Perkuat Literasi Anak Indonesia, Cerita Rakyat dan Kisah Teladan Hadir dalam Format Digital

Senin, 08 Juni 2026 - 15:06 WIB
loading...
Perkuat Literasi Anak...
Peluncuran program digital storytelling pada perayaan HUT ke-10 Vox Populi Institute. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Rendahnya tingkat literasi anak Indonesia masih menjadi tantangan besar di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Di sisi lain, anak-anak kini menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial dan platform digital dibandingkan dengan membaca buku konvensional.

Melihat kondisi tersebut, sebuah program digital storytelling lintas platform diluncurkan sebagai upaya menghadirkan cerita rakyat dan kisah-kisah teladan dalam format yang lebih dekat dengan kehidupan generasi masa kini.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-10 organisasi kemasyarakatan Katolik, Vox Populi Institute Indonesia (Vox Point Indonesia).

Baca juga: Rekrutmen PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Dibuka Hari Ini, Cek Link Pendaftarannya

Program tersebut menghadirkan dua kanal utama, yakni Kisah Santo bersama Ki Petrus yang menyajikan kisah para Santo dan Santa dalam tradisi Gereja Katolik, serta Cerita Rakyat Nyi Dayat yang mengangkat cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia.

Seluruh konten dapat diakses melalui TikTok, Instagram, dan YouTube sehingga menjangkau anak-anak, orang tua, guru, komunitas pendidikan, hingga masyarakat umum.

Penggagas sekaligus produser program, Indra Charismiadji, mengatakan bahwa ide tersebut lahir dari keyakinan bahwa cerita memiliki kekuatan besar dalam membentuk kecerdasan, imajinasi, karakter, dan kemampuan berpikir anak.

Ia mengutip pernyataan ilmuwan Albert Einstein yang menyebutkan bahwa dongeng berperan penting dalam membangun kecerdasan anak. Menurutnya, pesan tersebut justru semakin relevan di era digital saat ini.

“Einstein sudah mengingatkan bahwa dongeng bukan sekadar hiburan. Dongeng adalah pintu masuk bagi imajinasi, rasa ingin tahu, kemampuan berbahasa, daya nalar, dan pembentukan karakter anak. Pertanyaannya, bagaimana pesan itu kita terjemahkan di era digital? Anak-anak hari ini hidup di ruang digital. Karena itu, kita perlu menghadirkan dongeng, kisah keteladanan, dan cerita rakyat ke dalam format yang dekat dengan kehidupan mereka,” ujar Indra, melalui siaran pers, dikutip Senin (8/6/2026).

Menurut Indra, digital storytelling dipilih karena mampu menjawab dua persoalan sekaligus, yakni rendahnya literasi anak dan terbatasnya akses terhadap bahan bacaan berkualitas di berbagai daerah.

Ia menegaskan bahwa buku cetak tetap memiliki peran penting, namun biaya produksi dan distribusi sering kali menjadi kendala. Sementara melalui platform digital, satu karya dapat menjangkau lebih banyak anak dengan biaya yang lebih efisien dan akses yang lebih luas.

“Melalui platform digital, satu karya dapat menjangkau lebih banyak anak, lebih cepat, lebih murah, dan dapat diakses dari mana saja. Inilah ikhtiar kami membawa semangat dongeng ke ruang digital tanpa kehilangan nilai pendidikan, budaya, dan spiritualitasnya,” katanya.

Lebih jauh, Indra menilai program tersebut bukan sekadar produksi konten digital, melainkan bagian dari upaya nyata menjawab persoalan literasi yang selama puluhan tahun menjadi perhatian dalam berbagai survei internasional, termasuk Programme for International Student Assessment (PISA).

“Selama ini kita terlalu sering membicarakan krisis literasi dalam bentuk angka dan peringkat. Padahal di balik angka itu ada anak-anak yang kehilangan kesempatan untuk memahami dunia melalui bacaan. Karena itu, kita harus menghadirkan solusi yang konkret, menarik, dan sesuai dengan bahasa zaman,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa cerita merupakan media efektif untuk membangun kemampuan literasi sejak dini. Melalui cerita, anak belajar memahami bahasa, hubungan sebab-akibat, konflik, nilai moral, empati, hingga mengembangkan imajinasi.

Karena itu, kisah para santo dan santa serta cerita rakyat Nusantara dipilih sebagai dua pintu masuk yang saling melengkapi. Selain memperkenalkan nilai keteladanan, konten tersebut juga berperan dalam menjaga warisan budaya dan memperkuat identitas kebangsaan.

Ketua Umum DPN Vox Point Indonesia, Y. Handojo Budhisedjati, mengatakan peluncuran program ini merupakan bentuk kontribusi nyata organisasi dalam mendukung pendidikan dan pembangunan karakter bangsa.

“Pada usia yang ke-10 tahun ini, kami ingin mempersembahkan sesuatu yang konkret, bermanfaat, dan dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, di mana saja. Pendidikan adalah urusan seluruh bangsa, dan literasi adalah fondasi peradaban,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C., mengapresiasi hadirnya program tersebut. Menurutnya, inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa organisasi kemasyarakatan dapat berperan aktif dalam menjawab tantangan pendidikan dan pembentukan karakter di era digital.

“Kami mengapresiasi karya nyata yang tidak berhenti pada wacana, tetapi menghadirkan sesuatu yang dapat digunakan oleh masyarakat luas. Pendidikan, literasi, dan pembentukan karakter adalah tanggung jawab bersama demi kebaikan masyarakat,” katanya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buku “Misi untuk Raka”...
Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
4.700 Perpustakaan Sekolah...
4.700 Perpustakaan Sekolah Direvitalisasi, Kemendikdasmen Dorong Literasi
Buku Teladan Sang Menteri...
Buku 'Teladan Sang Menteri' Diluncurkan, Ungkap Kepemimpinan Religius Nasaruddin Umar
Mudik Lebaran Edukatif,...
Mudik Lebaran Edukatif, 24 Ribu Buku Gratis Dibagikan di Stasiun hingga Pelabuhan
Layanan iPusnas Segera...
Layanan iPusnas Segera Pulih Bertahap, Perpusnas Prioritaskan Versi Android
Siswi SDN Cikini 01...
Siswi SDN Cikini 01 Antusias Dapat Buku Bacaan Baru dari MNC Peduli: Petualangan Baru
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
HUT ke-27 PNM, Ribuan...
HUT ke-27 PNM, Ribuan Buku Hadirkan Semangat Literasi bagi Anak-anak Pelosok
Mengelola Sawit untuk...
Mengelola Sawit untuk Indonesia yang Kuat
Rekomendasi
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Berita Terkini
UGM Masuk Peringkat...
UGM Masuk Peringkat 41 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Naik Signifikan
ITS Tembus Peringkat...
ITS Tembus Peringkat 101-200 Besar Dunia di THE Impact Ratings 2026
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Unpad Terima 4.268 Calon...
Unpad Terima 4.268 Calon Mahasiswa di Jalur SMUP 2026, Cek Tahapan Daftar Ulang
Infografis
Spesifikasi dan Daya...
Spesifikasi dan Daya Tempur Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved