Pradita University Terapkan Living Laboratory, Mahasiswa Kuliah Sambil Praktik di Hotel
Selasa, 23 Juni 2026 - 15:20 WIB
loading...
Pradita University menggandeng industri perhotelan guna menghadirkan terobosan pembelajaran berbasis industri.Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap lulusan yang siap kerja, Pradita University menghadirkan terobosan pembelajaran berbasis industri.
Mahasiswa Program Studi Pariwisata tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga akan menjalani proses pembelajaran langsung di lingkungan operasional hotel selama dua semester melalui konsep living laboratory.
Dalam kesempatan ini Pradita University menggandeng Ascott International Management Indonesia dan Harris Hotel & Convention Serpong.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) oleh Rektor Pradita University, Prof. Richardus Eko Indrajit, Country Director of People & Culture PT Ascott International Management Indonesia Albertha Sekundarti, serta General Manager Harris Hotel & Convention Serpong Lut Abader. Penandatanganan ini turut disaksikan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Pradita Indonesia, Aida Halim.
Baca juga: Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
Kolaborasi tersebut menjadi implementasi nyata pendekatan Outcome-Based Education (OBE) yang diterapkan Pradita University. Dalam pendekatan ini, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari penguasaan teori, tetapi juga dari kompetensi nyata yang dimiliki mahasiswa sesuai kebutuhan industri.
Executive Director Unit Edukasi PT Summarecon Agung sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Pradita Indonesia, Aida Halim, menegaskan bahwa pendidikan tinggi saat ini harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia profesional sejak dini.
Baca juga: Unpad Umumkan Hasil SMUP 2026 Hari Ini, Cek Info Registrasi hingga UKT
“Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyata, dinamis, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Lewat konsep living laboratory, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga merasakan langsung bagaimana industri berjalan sehari-hari," katanya, melalui siaran pers, Selasa (23/6/2026).
Aida menambahkan, ,ahasiswa dapat memahami bagaimana operasional industri berjalan, belajar menghadapi tantangan secara langsung, sekaligus membangun pola pikir profesional sejak dini.
Ia berharap, kolaborasi ini akan dapat membantu melahirkan lulusan yang lebih siap kerja, adaptif terhadap perubahan, dan memiliki kemampuan yang benar-benar dibutuhkan industri,.
Program ini akan mulai diimplementasikan pada September 2026 di Harris Hotel & Convention Serpong. Hotel tersebut dipilih karena memiliki ekosistem operasional yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif, mulai dari layanan tamu, pengelolaan acara, hingga operasional bisnis perhotelan secara menyeluruh.
Melalui program Integrated Learning, mahasiswa akan menjalani pembelajaran teori selama dua minggu di kampus dan dua minggu berikutnya di Harris Hotel & Convention Serpong. Skema ini akan berlangsung secara berkelanjutan selama dua semester masa studi.
Model pembelajaran tersebut semakin memperkuat posisi Pradita University sebagai salah satu perguruan tinggi yang mengembangkan konsep living laboratory, yakni menjadikan lingkungan bisnis dan industri sebagai bagian integral dari proses pembelajaran.
Dengan pendekatan ini, kampus tidak lagi menjadi ruang yang terpisah dari dunia kerja, melainkan terhubung langsung dengan ekosistem industri yang sesungguhnya.
Country Director of People & Culture PT Ascott International Management Indonesia, Albertha Sekundarti, menyampaikan bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan industri merupakan langkah penting dalam menciptakan ekosistem pengembangan talenta yang berkelanjutan.
“Kolaborasi ini juga memberikan berbagai manfaat strategis bagi Ascott. Selain mendukung pengembangan pendidikan, kerja sama ini memungkinkan kami berkontribusi secara aktif dalam membangun talenta yang kuat dan berkelanjutan bagi industri perhotelan Indonesia," terangnya.
"Kami memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman operasional, budaya pelayanan, serta praktik terbaik yang kami miliki, sekaligus memperoleh perspektif baru dari dunia akademik. Untuk itu kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Ascott dan berharap kemitraan ini dapat terus berkembang menjadi kolaborasi yang berkelanjutan dan berdampak positif,” pungkasnya.
