Mencetak Teknososiopreneur Masa Depan, Universitas Trilogi Kini Diakui secara Global
Selasa, 12 Mei 2026 - 10:22 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Universitas Trilogi kembali menorehkan capaian di tingkat internasional. Kampus yang dikenal dengan pengembangan konsep teknososiopreneur itu berhasil masuk peringkat 31 dunia pada kategori University Based Entrepreneurial Project dalam pemeringkatan The World University Rankings for Innovation. Capaian tersebut menjadi pengakuan global atas komitmen Universitas Trilogi dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat.
Sejak berdiri sebagai pengembangan dari STEKPI (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Keuangan Perbankan Indonesia), Universitas Trilogi terus mendorong lahirnya ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan teknologi, inovasi, kewirausahaan, dan kepedulian sosial. Melalui pendekatan teknososiopreneur, mahasiswa didorong untuk tidak sekadar menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta solusi yang mampu menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Pemeringkatan WURI sendiri dikenal menilai perguruan tinggi berdasarkan inovasi nyata dan kontribusinya terhadap kebutuhan masyarakat global. Berbeda dengan pemeringkatan akademik konvensional yang berfokus pada publikasi ilmiah dan reputasi institusi, WURI menitikberatkan pada kreativitas, kewirausahaan, penerapan teknologi, serta dampak sosial yang dihasilkan perguruan tinggi. Penilaian tersebut menjadikan WURI sebagai salah satu indikator penting bagi kampus-kampus dunia dalam menunjukkan relevansi dan kontribusi nyata terhadap perkembangan masyarakat dan industri masa depan.
Kepala Biro Inovasi dan Kewirausahaan sekaligus Direktur Inkubator Bisnis Universitas Trilogi (INBISTRO), Maulidian, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi motivasi besar untuk terus memperkuat budaya inovasi dan kewirausahaan di lingkungan kampus. Dijelaskannya juga bawah salah satu kekuatan Universitas Trilogi dalam membangun budaya inovasi dan kewirausahaan tersebut hadir melalui peran aktif Biro Inovasi dan Kewirausahaan (BIK) serta Inkubator Bisnis Universitas Trilogi (INBISTRO).
“Berbagai program inkubasi, kompetisi bisnis, pelatihan, mentoring, hingga kolaborasi industri terus dikembangkan untuk menciptakan ekosistem technosociopreneur yang adaptif terhadap perubahan zaman,” jelasnya.
Rektor Universitas Trilogi, Pramono Hari Adi, mengucapkan rasa syukur atas capaian ini, kemudian disampaikannya juga bahwa capaian tersebut menjadi bukti bahwa kampus Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia melalui inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Penghargaan itu bukan sekadar soal angka peringkat, tetapi juga bentuk pengakuan terhadap semangat kolaborasi dan keberanian kampus dalam menghadirkan model pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Universitas Trilogi, Anies Lastiati, menilai capaian tersebut tidak terlepas dari keterlibatan aktif mahasiswa dan dosen dalam berkolaborasi untuk menghasilkan berbagai proyek inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
“Mahasiswa di kampus Trilogi ini memang dibiasakan untuk berpikir solutif dan berani menciptakan inovasi yang memiliki dampak. Karena itu, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pengalaman nyata dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Kami percaya kampus masa depan adalah kampus yang mampu melahirkan perubahan dan kaya akan inovasi,” sampainya.
Melalui capaian tersebut, Universitas Trilogi berharap semakin banyak perguruan tinggi di Indonesia yang berani mengembangkan model pendidikan berbasis inovasi dan kewirausahaan sosial. Saat ini, pengembangan inovasi di Universitas Trilogi terus dijalankan melalui berbagai program studi, di antaranya Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, Pendidikan Guru SD (PGSD), Pendidikan Guru PAUD (PG-PAUD), Sistem Informasi, Teknik Informatika, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, Ilmu dan Teknologi Pangan, dan Agribisnis.
Sejak berdiri sebagai pengembangan dari STEKPI (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Keuangan Perbankan Indonesia), Universitas Trilogi terus mendorong lahirnya ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan teknologi, inovasi, kewirausahaan, dan kepedulian sosial. Melalui pendekatan teknososiopreneur, mahasiswa didorong untuk tidak sekadar menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta solusi yang mampu menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Pemeringkatan WURI sendiri dikenal menilai perguruan tinggi berdasarkan inovasi nyata dan kontribusinya terhadap kebutuhan masyarakat global. Berbeda dengan pemeringkatan akademik konvensional yang berfokus pada publikasi ilmiah dan reputasi institusi, WURI menitikberatkan pada kreativitas, kewirausahaan, penerapan teknologi, serta dampak sosial yang dihasilkan perguruan tinggi. Penilaian tersebut menjadikan WURI sebagai salah satu indikator penting bagi kampus-kampus dunia dalam menunjukkan relevansi dan kontribusi nyata terhadap perkembangan masyarakat dan industri masa depan.
Kepala Biro Inovasi dan Kewirausahaan sekaligus Direktur Inkubator Bisnis Universitas Trilogi (INBISTRO), Maulidian, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi motivasi besar untuk terus memperkuat budaya inovasi dan kewirausahaan di lingkungan kampus. Dijelaskannya juga bawah salah satu kekuatan Universitas Trilogi dalam membangun budaya inovasi dan kewirausahaan tersebut hadir melalui peran aktif Biro Inovasi dan Kewirausahaan (BIK) serta Inkubator Bisnis Universitas Trilogi (INBISTRO).
“Berbagai program inkubasi, kompetisi bisnis, pelatihan, mentoring, hingga kolaborasi industri terus dikembangkan untuk menciptakan ekosistem technosociopreneur yang adaptif terhadap perubahan zaman,” jelasnya.
Rektor Universitas Trilogi, Pramono Hari Adi, mengucapkan rasa syukur atas capaian ini, kemudian disampaikannya juga bahwa capaian tersebut menjadi bukti bahwa kampus Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia melalui inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Penghargaan itu bukan sekadar soal angka peringkat, tetapi juga bentuk pengakuan terhadap semangat kolaborasi dan keberanian kampus dalam menghadirkan model pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Universitas Trilogi, Anies Lastiati, menilai capaian tersebut tidak terlepas dari keterlibatan aktif mahasiswa dan dosen dalam berkolaborasi untuk menghasilkan berbagai proyek inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
“Mahasiswa di kampus Trilogi ini memang dibiasakan untuk berpikir solutif dan berani menciptakan inovasi yang memiliki dampak. Karena itu, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pengalaman nyata dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Kami percaya kampus masa depan adalah kampus yang mampu melahirkan perubahan dan kaya akan inovasi,” sampainya.
Melalui capaian tersebut, Universitas Trilogi berharap semakin banyak perguruan tinggi di Indonesia yang berani mengembangkan model pendidikan berbasis inovasi dan kewirausahaan sosial. Saat ini, pengembangan inovasi di Universitas Trilogi terus dijalankan melalui berbagai program studi, di antaranya Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, Pendidikan Guru SD (PGSD), Pendidikan Guru PAUD (PG-PAUD), Sistem Informasi, Teknik Informatika, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, Ilmu dan Teknologi Pangan, dan Agribisnis.
(unt)
Lihat Juga :