SingCham Uplifting Talkshow 2026 Bekali Generasi Muda Wawasan Studi dan Karier di Singapura
Kamis, 28 Mei 2026 - 18:00 WIB
loading...
Singapore Chamber of Commerce Indonesia (SingCham Indonesia) melalui program SingCham Uplifting Scholarship 2026 menyelenggarakan SingCham Uplifting Talkshow: Singapore Education & Career Journey. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Minat generasi muda Indonesia untuk melanjutkan studi dan membangun karier di tingkat internasional terus meningkat. Menjawab kebutuhan tersebut, Singapore Chamber of Commerce Indonesia (SingCham Indonesia) melalui program SingCham Uplifting Scholarship 2026 sukses menyelenggarakan SingCham Uplifting Talkshow: Singapore Education & Career Journey, pada Sabtu (23/5/2026).
Acara yang diselenggarakan oleh Kinobi AI dan didukung Singapore Global Network (SGN) ini dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa , fresh graduate, profesional muda, perwakilan pusat karier perguruan tinggi, serta komunitas kepemudaan dari wilayah Jabodetabek dan Bandung.
Baca juga: Rektor UIN Jakarta Tekankan Dosen Hebat Kunci Lahirnya Mahasiswa Berkualitas dan Adaptif
Melalui rangkaian sesi inspiratif dan diskusi interaktif, peserta memperoleh wawasan mengenai peluang studi pascasarjana di Singapura, strategi mendapatkan beasiswa, kesiapan finansial untuk studi luar negeri, hingga prospek karier di ekosistem kerja global yang semakin kompetitif.
Acara dibuka oleh Chairman Singapore Chamber of Commerce Indonesia, Shoeb Kagda. Ia menegaskan bahwa program SingCham Uplifting Scholarship tidak hanya berfokus pada bantuan pendidikan, tetapi juga membuka kesempatan bagi penerima beasiswa untuk memperoleh pengalaman profesional melalui program magang di perusahaan-perusahaan Singapura.
“Ketika kami berbicara tentang beasiswa ini, fokusnya bukan hanya pada bantuan finansial. Kami juga mengintegrasikan program magang sehingga para penerima beasiswa memiliki kesempatan untuk merasakan langsung pengalaman bekerja di perusahaan-perusahaan Singapura," katanya, melalui siaran pers, Kamis (28/5/2026).
"Melalui pengalaman tersebut, mereka dapat memahami budaya kerja global, melihat bagaimana perusahaan internasional beroperasi di Indonesia, serta membangun kemampuan untuk berkolaborasi dengan mitra dari berbagai negara. Pada akhirnya, kita hidup di dunia yang semakin terhubung secara global, dan itulah yang menjadi salah satu tujuan utama program ini,” ujar Shoeb Kagda.
"Melalui pengalaman tersebut, mereka dapat memahami budaya kerja global, melihat bagaimana perusahaan internasional beroperasi di Indonesia, serta membangun kemampuan untuk berkolaborasi dengan mitra dari berbagai negara. Pada akhirnya, kita hidup di dunia yang semakin terhubung secara global, dan itulah yang menjadi salah satu tujuan utama program ini,” ujar Shoeb Kagda.
Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Patrina Lim, Market Director Singapore Global Network, yang hadir bersama Marcus Hee, Director Singapore Global Network, serta Winnie Toh, Market Director Singapore Global Network.
Market Director Singapore Global Network, Patrina Lim menyoroti pentingnya investasi dalam pengembangan talenta sebagai salah satu fondasi hubungan erat antara Indonesia dan Singapura.
“Investasi pada pengembangan talenta seperti ini mencerminkan puluhan tahun kolaborasi yang telah terjalin antara Indonesia dan Singapura, baik melalui institusi pendidikan, program beasiswa, kemitraan riset, maupun kesempatan magang. Seluruh inisiatif tersebut berkontribusi dalam membangun hubungan antarmasyarakat yang menjadi fondasi kuat hubungan kedua negara," ujarnya.
"Melalui berbagai peluang yang diperkenalkan dalam acara ini, kami mengundang generasi muda Indonesia untuk terus berkembang, berkontribusi, dan menjadi bagian dari komunitas global yang memiliki keterhubungan dengan Singapura,” lanjut Patrina Lim.
Sebagai penyelenggara acara, Co-Founder dan CEO Kinobi AI Hafiz Kasman menyampaikan optimismenya terhadap kualitas talenta muda Indonesia yang semakin kompetitif di tingkat regional maupun global.
