Rektor UIN Jakarta Tekankan Dosen Hebat Kunci Lahirnya Mahasiswa Berkualitas dan Adaptif

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:38 WIB
loading...
Rektor UIN Jakarta Tekankan...
Kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas dosen di lingkungan UIN Jakarta. Foto/UIN Jakarta.
A A A
JAKARTA - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta) Prof. Asep Saepudin Jahar mengajak seluruh dosen untuk terus menumbuhkan kecintaan terhadap profesi pendidik dan menjadikan proses mengajar sebagai panggilan intelektual sepanjang hayat.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas dosen yang digelar sebagai bagian dari upaya penguatan mutu pembelajaran di lingkungan UIN Jakarta.

Menurut Prof. Asep, kualitas pendidikan tinggi sangat ditentukan oleh dedikasi dan keteladanan dosen dalam mendampingi mahasiswa.

Baca juga: Daya Saing UIN Jakarta Kian Impresif, Setengah Lulusan Sudah Kerja Sebelum Wisuda

"Ayo cintai UIN dengan mencintai proses mengajar sampai pensiun. Dosen yang mencintai proses mengajar akan melahirkan mahasiswa yang haus kebenaran," ujar Prof. Asep, melalui siaran pers, Kamis (28/5/2026).

Ia menegaskan bahwa dalam proses pendidikan, sosok dosen memiliki peran yang lebih menentukan dibandingkan sekadar materi ajar yang disampaikan.

"Cara mengajar lebih penting daripada materi yang diajarkan dan pengajar lebih penting dari cara mengajar," tegasnya.

Baca juga: Dugaan Korupsi Aset UIN Syarif Hidayatullah Diselidiki Kejati, Mantan Rektor Turut Dipanggil

Karena itu, lanjut Prof. Asep, peningkatan kompetensi dosen harus menjadi agenda berkelanjutan agar proses pembelajaran mampu membentuk mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan zaman.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Asep juga menyoroti pentingnya transformasi sistem asesmen pembelajaran. Menurutnya, evaluasi pembelajaran perlu dirancang lebih komprehensif dengan mengakomodasi seluruh aspek perkembangan mahasiswa.

"Perlu ada perubahan asesmen pembelajaran yang mengakomodasi semua aspek, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Tidak hanya aspek formatif, UTS, dan UAS yang cenderung dominan mengukur kemampuan kognitif," katanya.

Ia menjelaskan bahwa dunia pendidikan tinggi saat ini dituntut menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga memiliki sikap, etika, kemampuan kolaborasi, serta keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Menurut Prof. Asep, pelatihan yang diselenggarakan merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas dosen dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada mahasiswa.

"Pelatihan ini untuk memperkuat kapasitas kita sebagai dosen dalam mendesain pembelajaran yang relevan, inovatif, dan berpusat pada mahasiswa. Dosen hebat melahirkan lulusan yang mempunyai kemampuan menjawab tantangan zaman," ujarnya.

Melalui penguatan kapasitas dosen dan pembaruan metode pembelajaran, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global, sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Arga, Mahasiswa...
Kisah Arga, Mahasiswa Penerima KIP Kuliah yang Raih Penghargaan Berkat Temuan Celah Claude AI
Puncak Kalpasastra 2026,...
Puncak Kalpasastra 2026, BEMP Sastra Indonesia UNJ Hadirkan Salman Aristo
Ikuti Forum Internasional...
Ikuti Forum Internasional GYC 2026 di Bangkok, Mahasiswa UBSI Siap Serap Pengalaman Global
ITPLN Buka Peluang Ikatan...
ITPLN Buka Peluang Ikatan Kerja Bagi Mahasiswa Lewat Kolaborasi dengan APITU
Pradita University Terapkan...
Pradita University Terapkan Living Laboratory, Mahasiswa Kuliah Sambil Praktik di Hotel
Hadapi Perubahan Dunia...
Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Generasi Muda Perlu Dibekali Soft Skills Sejak Dini
5 Mahasiswa Gugat Pasal...
5 Mahasiswa Gugat Pasal Karet UU ITE ke MK, Minta Perlindungan Kebebasan Berpendapat
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
ITS Dorong Mahasiswa...
ITS Dorong Mahasiswa Kembangkan Inovasi untuk Mendukung Kinerja PLN
Rekomendasi
Kenapa BAIC Taruh Setengah...
Kenapa BAIC Taruh Setengah Nasib 2026 di Tangan T1?
Peta Persaingan Hatchback...
Peta Persaingan Hatchback Crossover EV 2026: BAIC T1 vs BYD Dolphin, Aion UT, GWM Ora, dan MG S5 EV
Cikarang Tumbuh Pesat,...
Cikarang Tumbuh Pesat, Lippoland Luncurkan OAZE Lakeside Homes Hunian Premium
Berita Terkini
KGSB dan Prodi Ilmu...
KGSB dan Prodi Ilmu Komunikasi UAI Perkuat Kapasitas Guru Lewat Public Relations Workshop
Kalahkan Berbagai Negara,...
Kalahkan Berbagai Negara, ITS Raih Juara RoboCup 2026 di Korsel
Ketua Dewan Pembina...
Ketua Dewan Pembina Pelita dan Rektor MNC University Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan Vokasi Nasional
SKK Migas Buka Rekrutmen...
SKK Migas Buka Rekrutmen untuk Lulusan S1, Fresh Graduate Bisa Daftar
Perjuangan Andini, Anak...
Perjuangan Andini, Anak Tukang Bengkel yang Diterima di FEB UGM dan Beasiswa Penuh
Beasiswa TELADAN Cohort...
Beasiswa TELADAN Cohort 2027 Dibuka, Simak Syarat Pendaftarannya
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved