MPR RI Nonaktifkan Dewan Juri dan MC Cerdas Cermat 4 Pilar 2026 Usai Tuai Polemik
Selasa, 12 Mei 2026 - 14:16 WIB
loading...
A
A
A
Politikus Partai Golkar itu menilai kegiatan yang melibatkan pelajar harus menjunjung tinggi prinsip keadilan, transparansi, dan sportivitas agar semangat kompetisi pendidikan tetap terjaga.
Hetifah juga mendorong agar pelaksanaan lomba di Kalimantan Barat dapat dievaluasi secara menyeluruh, termasuk membuka ruang untuk pertandingan ulang guna menjaga objektivitas hasil kompetisi.
Ia menilai langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan peserta maupun masyarakat terhadap kegiatan yang diselenggarakan MPR RI.
“Anak-anak sudah mempersiapkan diri dengan sangat serius. Mereka datang membawa semangat belajar dan kompetisi yang sehat. Karena itu, proses lomba juga harus benar-benar memberi rasa keadilan bagi seluruh peserta,” ujar Hetifah.
Hetifah juga menyampaikan permohonan maaf kepada para peserta yang merasa dirugikan, khususnya siswa dari SMAN 1 Pontianak. Ia berharap polemik ini tidak mematahkan semangat para pelajar untuk terus aktif mengikuti kegiatan pendidikan, kebangsaan, dan pengembangan karakter.
“Kita tentu tidak ingin kejadian seperti ini mengurangi antusiasme anak-anak terhadap kegiatan positif yang selama ini menjadi ruang pembelajaran nilai-nilai demokrasi, kebangsaan, dan kompetisi yang sehat,” katanya.
Hetifah juga mendorong agar pelaksanaan lomba di Kalimantan Barat dapat dievaluasi secara menyeluruh, termasuk membuka ruang untuk pertandingan ulang guna menjaga objektivitas hasil kompetisi.
Ia menilai langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan peserta maupun masyarakat terhadap kegiatan yang diselenggarakan MPR RI.
“Anak-anak sudah mempersiapkan diri dengan sangat serius. Mereka datang membawa semangat belajar dan kompetisi yang sehat. Karena itu, proses lomba juga harus benar-benar memberi rasa keadilan bagi seluruh peserta,” ujar Hetifah.
Hetifah juga menyampaikan permohonan maaf kepada para peserta yang merasa dirugikan, khususnya siswa dari SMAN 1 Pontianak. Ia berharap polemik ini tidak mematahkan semangat para pelajar untuk terus aktif mengikuti kegiatan pendidikan, kebangsaan, dan pengembangan karakter.
“Kita tentu tidak ingin kejadian seperti ini mengurangi antusiasme anak-anak terhadap kegiatan positif yang selama ini menjadi ruang pembelajaran nilai-nilai demokrasi, kebangsaan, dan kompetisi yang sehat,” katanya.
(nnz)
Lihat Juga :