Kisah Perjuangan Putri Buruh Terasi Rembang Raih Doktor dari UIN Walisongo
Kamis, 11 Juni 2026 - 16:51 WIB
loading...
Putri buruh terasi asal Rembang, Rahmah menyelesaikan studi doktoral di UIN Walisongo Semarang melalui skema Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Aroma tajam terasi yang terbawa angin di Desa Bonang, Kabupaten Rembang menjadi saksi bisu perjalanan panjang Mamluatur Rahmah dalam mengejar mimpi besarnya. Sebagai putri seorang buruh terasi, ia berhasil mendobrak tembok stigma yang menyebut kemiskinan sebagai penghalang prestasi.
Puncaknya, Rahmah resmi menyelesaikan studi doktoralnya di UIN Walisongo Semarang melalui skema Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama, pada Rabu (10/6/2026). Bagi Rahmah, jalan menuju gelar tertinggi akademik ini tidaklah bertabur kemudahan.
Ia tumbuh di tengah keluarga sederhana dengan keyakinan teguh bahwa pendidikan adalah eskalator utama untuk mengangkat derajat dan nasib keluarga. Di lingkungannya, cita-cita menempuh jenjang S3 bagi anak seorang buruh seringkali dianggap sebagai angan-angan yang terlalu muluk.
Namun, bagi Rahmah, tetesan keringat orang tuanya yang setiap hari bergulat dengan udang rebon justru menjadi bahan bakar semangatnya. Keberhasilan ini mustahil terwujud tanpa program BIB, sebuah kolaborasi strategis antara Kemenag dan LPDP yang menyasar kader-kader unggul dari lingkungan pesantren dan pendidikan Islam.
Puncaknya, Rahmah resmi menyelesaikan studi doktoralnya di UIN Walisongo Semarang melalui skema Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama, pada Rabu (10/6/2026). Bagi Rahmah, jalan menuju gelar tertinggi akademik ini tidaklah bertabur kemudahan.
Ia tumbuh di tengah keluarga sederhana dengan keyakinan teguh bahwa pendidikan adalah eskalator utama untuk mengangkat derajat dan nasib keluarga. Di lingkungannya, cita-cita menempuh jenjang S3 bagi anak seorang buruh seringkali dianggap sebagai angan-angan yang terlalu muluk.
Namun, bagi Rahmah, tetesan keringat orang tuanya yang setiap hari bergulat dengan udang rebon justru menjadi bahan bakar semangatnya. Keberhasilan ini mustahil terwujud tanpa program BIB, sebuah kolaborasi strategis antara Kemenag dan LPDP yang menyasar kader-kader unggul dari lingkungan pesantren dan pendidikan Islam.
Lihat Juga :