Stanford University Buka Program Pelatihan Bisnis untuk Pengusaha Indonesia
Rabu, 13 Mei 2026 - 16:00 WIB
loading...
A
A
A
Meski program ini baru memasuki gelombang ketiga, peserta gelombang pertama pada 2025 dan gelombang kedua yang masih berlangsung pada 2026 sudah merasakan manfaat nyata. Peserta Indonesia juga mendapatkan akses ke alumni program dari berbagai negara yang tergabung dalam Stanford Seed Transformation Network (STN), sehingga mereka dapat berbagi pengalaman hingga memperluas jaringan investor.
“Perubahan paling berdampak yang saya lakukan adalah menerapkan fokus strategis dan struktur kepemimpinan yang jelas. Hasilnya, pendapatan kami tumbuh secara signifikan, NPS meningkat di atas 75, dan kami memperluas kemitraan perekrutan kami dengan lebih dari 1.000 perusahaan,” ujar Zaky Muhammad Syah (Zack), Co-Founder & CEO dibimbing.id dan Cakrawala University, peserta angkatan pertama STP Stanford Seed Indonesia.
Program STP angkatan pertama telah selesai pada November 2025, sementara angkatan kedua masih berlangsung pada 2026. Adapun program angkatan ketiga tahun 2027 masih membuka pendaftaran hingga 1 Juni 2026.
Program angkatan ketiga akan berlangsung mulai Januari hingga November 2027 dengan format hybrid. Peserta akan belajar langsung dari pengajar Stanford GSB secara offline maupun online.
Program ini juga dilengkapi lokakarya bersama tim manajemen, tidak hanya CEO, yang difasilitasi oleh Business Transformation Advisor (BTA). Pendekatan ini memungkinkan pembelajaran dapat langsung diterapkan di perusahaan peserta.
Kurikulum program mencakup tujuh modul inti, antara lain strategi dan model bisnis, proposisi nilai dan pelanggan, operasi dan manajemen keuangan, pemasaran dan penjualan, manajemen performa dan SDM, hingga pengembangan kepemimpinan.
Di akhir program, peserta akan menyusun Transformation Plan atau rencana transformasi bisnis yang menjadi panduan strategi perusahaan untuk tiga hingga lima tahun ke depan.
Program ini membutuhkan komitmen waktu lima hingga delapan jam per minggu bagi CEO atau founder, ditambah dua hingga empat jam per minggu untuk anggota tim manajemen. Dengan demikian, peserta tetap dapat menjalankan bisnis sambil memperoleh wawasan strategis untuk pertumbuhan perusahaan.
Program ini secara khusus menyasar pengusaha, CEO, dan founder dengan omzet tahunan antara USD 300 ribu hingga USD 15 juta atau sekitar Rp5 miliar sampai Rp230 miliar, serta memiliki minimal tiga anggota tim manajemen di luar pemilik bisnis. Program terbuka untuk berbagai sektor industri.
Peserta yang menyelesaikan program akan menerima dua sertifikat dari Stanford Graduate School of Business, masing-masing untuk CEO/founder dan untuk perusahaan.
“Perubahan paling berdampak yang saya lakukan adalah menerapkan fokus strategis dan struktur kepemimpinan yang jelas. Hasilnya, pendapatan kami tumbuh secara signifikan, NPS meningkat di atas 75, dan kami memperluas kemitraan perekrutan kami dengan lebih dari 1.000 perusahaan,” ujar Zaky Muhammad Syah (Zack), Co-Founder & CEO dibimbing.id dan Cakrawala University, peserta angkatan pertama STP Stanford Seed Indonesia.
Program STP angkatan pertama telah selesai pada November 2025, sementara angkatan kedua masih berlangsung pada 2026. Adapun program angkatan ketiga tahun 2027 masih membuka pendaftaran hingga 1 Juni 2026.
Program angkatan ketiga akan berlangsung mulai Januari hingga November 2027 dengan format hybrid. Peserta akan belajar langsung dari pengajar Stanford GSB secara offline maupun online.
Program ini juga dilengkapi lokakarya bersama tim manajemen, tidak hanya CEO, yang difasilitasi oleh Business Transformation Advisor (BTA). Pendekatan ini memungkinkan pembelajaran dapat langsung diterapkan di perusahaan peserta.
Kurikulum program mencakup tujuh modul inti, antara lain strategi dan model bisnis, proposisi nilai dan pelanggan, operasi dan manajemen keuangan, pemasaran dan penjualan, manajemen performa dan SDM, hingga pengembangan kepemimpinan.
Di akhir program, peserta akan menyusun Transformation Plan atau rencana transformasi bisnis yang menjadi panduan strategi perusahaan untuk tiga hingga lima tahun ke depan.
Program ini membutuhkan komitmen waktu lima hingga delapan jam per minggu bagi CEO atau founder, ditambah dua hingga empat jam per minggu untuk anggota tim manajemen. Dengan demikian, peserta tetap dapat menjalankan bisnis sambil memperoleh wawasan strategis untuk pertumbuhan perusahaan.
Program ini secara khusus menyasar pengusaha, CEO, dan founder dengan omzet tahunan antara USD 300 ribu hingga USD 15 juta atau sekitar Rp5 miliar sampai Rp230 miliar, serta memiliki minimal tiga anggota tim manajemen di luar pemilik bisnis. Program terbuka untuk berbagai sektor industri.
Peserta yang menyelesaikan program akan menerima dua sertifikat dari Stanford Graduate School of Business, masing-masing untuk CEO/founder dan untuk perusahaan.
Lihat Juga :