Padukan Sport Science dan Karakter, Alumni S2 IKESOR FK Unair Tembus Sepak Bola Internasional
Selasa, 07 Juli 2026 - 18:38 WIB
loading...
Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Agam Haris Pambudi. Foto/Unair.
A
A
A
SURABAYA - Kontribusi nyata alumni di kancah nasional maupun internasional terus menegaskan posisi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair ) sebagai pusat pendidikan yang terbaik dan unggul.
Salah satu alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Agam Haris Pambudi dari Program Studi Magister (S2) Ilmu Kesehatan Olahraga angkatan 2015 mengharumkan nama almamater.
Baca juga: Unair Jadi Kampus Terbaik di Indonesia Versi THE Sustainability Impact Ratings 2026
Pria yang akrab disapa Coach Agam ini sukses menembus jajaran elit kepelatihan sepak bola profesional Indonesia. Berbekal keilmuan yang didapat dari FK Unair, ia kini dipercaya mengemban amanah sebagai Asisten Pelatih salah satu klub papan atas Liga 1 Indonesia, PSIS Semarang (Persatuan Sepakbola Indonesia Semarang).
Lahir di Lamongan pada 18 Juli 1993, Coach Agam tumbuh dalam kesederhanaan di Dusun Singgang, Desa Bakalrejo, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan. Sebagai putra dari pasangan Almarhum Bapak Ngasio dan Ibu Karsiti, keterbatasan ekonomi tidak pernah menyurutkan tekadnya untuk menuntut ilmu hingga ke jenjang tertinggi.
"Kesuksesan tidak ditentukan oleh dari mana kita berasal, tetapi oleh seberapa besar keberanian kita untuk bermimpi, belajar, dan bekerja keras mewujudkannya," ujar Coach Agam.
Baca juga: Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
Kerja keras dan dedikasinya membawa Coach Agam mencatatkan berbagai tinta emas dalam sejarah sepak bola Tanah Air:
* Pelatih Indonesia Pertama di Arab Saudi: Ia pernah dipercaya menjadi Head Coach sekaligus Technical Director Al Wehda Club, sebuah klub profesional di Arab Saudi. Pencapaian ini membuktikan bahwa kualitas pelatih lokal mampu bersaing dan mendapat pengakuan di tingkat global.
* Pelatih Kepala Termuda Berprestasi: Pada tahun 2019, di usia yang baru 26 tahun, ia sukses membawa Perspin Pinrang meraih Juara Liga 3 Zona Sulawesi Selatan.
* Medali Emas PON XXI 2024: Menjadi Asisten Pelatih mendampingi Coach Fakhri Husaini dan sukses mengantarkan Tim Sepak Bola Putra Jawa Timur menyabet medali emas di Aceh - Sumatera Utara.
* Juara Liga 2 & Promosi Liga 1: Bersama pelatih kepala Coach Widodo Cahyono Putro (WCP), ia berhasil membawa Garudayaksa FC menjuarai kompetisi Liga 2 musim 2025–2026 sekaligus promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Kini, duet solid ini berlanjut untuk menakhodai PSIS Semarang di Liga 1.
Sebagai salah satu pusat pendidikan kedokteran terbaik, FK Unair memberikan bekal keilmuan yang sangat kuat bagi Coach Agam. Dengan mengantongi Lisensi Kepelatihan A Diploma PSSI (setara A AFC), ia konsisten memadukan pengalaman praktis di lapangan dengan pendekatan ilmiah (sport science), analisis pertandingan yang terstruktur, serta manajemen performa dan pengembangan karakter pemain.
Hingga saat ini, proses belajar Coach Agam tidak pernah berhenti. Dengan basis ilmu dari FK Unair, ia kini tengah menempuh semester keempat Program Doktor (S3) Ilmu Keolahragaan di Universitas Negeri Surabaya melalui jalur beasiswa.
Di balik kesuksesannya, Coach Agam tidak pernah melupakan jasa besar FK Unair dan universitas yang telah mengubah jalan hidupnya. Ia mengenang kembali masa-masa sulitnya saat menempuh studi S2, di mana ia harus bekerja keras membiayai kuliahnya sendiri.
Dalam situasi sulit tersebut, ia mendapatkan keringanan biaya operasional kuliah atas kebijakan kepedulian dari Prof. Dr. Muhammad Madyan (yang saat itu menjabat sebagai Wakil Rektor II Unair).
"Kebaikan Bapak Prof. Dr. Muhammad Madyan dan Universitas Airlangga bukan hanya meringankan beban saya saat itu, tetapi juga menumbuhkan keyakinan bahwa kepedulian dapat mengubah masa depan seseorang. Momen tersebut akan selalu saya kenang sebagai amanah untuk terus belajar, bekerja keras, mengabdi, dan membuka jalan bagi orang lain," ungkapnya dengan penuh rasa syukur.
Kiprah Coach Agam menjadi bukti nyata bahwa atmosfer akademik dan kualitas pendidikan di FK Unair mampu mencetak motor penggerak prestasi di berbagai sektor, termasuk industri olahraga profesional. Kisah inspiratif ini diharapkan mampu memotivasi seluruh civitas akademika dan generasi muda untuk terus berani bermimpi tinggi tanpa ragu pada latar belakang mereka.