Ke depan, konsep Living Laboratory berbasis Outcome-Based Education akan terus diperluas ke berbagai program studi.
Mahasiswa Program Studi Pariwisata tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga akan menjalani proses pembelajaran langsung di lingkungan operasional hotel selama dua semester melalui konsep living laboratory.
Dalam kesempatan ini Pradita University menggandeng Ascott International Management Indonesia dan Harris Hotel & Convention Serpong.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) oleh Rektor Pradita University, Prof. Richardus Eko Indrajit, Country Director of People & Culture PT Ascott International Management Indonesia Albertha Sekundarti, serta General Manager Harris Hotel & Convention Serpong Lut Abader. Penandatanganan ini turut disaksikan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Pradita Indonesia, Aida Halim.
Baca juga: Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
Kolaborasi tersebut menjadi implementasi nyata pendekatan Outcome-Based Education (OBE) yang diterapkan Pradita University. Dalam pendekatan ini, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari penguasaan teori, tetapi juga dari kompetensi nyata yang dimiliki mahasiswa sesuai kebutuhan industri.
Executive Director Unit Edukasi PT Summarecon Agung sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Pradita Indonesia, Aida Halim, menegaskan bahwa pendidikan tinggi saat ini harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia profesional sejak dini.
Baca juga: Unpad Umumkan Hasil SMUP 2026 Hari Ini, Cek Info Registrasi hingga UKT
“Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyata, dinamis, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Lewat konsep living laboratory, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga merasakan langsung bagaimana industri berjalan sehari-hari," katanya, melalui siaran pers, Selasa (23/6/2026).
Aida menambahkan, ,ahasiswa dapat memahami bagaimana operasional industri berjalan, belajar menghadapi tantangan secara langsung, sekaligus membangun pola pikir profesional sejak dini.
Ia berharap, kolaborasi ini akan dapat membantu melahirkan lulusan yang lebih siap kerja, adaptif terhadap perubahan, dan memiliki kemampuan yang benar-benar dibutuhkan industri,.
Program ini akan mulai diimplementasikan pada September 2026 di Harris Hotel & Convention Serpong. Hotel tersebut dipilih karena memiliki ekosistem operasional yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif, mulai dari layanan tamu, pengelolaan acara, hingga operasional bisnis perhotelan secara menyeluruh.
Melalui program Integrated Learning, mahasiswa akan menjalani pembelajaran teori selama dua minggu di kampus dan dua minggu berikutnya di Harris Hotel & Convention Serpong. Skema ini akan berlangsung secara berkelanjutan selama dua semester masa studi.
Model pembelajaran tersebut semakin memperkuat posisi Pradita University sebagai salah satu perguruan tinggi yang mengembangkan konsep living laboratory, yakni menjadikan lingkungan bisnis dan industri sebagai bagian integral dari proses pembelajaran.
Dengan pendekatan ini, kampus tidak lagi menjadi ruang yang terpisah dari dunia kerja, melainkan terhubung langsung dengan ekosistem industri yang sesungguhnya.
Country Director of People & Culture PT Ascott International Management Indonesia, Albertha Sekundarti, menyampaikan bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan industri merupakan langkah penting dalam menciptakan ekosistem pengembangan talenta yang berkelanjutan.
“Kolaborasi ini juga memberikan berbagai manfaat strategis bagi Ascott. Selain mendukung pengembangan pendidikan, kerja sama ini memungkinkan kami berkontribusi secara aktif dalam membangun talenta yang kuat dan berkelanjutan bagi industri perhotelan Indonesia," terangnya.
"Kami memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman operasional, budaya pelayanan, serta praktik terbaik yang kami miliki, sekaligus memperoleh perspektif baru dari dunia akademik. Untuk itu kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Ascott dan berharap kemitraan ini dapat terus berkembang menjadi kolaborasi yang berkelanjutan dan berdampak positif,” pungkasnya.
Ke depan, konsep Living Laboratory berbasis Outcome-Based Education akan terus diperluas ke berbagai program studi.
(nnz)
Lihat Juga :