Cerita Djoko Slamet Pudjorahardjo, Peneliti yang Lulus S2 Teknik Fisika UGM di Usia 68 Tahun

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:33 WIB
loading...
Cerita Djoko Slamet...
Peneliti BRIN Djoko Slamet Pudjorahardjo berhasil menyelesaikan studi Magister Teknik Fisika UGM di usia 68 Tahun. Foto/UGM.
A A A
JAKARTA - Peneliti di Pusat Riset Teknologi Akselerator (PRTA), Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil menyelesaikan studi Magister Teknik Fisika UGM di usia 68 Tahun. Berikut ini kisah inspiratifnya.

Ia adalah Djoko Slamet Pudjorahardjo, peneliti yang menyelesaikan studinya melalui program Magister by Research (MBR) dengan capaian akademik yang membanggakan.

Djoko menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 11 bulan 29 hari dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98. Tesis yang disusunnya berjudul Analisis Desain Sumber Ion Tipe Multicusp untuk Siklotron 30 MeV. Ia diwisuda pada program pascasarjana pada 22-23 April 2026 lalu .

Baca juga: Kisah Launa Silky, Wisudawan Terbaik Magister Unpad dengan Deretan Publikasi Jurnal Q1

Periset yang tergabung dalam Kelompok Riset Teknologi Akselerator Linier tersebut mengungkapkan bahwa keputusan melanjutkan studi magister didorong oleh keinginan untuk terus meningkatkan kompetensi diri, sekaligus dukungan institusi tempatnya bekerja.

“Saya termotivasi melanjutkan studi mengambil gelar magister di UGM karena saya berdomisili dan bekerja di Yogyakarta, kemudian ada kesempatan peningkatan kompetensi SDM dari tempat saya bekerja melalui program Degree by Research,” katanya, dikutip dari laman UGM, Kamis (21/5/2026).

Selain itu, Djoko menilai Program Studi Magister Teknik Fisika Fakultas Teknik UGM sangat relevan dengan bidang pekerjaannya di BRIN yang berfokus pada teknologi akselerator atau pemercepat partikel. “Karena bidang pekerjaan saya berkaitan dengan teknik fisika, maka saya memilih melanjutkan studi Magister Teknik Fisika,” tuturnya.

Baca juga: Kisah Tabitha Ayu, Dari Hobi Seni Jadi Lulusan Terbaik Unesa dengan IPK 3,96

Di balik keberhasilannya, Djoko mengaku menghadapi sejumlah tantangan selama menjalani perkuliahan. Salah satu tantangan terbesar ialah perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, terutama dalam sistem pembelajaran digital yang digunakan di lingkungan kampus.

“Tantangan selama studi di UGM adalah mahasiswa harus familiar dengan teknologi informasi yang digunakan di UGM, sehingga kadang saya merasa gaptek bila dibandingkan dengan mahasiswa lainnya yang rata-rata usianya lebih muda dari saya,” katanya.

Ia menambahkan, beberapa mata kuliah bahkan mengharuskan mahasiswa menggunakan bahasa pemrograman dan berbagai aplikasi untuk menyelesaikan tugas akademik. Meski demikian, Djoko tetap berusaha beradaptasi dan mengikuti perkembangan teknologi demi menyelesaikan studi dengan baik.

“Mereka sangat menghormati mahasiswa senior. Kalau saya mengalami kesulitan, biasanya mereka dengan senang hati membantu,” ungkapnya.

Di usia yang mendekati masa purna tugas, Djoko justru menjadikan pendidikan sebagai sarana untuk membuktikan bahwa semangat belajar tidak dibatasi umur. “Di usia saya yang sudah tidak muda dan hampir purna tugas, saya terdorong untuk bisa menyelesaikan studi dalam waktu yang ditentukan dan membuktikan bahwa saya masih bisa meningkatkan kompetensi melalui studi lanjutan,” ujarnya.

Keberhasilan menyelesaikan pendidikan magister ini pun memiliki makna mendalam bagi Djoko. Selain menjadi pencapaian akademik pribadi, kelulusan tersebut juga menjadi hadiah istimewa menjelang masa pensiunnya.

“Kelulusan ini merupakan hadiah besar menjelang purna tugas saya. Ini juga menjadi bukti bahwa saya telah berusaha memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan yang diberikan institusi untuk kuliah lagi,” katanya.

Djoko juga menyampaikan pesan kepada generasi muda dan para mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan agar selalu menjaga semangat belajar dan percaya pada kemampuan diri sendiri. “Studi harus dijalani dengan penuh semangat, bersungguh-sungguh, dan percaya diri bahwa kita bisa menyelesaikan program studi tepat waktu,” pesannya.

Menurutnya, usia bukanlah penghalang untuk terus menuntut ilmu selama masih ada kemauan dan kemampuan untuk belajar. “Menuntut ilmu tidak terbatas oleh usia, selama kita masih mampu melaksanakannya,” pungkasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Tiara, Anak Penjual...
Kisah Tiara, Anak Penjual Keripik yang Sukses Wujudkan Mimpi Kuliah Kedokteran di UGM
Indonesia Sabet 1 Emas,...
Indonesia Sabet 1 Emas, 2 Perak, dan 2 Perunggu di Olimpiade Fisika Internasional 2026
UGM Terapkan Kurikulum...
UGM Terapkan Kurikulum Baru Mulai 2026, Ini yang Akan Dipelajari Mahasiswa
Perjuangan Andini, Anak...
Perjuangan Andini, Anak Tukang Bengkel yang Diterima di FEB UGM dan Beasiswa Penuh
BRIN Buka Program Magang...
BRIN Buka Program Magang Riset dan Non Riset 2026, Ini Jadwal dan Persyaratannya
Kisah Fathan Diterima...
Kisah Fathan Diterima Kuliah Gratis di UGM, Anak Penjual Kantin yang Pantang Menyerah
UGM Dinilai Keliru Ajukan...
UGM Dinilai Keliru Ajukan Keberatan ke PTUN Jakarta, Bonjowi Hadirkan Saksi Ahli untuk Meluruskan
Dokter Tifa Ungkit 12...
Dokter Tifa Ungkit 12 Tahun Jokowi Jadi Pejabat: Tak Pernah Akui Lulusan UGM hingga Tak Diundang Reuni
Penggugat Ijazah Jokowi...
Penggugat Ijazah Jokowi Minta 9 Tergugat Akui Salah dan Minta Maaf
Rekomendasi
Anis Matta soal Politik...
Anis Matta soal Politik Luar Negeri Bebas Aktif: Jangan Datang kepada Orang Hanya Waktu Kita Punya Masalah
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
32 Negara Siap Meriahkan...
32 Negara Siap Meriahkan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026
Berita Terkini
Tanoto Scholars Gathering...
Tanoto Scholars Gathering 2026 Perkuat Kepemimpinan 240 Penerima Beasiswa TELADAN
FMIPA UNEJ Tanam 750...
FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
Cerita Mutiara, Anak...
Cerita Mutiara, Anak Penjual Tahu Keliling yang Lolos ke ITB dan Raih KIP Kuliah
Profil Pendidikan Febri...
Profil Pendidikan Febri Diansyah, Mantan Jubir KPK yang Kini Jadi Pengacara Febrie Adriansyah
Deretan Universitas...
Deretan Universitas di Spanyol yang Bisa Dituju dengan Beasiswa LPDP, Ada Kampus Pilihanmu?
Selain Sertifikat TKA,...
Selain Sertifikat TKA, Ini Syarat Dokumen SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved