Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Jum'at, 03 Juli 2026 - 16:37 WIB
loading...
A
A
A
Nikita Shilikov juga menyinggung kedekatan antara Rusia dengan Indonesia yang sudah terjalin semenjak lama, bahkan pengiriman mahasiswa Indonesia sudah berlangsung semenjak masa Presiden Soekarno.
Kedekatan juga berasal dari sisi agama, sebab Islam adalah agama dengan pemeluk terbanyak kedua di Rusia setelah agama Kristen Orthodox. Tidak heran jika saat ini selalu ada masjid di hampir semua kota besar di Rusia.
“Apalagi semenjak tahun 2025 kedua negara sudah menandatangani kerjasama yang meliputi bidang pendidikan, sehingga lulusan perguruan tinggi Rusia tidak perlu penyetaraan di Indonesia,” tutur Nikita Shilikov, melalui siaran pers, Jumat (3/7/2026). Webinar diikuti oleh 180 peserta, baik dosen maupun mahasiswa.
Penjelasan mengenai tata cara dan prosedur mendapatkan beasiswa disamapikan oleh manajer proyek Rumah Rusia, Adrian Putra Rayana. Menurutnya Rusia patut diperhitungkan sebagai tujuan pendidikan tinggi mengingat memiliki tradisi pendidikan yang kuat.
Hal ini dibuktikan dengan data jumlah penduduk Rusia yang mengenyam pendidikan tinggi melebihi angka 50 persen. Rusia juga kuat dengan riset di bidang Sains, Technology, Engineering and Mathematic (STEM).
Karena nantinya perkuliahan dilaksanakan menggunakan bahasa Rusia, maka setiap calon penerima beasiswa akan mendapatkan pelatihan bahasa Rusia selama 1 tahun di masing-masing perguruan tinggi yang dituju tanpa biaya.
Setiap peserta nantinya bisa memilih satu program studi di enam perguruan tinggi negeri yang ada di seluruh Rusia. Uniknya, kuota penerima beasiswa dari Indonesia hanya akan bersaing dengan sesama pendaftar asal Indonesia sehingga kesempatan mendapatkan beasiswa juga lebih besar.
Kedekatan juga berasal dari sisi agama, sebab Islam adalah agama dengan pemeluk terbanyak kedua di Rusia setelah agama Kristen Orthodox. Tidak heran jika saat ini selalu ada masjid di hampir semua kota besar di Rusia.
“Apalagi semenjak tahun 2025 kedua negara sudah menandatangani kerjasama yang meliputi bidang pendidikan, sehingga lulusan perguruan tinggi Rusia tidak perlu penyetaraan di Indonesia,” tutur Nikita Shilikov, melalui siaran pers, Jumat (3/7/2026). Webinar diikuti oleh 180 peserta, baik dosen maupun mahasiswa.
Penjelasan mengenai tata cara dan prosedur mendapatkan beasiswa disamapikan oleh manajer proyek Rumah Rusia, Adrian Putra Rayana. Menurutnya Rusia patut diperhitungkan sebagai tujuan pendidikan tinggi mengingat memiliki tradisi pendidikan yang kuat.
Hal ini dibuktikan dengan data jumlah penduduk Rusia yang mengenyam pendidikan tinggi melebihi angka 50 persen. Rusia juga kuat dengan riset di bidang Sains, Technology, Engineering and Mathematic (STEM).
Karena nantinya perkuliahan dilaksanakan menggunakan bahasa Rusia, maka setiap calon penerima beasiswa akan mendapatkan pelatihan bahasa Rusia selama 1 tahun di masing-masing perguruan tinggi yang dituju tanpa biaya.
Setiap peserta nantinya bisa memilih satu program studi di enam perguruan tinggi negeri yang ada di seluruh Rusia. Uniknya, kuota penerima beasiswa dari Indonesia hanya akan bersaing dengan sesama pendaftar asal Indonesia sehingga kesempatan mendapatkan beasiswa juga lebih besar.
Lihat Juga :