Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Minggu, 28 Juni 2026 - 12:00 WIB
loading...
Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNJ menyelenggarakan PKM Internasional di Perpustakaan Tunku Tun Aminah UTHM, Johor, Malaysia, Senin (22/6/2026). Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JOHOR - Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional di Perpustakaan Tunku Tun Aminah, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Johor, Malaysia, Senin (22/6/2026). Program ini merupakan wujud nyata komitmen UNJ dalam meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat kerja sama akademik internasional.
Mengusung tema Financial Literacy for Future Educators and Communities (Literasi Keuangan untuk Calon Pendidik dan Komunitas), program ini dirancang khusus untuk calon guru dari Institut Pendidikan Guru Kampus Tun Hussein Onn (IPGKTHO), Malaysia. Sebagai generasi pendidik masa depan, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam penyebaran literasi keuangan di lingkungan sekolah dan masyarakat luas. Baca juga: Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa UNJ Dorong Guru SD Produktif Menulis Karya Ilmiah
Program ini dipimpin Halim Rasyid bersama tim akademik interdisiplin yang terdiri dari Etyca Rizky Yanti (Literasi Keuangan); Yunike Berry (Keuangan Pribadi dan Investasi); Mukhibatul Hikmah (Perencanaan Keuangan Pribadi); Ade Sri Mulyani (Keuangan); Tri Lestari (Manajemen Keuangan); Abdul Latif (Manajemen Keuangan); dan Alphieza Syam (Manajemen Risiko).
Tim secara kolaboratif merancang bahan ajar partisipatif, media pembelajaran interaktif, dan sumber daya literasi keuangan yang sesuai dengan konteks pendidikan Malaysia. "Literasi keuangan bukan sekadar kemampuan pribadi. Ini adalah alat transformasi yang dapat digunakan para calon pendidik untuk memberdayakan komunitas yang akan mereka layani selama generasi mendatang,” kata Halim Rasyid dalam siaran pers, Minggu (28/6/2026).
Program ini memperkenalkan literasi keuangan sebagai kompetensi menyeluruh yang mencakup penganggaran, kebiasaan menabung, perilaku konsumsi yang bertanggung jawab, pemanfaatan layanan keuangan digital, serta kewaspadaan terhadap ancaman penipuan keuangan digital yang terus meningkat. Peserta dilibatkan dalam skenario keuangan nyata yang disesuaikan dengan konteks kehidupan sehari-hari sebagai calon pendidik di Malaysia.
Proses pembelajaran menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui Model 5T yang terstruktur, yaitu To Know (Mengetahui), To Understand (Memahami), To Plan (Merencanakan), To Action (Melakukan), dan To Reflection (Merefleksi). Pada tahap To Know, fasilitator mengidentifikasi latar belakang dan kebutuhan belajar peserta. Tahap To Understand mencakup pengelolaan keuangan pribadi, strategi menabung, prinsip penganggaran, dan kewaspadaan terhadap penipuan keuangan digital.
Tahap To Plan memandu pengembangan sumber belajar dan permainan edukatif. Tahap To Action mengintegrasikan ceramah interaktif, diskusi kolaboratif, dan pembelajaran berbasis permainan, termasuk aktivitas Financial Literacy Word Search. Tahap To Reflection mendorong peserta mengkonsolidasikan pembelajaran dan merumuskan peran strategis mereka sebagai agen literasi keuangan di masa depan.
Salah satu kegiatan unggulan program ini adalah Financial Literacy Word Search. Sebuah permainan edukatif yang memuat istilah-istilah keuangan penting, antara lain kas, dompet digital, tabungan, anggaran, utang, bunga, dana darurat, asuransi, investasi, dan penipuan (scam), yang dikemas dalam format teka-teki kata yang menarik. Media pembelajaran ini dirancang khusus agar dapat diterapkan kembali di kelas dan program pendidikan komunitas, sehingga para calon guru dapat membuat pembelajaran literasi keuangan menjadi menyenangkan dan mudah dipahami. Baca juga: MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
Program ini menghasilkan capaian yang terukur. Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap konsep dasar literasi keuangan, penguatan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan pribadi, peningkatan kesadaran terhadap risiko keuangan digital, serta bertambahnya penguasaan istilah-istilah keuangan esensial. Lebih dari itu, program ini menghasilkan media ajar siap pakai yang dapat langsung diterapkan dalam karier mengajar para peserta di masa mendatang.
