UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
Senin, 08 Juni 2026 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
"Saya mengapresiasi para pimpinan PTKIN yang telah melakukan strategi 'jemput bola' untuk menjaring calon mahasiswa terbaik di wilayahnya masing-masing. Terima kasih kepada seluruh panitia yang bekerja maksimal, sehingga minat masyarakat terus berkembang. Ini membuktikan bahwa keberadaan program studi di PTKIN sangat inklusif bagi siapa pun dan terbuka ramah untuk beragam latar belakang kepercayaan," tambahnya.
Karakter inklusif dan jangkauan yang kian mendunia ini dipertegas oleh Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof. Dr. Abd. Aziz. Dalam laporannya, ia memaparkan data objektif yang menunjukkan bahwa PTKIN kini telah menjadi ruang belajar yang aman dan setara bagi kelompok disabilitas serta masyarakat multi-keyakinan, bahkan hingga lintas negara.
"Tahun ini, UM-PTKIN diikuti oleh 43 peserta difabel dengan rincian 11 siswa tuna netra, 8 tuna rungu, 7 tuna daksa, dan 17 tuna grahita. Kami memastikan seluruh titik lokasi ujian memberikan fasilitas terbaik dan akses yang ramah bagi mereka," papar Prof. Abd. Aziz.
Lebih lanjut, Prof. Abd. Aziz mengungkapkan dinamika menarik di mana kampus Islam negeri semakin diminati oleh kalangan non-muslim dan komunitas internasional.
"Tercatat ada 20 peserta non-muslim yang mengikuti ujian tahun ini, meliputi 17 pendaftar beragama Kristen, 2 Katolik, dan 1 dari aliran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Tidak hanya itu, pada pergelaran tahun ini, kami juga bangga karena terdapat mahasiswa asing, salah satunya dari Papua Nugini, yang ikut ambil bagian dalam seleksi UM-PTKIN untuk menempuh studi di Indonesia," jelasnya.
Karakter inklusif dan jangkauan yang kian mendunia ini dipertegas oleh Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof. Dr. Abd. Aziz. Dalam laporannya, ia memaparkan data objektif yang menunjukkan bahwa PTKIN kini telah menjadi ruang belajar yang aman dan setara bagi kelompok disabilitas serta masyarakat multi-keyakinan, bahkan hingga lintas negara.
"Tahun ini, UM-PTKIN diikuti oleh 43 peserta difabel dengan rincian 11 siswa tuna netra, 8 tuna rungu, 7 tuna daksa, dan 17 tuna grahita. Kami memastikan seluruh titik lokasi ujian memberikan fasilitas terbaik dan akses yang ramah bagi mereka," papar Prof. Abd. Aziz.
Lebih lanjut, Prof. Abd. Aziz mengungkapkan dinamika menarik di mana kampus Islam negeri semakin diminati oleh kalangan non-muslim dan komunitas internasional.
"Tercatat ada 20 peserta non-muslim yang mengikuti ujian tahun ini, meliputi 17 pendaftar beragama Kristen, 2 Katolik, dan 1 dari aliran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Tidak hanya itu, pada pergelaran tahun ini, kami juga bangga karena terdapat mahasiswa asing, salah satunya dari Papua Nugini, yang ikut ambil bagian dalam seleksi UM-PTKIN untuk menempuh studi di Indonesia," jelasnya.
(nnz)
Lihat Juga :