan. Kalau sudah punya cita-cita, jangan takut melangkah. Setiap usaha pasti ada hasilnya,” tutupnya
Ia menciptakan buku gambar pintar untuk anak SD. Buku tersebut unik karena jika disensor memakai HP (scan QR Code), akan muncul animasi dan lagu yang mengajak anak-anak untuk tidak buang sampah sembarangan.
Karya-karyanya pun tidak main-main. Selain menang lomba poster tingkat nasional, karya desainnya juga pernah dipamerkan di pameran internasional yang diikuti peserta dari berbagai negara.
Setelah lulus, Bitha ingin langsung bekerja di perusahaan kreatif sambil menabung untuk lanjut sekolah lagi nanti. Ia punya pesan sederhana untuk teman-temannya yang masih berjuang.
“Pasang target setinggi mungkin dan selalu ingat Tuhan. Kalau sudah punya cita-cita, jangan takut melangkah. Setiap usaha pasti ada hasilnya,” tutupnya
(nnz)
Lihat Juga :