Melalui inisiatif ini, Program Doktor Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UNJ menegaskan kolaborasi akademik lintas negara antara perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia mampu menghasilkan praktik pendidikan yang inovatif, kontekstual, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Program ini juga membuktikan peran konkret peneliti doktoral dalam berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dan pendidikan keuangan inklusif di kawasan ASEAN.
Mengusung tema Financial Literacy for Future Educators and Communities (Literasi Keuangan untuk Calon Pendidik dan Komunitas), program ini dirancang khusus untuk calon guru dari Institut Pendidikan Guru Kampus Tun Hussein Onn (IPGKTHO), Malaysia. Sebagai generasi pendidik masa depan, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam penyebaran literasi keuangan di lingkungan sekolah dan masyarakat luas. Baca juga: Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa UNJ Dorong Guru SD Produktif Menulis Karya Ilmiah
Program ini dipimpin Halim Rasyid bersama tim akademik interdisiplin yang terdiri dari Etyca Rizky Yanti (Literasi Keuangan); Yunike Berry (Keuangan Pribadi dan Investasi); Mukhibatul Hikmah (Perencanaan Keuangan Pribadi); Ade Sri Mulyani (Keuangan); Tri Lestari (Manajemen Keuangan); Abdul Latif (Manajemen Keuangan); dan Alphieza Syam (Manajemen Risiko).
Tim secara kolaboratif merancang bahan ajar partisipatif, media pembelajaran interaktif, dan sumber daya literasi keuangan yang sesuai dengan konteks pendidikan Malaysia. "Literasi keuangan bukan sekadar kemampuan pribadi. Ini adalah alat transformasi yang dapat digunakan para calon pendidik untuk memberdayakan komunitas yang akan mereka layani selama generasi mendatang,” kata Halim Rasyid dalam siaran pers, Minggu (28/6/2026).
Program ini memperkenalkan literasi keuangan sebagai kompetensi menyeluruh yang mencakup penganggaran, kebiasaan menabung, perilaku konsumsi yang bertanggung jawab, pemanfaatan layanan keuangan digital, serta kewaspadaan terhadap ancaman penipuan keuangan digital yang terus meningkat. Peserta dilibatkan dalam skenario keuangan nyata yang disesuaikan dengan konteks kehidupan sehari-hari sebagai calon pendidik di Malaysia.
Proses pembelajaran menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui Model 5T yang terstruktur, yaitu To Know (Mengetahui), To Understand (Memahami), To Plan (Merencanakan), To Action (Melakukan), dan To Reflection (Merefleksi). Pada tahap To Know, fasilitator mengidentifikasi latar belakang dan kebutuhan belajar peserta. Tahap To Understand mencakup pengelolaan keuangan pribadi, strategi menabung, prinsip penganggaran, dan kewaspadaan terhadap penipuan keuangan digital.
Tahap To Plan memandu pengembangan sumber belajar dan permainan edukatif. Tahap To Action mengintegrasikan ceramah interaktif, diskusi kolaboratif, dan pembelajaran berbasis permainan, termasuk aktivitas Financial Literacy Word Search. Tahap To Reflection mendorong peserta mengkonsolidasikan pembelajaran dan merumuskan peran strategis mereka sebagai agen literasi keuangan di masa depan.
Salah satu kegiatan unggulan program ini adalah Financial Literacy Word Search. Sebuah permainan edukatif yang memuat istilah-istilah keuangan penting, antara lain kas, dompet digital, tabungan, anggaran, utang, bunga, dana darurat, asuransi, investasi, dan penipuan (scam), yang dikemas dalam format teka-teki kata yang menarik. Media pembelajaran ini dirancang khusus agar dapat diterapkan kembali di kelas dan program pendidikan komunitas, sehingga para calon guru dapat membuat pembelajaran literasi keuangan menjadi menyenangkan dan mudah dipahami. Baca juga: MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
Program ini menghasilkan capaian yang terukur. Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap konsep dasar literasi keuangan, penguatan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan pribadi, peningkatan kesadaran terhadap risiko keuangan digital, serta bertambahnya penguasaan istilah-istilah keuangan esensial. Lebih dari itu, program ini menghasilkan media ajar siap pakai yang dapat langsung diterapkan dalam karier mengajar para peserta di masa mendatang.
Melalui inisiatif ini, Program Doktor Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UNJ menegaskan kolaborasi akademik lintas negara antara perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia mampu menghasilkan praktik pendidikan yang inovatif, kontekstual, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Program ini juga membuktikan peran konkret peneliti doktoral dalam berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dan pendidikan keuangan inklusif di kawasan ASEAN.
(poe)
Lihat Juga :