Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
Senin, 15 Juni 2026 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Ia menjelaskan bahwa kesiapan masuk SD tidak hanya diukur dari kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Ada enam aspek perkembangan yang perlu diperhatikan, yaitu kognitif, fisik-motorik, sosial, emosional, moral-spiritual, dan bahasa.
Baca juga: Daftar SD dan SMP Swasta Gratis di SPMB Kota Semarang 2026, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya
Dari sisi kognitif, anak yang siap masuk SD sudah mampu berpikir lebih konkret, menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi, serta mulai memiliki kemampuan berpikir kritis. Sementara dari aspek fisik-motorik, anak sudah mampu melakukan berbagai aktivitas secara mandiri, seperti menggunakan toilet, mencuci tangan, hingga mengikuti instruksi sederhana.
Kematangan sosial dan emosional juga menjadi indikator penting. Anak yang siap sekolah umumnya sudah mampu berbagi, bekerja sama, berempati, menghormati orang lain, serta mengendalikan emosinya dengan lebih baik. Menurut Prof Dwi, kemampuan-kemampuan tersebut merupakan bekal penting agar anak dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan proses belajar yang lebih terstruktur.
Baca juga: Pendaftaran SPMB SD Kota Bogor 2026 Mulai 8 Juni, Ini Syarat dan Cara Seleksinya
Sebaliknya, jika anak masuk SD sebelum siap secara perkembangan, terdapat sejumlah risiko yang dapat muncul. Salah satunya adalah menurunnya rasa percaya diri karena merasa tertinggal dibandingkan teman-teman sebayanya. Kondisi ini dapat memicu stres, perasaan minder, hingga meningkatkan risiko menjadi korban perundungan.
Baca juga: Daftar SD dan SMP Swasta Gratis di SPMB Kota Semarang 2026, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya
Dari sisi kognitif, anak yang siap masuk SD sudah mampu berpikir lebih konkret, menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi, serta mulai memiliki kemampuan berpikir kritis. Sementara dari aspek fisik-motorik, anak sudah mampu melakukan berbagai aktivitas secara mandiri, seperti menggunakan toilet, mencuci tangan, hingga mengikuti instruksi sederhana.
Kematangan sosial dan emosional juga menjadi indikator penting. Anak yang siap sekolah umumnya sudah mampu berbagi, bekerja sama, berempati, menghormati orang lain, serta mengendalikan emosinya dengan lebih baik. Menurut Prof Dwi, kemampuan-kemampuan tersebut merupakan bekal penting agar anak dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan proses belajar yang lebih terstruktur.
Baca juga: Pendaftaran SPMB SD Kota Bogor 2026 Mulai 8 Juni, Ini Syarat dan Cara Seleksinya
Sebaliknya, jika anak masuk SD sebelum siap secara perkembangan, terdapat sejumlah risiko yang dapat muncul. Salah satunya adalah menurunnya rasa percaya diri karena merasa tertinggal dibandingkan teman-teman sebayanya. Kondisi ini dapat memicu stres, perasaan minder, hingga meningkatkan risiko menjadi korban perundungan.
Lihat Juga :