Salah satu alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Agam Haris Pambudi dari Program Studi Magister (S2) Ilmu Kesehatan Olahraga angkatan 2015 mengharumkan nama almamater.
Baca juga: Unair Jadi Kampus Terbaik di Indonesia Versi THE Sustainability Impact Ratings 2026
Pria yang akrab disapa Coach Agam ini sukses menembus jajaran elit kepelatihan sepak bola profesional Indonesia. Berbekal keilmuan yang didapat dari FK Unair, ia kini dipercaya mengemban amanah sebagai Asisten Pelatih salah satu klub papan atas Liga 1 Indonesia, PSIS Semarang (Persatuan Sepakbola Indonesia Semarang).
Lahir di Lamongan pada 18 Juli 1993, Coach Agam tumbuh dalam kesederhanaan di Dusun Singgang, Desa Bakalrejo, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan. Sebagai putra dari pasangan Almarhum Bapak Ngasio dan Ibu Karsiti, keterbatasan ekonomi tidak pernah menyurutkan tekadnya untuk menuntut ilmu hingga ke jenjang tertinggi.
"Kesuksesan tidak ditentukan oleh dari mana kita berasal, tetapi oleh seberapa besar keberanian kita untuk bermimpi, belajar, dan bekerja keras mewujudkannya," ujar Coach Agam.
Baca juga: Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
Kerja keras dan dedikasinya membawa Coach Agam mencatatkan berbagai tinta emas dalam sejarah sepak bola Tanah Air:
* Pelatih Indonesia Pertama di Arab Saudi: Ia pernah dipercaya menjadi Head Coach sekaligus Technical Director Al Wehda Club, sebuah klub profesional di Arab Saudi. Pencapaian ini membuktikan bahwa kualitas pelatih lokal mampu bersaing dan mendapat pengakuan di tingkat global.
* Pelatih Kepala Termuda Berprestasi: Pada tahun 2019, di usia yang baru 26 tahun, ia sukses membawa Perspin Pinrang meraih Juara Liga 3 Zona Sulawesi Selatan.
* Medali Emas PON XXI 2024: Menjadi Asisten Pelatih mendampingi Coach Fakhri Husaini dan sukses mengantarkan Tim Sepak Bola Putra Jawa Timur menyabet medali emas di Aceh - Sumatera Utara.
* Juara Liga 2 & Promosi Liga 1: Bersama pelatih kepala Coach Widodo Cahyono Putro (WCP), ia berhasil membawa Garudayaksa FC menjuarai kompetisi Liga 2 musim 2025–2026 sekaligus promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Kini, duet solid ini berlanjut untuk menakhodai PSIS Semarang di Liga 1.
Keunggulan Ilmu Kesehatan Olahraga FK Unair sebagai Fondasi
Sebagai salah satu pusat pendidikan kedokteran terbaik, FK Unair memberikan bekal keilmuan yang sangat kuat bagi Coach Agam. Dengan mengantongi Lisensi Kepelatihan A Diploma PSSI (setara A AFC), ia konsisten memadukan pengalaman praktis di lapangan dengan pendekatan ilmiah (sport science), analisis pertandingan yang terstruktur, serta manajemen performa dan pengembangan karakter pemain.
Hingga saat ini, proses belajar Coach Agam tidak pernah berhenti. Dengan basis ilmu dari FK Unair, ia kini tengah menempuh semester keempat Program Doktor (S3) Ilmu Keolahragaan di Universitas Negeri Surabaya melalui jalur beasiswa.
Di balik kesuksesannya, Coach Agam tidak pernah melupakan jasa besar FK Unair dan universitas yang telah mengubah jalan hidupnya. Ia mengenang kembali masa-masa sulitnya saat menempuh studi S2, di mana ia harus bekerja keras membiayai kuliahnya sendiri.
Dalam situasi sulit tersebut, ia mendapatkan keringanan biaya operasional kuliah atas kebijakan kepedulian dari Prof. Dr. Muhammad Madyan (yang saat itu menjabat sebagai Wakil Rektor II Unair).
"Kebaikan Bapak Prof. Dr. Muhammad Madyan dan Universitas Airlangga bukan hanya meringankan beban saya saat itu, tetapi juga menumbuhkan keyakinan bahwa kepedulian dapat mengubah masa depan seseorang. Momen tersebut akan selalu saya kenang sebagai amanah untuk terus belajar, bekerja keras, mengabdi, dan membuka jalan bagi orang lain," ungkapnya dengan penuh rasa syukur.
Kiprah Coach Agam menjadi bukti nyata bahwa atmosfer akademik dan kualitas pendidikan di FK Unair mampu mencetak motor penggerak prestasi di berbagai sektor, termasuk industri olahraga profesional. Kisah inspiratif ini diharapkan mampu memotivasi seluruh civitas akademika dan generasi muda untuk terus berani bermimpi tinggi tanpa ragu pada latar belakang mereka.
(nnz)
Lihat Juga :