“Saya selalu terkesan dengan semangat dan kualitas talenta Indonesia. Ketika kami mendirikan perusahaan di Singapura lima tahun lalu, kami tidak menyangka akan melihat begitu banyak talenta Indonesia yang luar biasa. Saat membuka lowongan pekerjaan dan program magang, kami menemukan bahwa banyak mahasiswa Indonesia telah memiliki pengalaman yang sangat kuat, bahkan menjalani beberapa program magang sebelum lulus,” ujar Hafiz Kasman.
Rangkaian sesi diawali dengan Financial Literacy yang dibawakan oleh Mohamad Irfan, Wealth Management Research Specialist UOB Indonesia. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini, strategi perencanaan finansial untuk pendidikan lanjutan, serta langkah-langkah membangun fondasi keuangan yang sehat guna mendukung tujuan akademik dan karier jangka panjang.
Selanjutnya, peserta memperoleh wawasan mengenai persiapan melanjutkan studi di Singapura melalui sesi Building Your Singapore Study Journey yang dibawakan oleh Audy Umboh, Deputy Head of Student Recruitment Singapore Management University (SMU).
Sesi ini membahas proses pendaftaran universitas, persiapan dokumen, hingga strategi membangun profil yang kompetitif untuk melanjutkan studi S2 maupun S3 di Singapura.
Peserta juga mendapatkan perspektif langsung melalui sesi LPDP & Singapore Alumni Talk Show: What It's Really Like to Study in Singapore yang menghadirkan alumni penerima beasiswa LPDP dari tiga universitas terkemuka Singapura, yaitu Fitriana Nur Rachmah (Nanyang Technological University), Fakhri Nurfaiz (National University of Singapore), dan Khansa Nadhira (Singapore Management University).
Dalam sesi tersebut, para alumni berbagi pengalaman mengenai proses memperoleh beasiswa, kehidupan akademik di Singapura, tantangan beradaptasi di lingkungan internasional, hingga manfaat pendidikan global terhadap pengembangan karier dan jejaring profesional.
Sebagai penutup, sesi Future-Ready Careers in Singapore's Ecosystem menghadirkan Damien Lim, Founder and Chairman Titan Corporation, Hafiz Kasman, Co-Founder dan CEO Kinobi AI, serta Ferry Prihardi, Manager APRW Indonesia dan freelance news anchor.
Diskusi membahas tren industri masa depan, keterampilan yang semakin dibutuhkan oleh perusahaan global, serta peluang yang dapat dimanfaatkan talenta muda Indonesia untuk membangun karier di lingkungan kerja yang semakin terhubung secara internasional.
Acara yang diselenggarakan oleh Kinobi AI dan didukung Singapore Global Network (SGN) ini dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa , fresh graduate, profesional muda, perwakilan pusat karier perguruan tinggi, serta komunitas kepemudaan dari wilayah Jabodetabek dan Bandung.
Baca juga: Rektor UIN Jakarta Tekankan Dosen Hebat Kunci Lahirnya Mahasiswa Berkualitas dan Adaptif
Melalui rangkaian sesi inspiratif dan diskusi interaktif, peserta memperoleh wawasan mengenai peluang studi pascasarjana di Singapura, strategi mendapatkan beasiswa, kesiapan finansial untuk studi luar negeri, hingga prospek karier di ekosistem kerja global yang semakin kompetitif.
Acara dibuka oleh Chairman Singapore Chamber of Commerce Indonesia, Shoeb Kagda. Ia menegaskan bahwa program SingCham Uplifting Scholarship tidak hanya berfokus pada bantuan pendidikan, tetapi juga membuka kesempatan bagi penerima beasiswa untuk memperoleh pengalaman profesional melalui program magang di perusahaan-perusahaan Singapura.
“Ketika kami berbicara tentang beasiswa ini, fokusnya bukan hanya pada bantuan finansial. Kami juga mengintegrasikan program magang sehingga para penerima beasiswa memiliki kesempatan untuk merasakan langsung pengalaman bekerja di perusahaan-perusahaan Singapura," katanya, melalui siaran pers, Kamis (28/5/2026).
"Melalui pengalaman tersebut, mereka dapat memahami budaya kerja global, melihat bagaimana perusahaan internasional beroperasi di Indonesia, serta membangun kemampuan untuk berkolaborasi dengan mitra dari berbagai negara. Pada akhirnya, kita hidup di dunia yang semakin terhubung secara global, dan itulah yang menjadi salah satu tujuan utama program ini,” ujar Shoeb Kagda.
