LABSPROJECT 2026 Dorong Kreativitas dan Kolaborasi Siswa SMA Labschool Jakarta
Senin, 13 Juli 2026 - 11:16 WIB
loading...
SMA Labschool Jakarta menggelar pentas seni tahunan bertajuk LABSPROJECT 2026. Foto/SMA Labschool.
A
A
A
JAKARTA - SMA Labschool Jakarta sukses menggelar pentas seni tahunan bertajuk LABSPROJECT 2026 bertajuk EVOCRIA (Every Child's Voyage of Creation). Pentas seni ini menjadi salah satu festival pelajar terbesar di Jakarta.
LABSPROJECT 2026 yang digelar Sabtu (11/7/2026) di Istora Senayan ini pun sukses dipadati ribuan penonton. Raisa, Kahitna, Reality Club, Andre Taulany and Friends (ATF), Nidji, serta dance collective Moluccan Soul sukses menghibur penonton.
Baca juga: 4 Pelajar Indonesia Siap Berlaga di Olimpiade Kimia Internasional IChO 2026
LABSPROJECT 2026 merupakan hasil pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan 281 siswa kelas XI angkatan Candrakala Ravidanta SMA Labschool Jakarta.
Mereka selama berbulan-bulan mempersiapkan seluruh rangkaian acara, mulai dari merancang konsep festival, menjalin kerja sama dengan sponsor dan media, berkoordinasi dengan manajemen artis, menyusun strategi promosi, hingga mengelola operasional penyelenggaraan acara.
Bagi SMA Labschool Jakarta, LABSPROJECT lebih dari sekadar festival tahunan. Melalui penyelenggaraan acara ini, para siswa mengasah kemampuan kepemimpinan, kolaborasi, komunikasi, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, serta tanggung jawab dalam mengelola sebuah kegiatan berskala besar.
Kepala SMA Labschool Jakarta, Badru Zaman, mengatakan bahwa keberhasilan LABSPROJECT tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari proses belajar yang dijalani para siswa.
“Hari ini masyarakat menyaksikan sebuah pentas seni yang meriah di atas panggung. Namun bagi kami, pencapaian sesungguhnya adalah proses yang telah dijalani para siswa selama berbulan-bulan. Mereka belajar memimpin, bekerja sama, menghadapi tantangan dan bertanggung jawab terhadap setiap keputusan yang mereka ambil. Pengalaman seperti inilah yang menjadi bagian penting dari pendidikan di SMA Labschool Jakarta," katanya melalui siaran pers, dikutip Senin (13/7/2026).
Tahun ini, LABSPROJECT mengusung tema "EVOCRIA: Every Child's Voyage of Creation", sebuah ajakan untuk kembali menemukan imajinasi, kreativitas, dan keberanian berkarya. Tema tersebut lahir dari keyakinan bahwa setiap anak memiliki perjalanan kreatifnya masing-masing.
Perjalanan yang dimulai dari mimpi, ditempa melalui proses, dan pada akhirnya melahirkan karya yang bermakna.
Selain penampilan musisi nasional, LABSPROJECT juga menjadi panggung bagi kreativitas siswa melalui homeband, fashion show x band, penampilan ekstrakurikuler, modern dance, hingga berbagai special performance yang dirancang dan diproduksi sendiri oleh para siswa.
Ketua Pelaksana LABSPROJECT 2026, Laode Faz Karabiasa, mengatakan bahwa proses mempersiapkan festival justru menjadi pengalaman paling berharga bagi seluruh panitia.
"Tidak ada satu pun dari kami yang pernah menyelenggarakan festival sebesar ini sebelumnya. Semua kami pelajari bersama. Kami belajar bahwa ide yang baik tidak akan berarti tanpa kerja sama, disiplin, dan keberanian mengambil tanggung jawab. EVOCRIA bukan hanya nama acara, tetapi benar-benar menjadi perjalanan yang membentuk kami menjadi pribadi yang lebih dewasa," pungkasnya.
Hal serupa dirasakan oleh Maya Hapsari, salah satu orang tua siswa yang ikut mendampingi para siswa dalam mempersiapkan LABSPROJECT 2026.
"Sebagai orang tua, kami tentu bangga melihat anak-anak mampu menghadirkan festival sebesar ini. Namun yang lebih membanggakan adalah perubahan yang kami lihat selama prosesnya," katanya.
