Midcare Expo 2026 FK Unair, Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
Jum'at, 12 Juni 2026 - 13:09 WIB
loading...
A
A
A
Padahal, anemia pra-konsepsi yang berlanjut hingga kehamilan berisiko memicu pendarahan saat persalinan serta meningkatkan angka kematian ibu dan bayi. "Berangkat dari masalah tersebut, mahasiswa menciptakan gummies, puding, hingga pastry berbahan lokal seperti buah bit dan bayam merah yang dikemas secara kekinian dan disukai remaja," ujarnya.
Midcare Expo tahun ini tampil berbeda dan menunjukkan progres signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pada edisi 2026 ini, mahasiswa diwajibkan melakukan pilot selling atau uji coba penjualan langsung kepada masyarakat umum, salah satunya di area Car Free Day (CFD) Taman Bungkul, sebelum produk dipamerkan di lingkungan kampus.
Proses pembuatan produk pun tidak dilakukan secara sembarangan. Mahasiswa wajib melewati tahapan Research and Development (R&D) yang ketat, khususnya untuk memastikan aspek keamanan pangan (safety) dan batas aman konsumsi. Mereka melakukan uji ketahanan produk, baik dalam suhu ruang, lemari pendingin (chiller), maupun pembeku (freezer). Baca juga: Indonesia Tertinggal dari Negara Tetangga, Rasio Kewirausahaan Baru 3,2%
Melalui bimbingan intensif dari fasilitator, mahasiswa tidak hanya belajar menciptakan produk, tetapi juga dibekali kemampuan manajemen bisnis formal, seperti penghitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), Break-Even Point (BEP), hingga penentuan margin keuntungan. Berdasarkan evaluasi pasca kegiatan, seluruh kelompok berhasil membukukan profit.
Melalui MidCare Expo 2026, lulusan Kebidanan FK UNAIR diharapkan tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan kerja secara mandiri melalui pendirian Klinik atau Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) yang inovatif, solutif, dan berbasis pelayanan komplementer.
Midcare Expo tahun ini tampil berbeda dan menunjukkan progres signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pada edisi 2026 ini, mahasiswa diwajibkan melakukan pilot selling atau uji coba penjualan langsung kepada masyarakat umum, salah satunya di area Car Free Day (CFD) Taman Bungkul, sebelum produk dipamerkan di lingkungan kampus.
Proses pembuatan produk pun tidak dilakukan secara sembarangan. Mahasiswa wajib melewati tahapan Research and Development (R&D) yang ketat, khususnya untuk memastikan aspek keamanan pangan (safety) dan batas aman konsumsi. Mereka melakukan uji ketahanan produk, baik dalam suhu ruang, lemari pendingin (chiller), maupun pembeku (freezer). Baca juga: Indonesia Tertinggal dari Negara Tetangga, Rasio Kewirausahaan Baru 3,2%
Melalui bimbingan intensif dari fasilitator, mahasiswa tidak hanya belajar menciptakan produk, tetapi juga dibekali kemampuan manajemen bisnis formal, seperti penghitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), Break-Even Point (BEP), hingga penentuan margin keuntungan. Berdasarkan evaluasi pasca kegiatan, seluruh kelompok berhasil membukukan profit.
Melalui MidCare Expo 2026, lulusan Kebidanan FK UNAIR diharapkan tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan kerja secara mandiri melalui pendirian Klinik atau Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) yang inovatif, solutif, dan berbasis pelayanan komplementer.
(poe)
Lihat Juga :