"Melalui pengalaman tersebut, mereka dapat memahami budaya kerja global, melihat bagaimana perusahaan internasional beroperasi di Indonesia, serta membangun kemampuan untuk berkolaborasi dengan mitra dari berbagai negara. Pada akhirnya, kita hidup di dunia yang semakin terhubung secara global, dan itulah yang menjadi salah satu tujuan utama program ini,” ujar Shoeb Kagda.
Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Patrina Lim, Market Director Singapore Global Network, yang hadir bersama Marcus Hee, Director Singapore Global Network, serta Winnie Toh, Market Director Singapore Global Network.
Market Director Singapore Global Network, Patrina Lim menyoroti pentingnya investasi dalam pengembangan talenta sebagai salah satu fondasi hubungan erat antara Indonesia dan Singapura.
“Investasi pada pengembangan talenta seperti ini mencerminkan puluhan tahun kolaborasi yang telah terjalin antara Indonesia dan Singapura, baik melalui institusi pendidikan, program beasiswa, kemitraan riset, maupun kesempatan magang. Seluruh inisiatif tersebut berkontribusi dalam membangun hubungan antarmasyarakat yang menjadi fondasi kuat hubungan kedua negara," ujarnya.
"Melalui berbagai peluang yang diperkenalkan dalam acara ini, kami mengundang generasi muda Indonesia untuk terus berkembang, berkontribusi, dan menjadi bagian dari komunitas global yang memiliki keterhubungan dengan Singapura,” lanjut Patrina Lim.
Sebagai penyelenggara acara, Co-Founder dan CEO Kinobi AI Hafiz Kasman menyampaikan optimismenya terhadap kualitas talenta muda Indonesia yang semakin kompetitif di tingkat regional maupun global.
“Saya selalu terkesan dengan semangat dan kualitas talenta Indonesia. Ketika kami mendirikan perusahaan di Singapura lima tahun lalu, kami tidak menyangka akan melihat begitu banyak talenta Indonesia yang luar biasa. Saat membuka lowongan pekerjaan dan program magang, kami menemukan bahwa banyak mahasiswa Indonesia telah memiliki pengalaman yang sangat kuat, bahkan menjalani beberapa program magang sebelum lulus,” ujar Hafiz Kasman.
Rangkaian sesi diawali dengan Financial Literacy yang dibawakan oleh Mohamad Irfan, Wealth Management Research Specialist UOB Indonesia. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini, strategi perencanaan finansial untuk pendidikan lanjutan, serta langkah-langkah membangun fondasi keuangan yang sehat guna mendukung tujuan akademik dan karier jangka panjang.
Selanjutnya, peserta memperoleh wawasan mengenai persiapan melanjutkan studi di Singapura melalui sesi Building Your Singapore Study Journey yang dibawakan oleh Audy Umboh, Deputy Head of Student Recruitment Singapore Management University (SMU).
Sesi ini membahas proses pendaftaran universitas, persiapan dokumen, hingga strategi membangun profil yang kompetitif untuk melanjutkan studi S2 maupun S3 di Singapura.
Peserta juga mendapatkan perspektif langsung melalui sesi LPDP & Singapore Alumni Talk Show: What It's Really Like to Study in Singapore yang menghadirkan alumni penerima beasiswa LPDP dari tiga universitas terkemuka Singapura, yaitu Fitriana Nur Rachmah (Nanyang Technological University), Fakhri Nurfaiz (National University of Singapore), dan Khansa Nadhira (Singapore Management University).
Dalam sesi tersebut, para alumni berbagi pengalaman mengenai proses memperoleh beasiswa, kehidupan akademik di Singapura, tantangan beradaptasi di lingkungan internasional, hingga manfaat pendidikan global terhadap pengembangan karier dan jejaring profesional.
Sebagai penutup, sesi Future-Ready Careers in Singapore's Ecosystem menghadirkan Damien Lim, Founder and Chairman Titan Corporation, Hafiz Kasman, Co-Founder dan CEO Kinobi AI, serta Ferry Prihardi, Manager APRW Indonesia dan freelance news anchor.
Diskusi membahas tren industri masa depan, keterampilan yang semakin dibutuhkan oleh perusahaan global, serta peluang yang dapat dimanfaatkan talenta muda Indonesia untuk membangun karier di lingkungan kerja yang semakin terhubung secara internasional.
(nnz)
Lihat Juga :