Terlibat dalam kegiatan ini, menurutnya, para murid pun menjadi lebih mandiri, lebih percaya diri, lebih berani menyampaikan pendapat dan lebih bertanggung jawab.
"Anak-anak juga berhasil membangun kolaborasi dan bekerja sama dengan berbagai elemen, mulai dari sesama siswa, guru, orang tua, hingga berbagai pihak eksternal yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini," pungkasnya.
LABSPROJECT 2026 yang digelar Sabtu (11/7/2026) di Istora Senayan ini pun sukses dipadati ribuan penonton. Raisa, Kahitna, Reality Club, Andre Taulany and Friends (ATF), Nidji, serta dance collective Moluccan Soul sukses menghibur penonton.
Baca juga: 4 Pelajar Indonesia Siap Berlaga di Olimpiade Kimia Internasional IChO 2026
LABSPROJECT 2026 merupakan hasil pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan 281 siswa kelas XI angkatan Candrakala Ravidanta SMA Labschool Jakarta.
Mereka selama berbulan-bulan mempersiapkan seluruh rangkaian acara, mulai dari merancang konsep festival, menjalin kerja sama dengan sponsor dan media, berkoordinasi dengan manajemen artis, menyusun strategi promosi, hingga mengelola operasional penyelenggaraan acara.
Bagi SMA Labschool Jakarta, LABSPROJECT lebih dari sekadar festival tahunan. Melalui penyelenggaraan acara ini, para siswa mengasah kemampuan kepemimpinan, kolaborasi, komunikasi, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, serta tanggung jawab dalam mengelola sebuah kegiatan berskala besar.
Kepala SMA Labschool Jakarta, Badru Zaman, mengatakan bahwa keberhasilan LABSPROJECT tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari proses belajar yang dijalani para siswa.
“Hari ini masyarakat menyaksikan sebuah pentas seni yang meriah di atas panggung. Namun bagi kami, pencapaian sesungguhnya adalah proses yang telah dijalani para siswa selama berbulan-bulan. Mereka belajar memimpin, bekerja sama, menghadapi tantangan dan bertanggung jawab terhadap setiap keputusan yang mereka ambil. Pengalaman seperti inilah yang menjadi bagian penting dari pendidikan di SMA Labschool Jakarta," katanya melalui siaran pers, dikutip Senin (13/7/2026).
Tahun ini, LABSPROJECT mengusung tema "EVOCRIA: Every Child's Voyage of Creation", sebuah ajakan untuk kembali menemukan imajinasi, kreativitas, dan keberanian berkarya. Tema tersebut lahir dari keyakinan bahwa setiap anak memiliki perjalanan kreatifnya masing-masing.
Perjalanan yang dimulai dari mimpi, ditempa melalui proses, dan pada akhirnya melahirkan karya yang bermakna.
Selain penampilan musisi nasional, LABSPROJECT juga menjadi panggung bagi kreativitas siswa melalui homeband, fashion show x band, penampilan ekstrakurikuler, modern dance, hingga berbagai special performance yang dirancang dan diproduksi sendiri oleh para siswa.
Ketua Pelaksana LABSPROJECT 2026, Laode Faz Karabiasa, mengatakan bahwa proses mempersiapkan festival justru menjadi pengalaman paling berharga bagi seluruh panitia.
"Tidak ada satu pun dari kami yang pernah menyelenggarakan festival sebesar ini sebelumnya. Semua kami pelajari bersama. Kami belajar bahwa ide yang baik tidak akan berarti tanpa kerja sama, disiplin, dan keberanian mengambil tanggung jawab. EVOCRIA bukan hanya nama acara, tetapi benar-benar menjadi perjalanan yang membentuk kami menjadi pribadi yang lebih dewasa," pungkasnya.
Hal serupa dirasakan oleh Maya Hapsari, salah satu orang tua siswa yang ikut mendampingi para siswa dalam mempersiapkan LABSPROJECT 2026.
"Sebagai orang tua, kami tentu bangga melihat anak-anak mampu menghadirkan festival sebesar ini. Namun yang lebih membanggakan adalah perubahan yang kami lihat selama prosesnya," katanya.
Terlibat dalam kegiatan ini, menurutnya, para murid pun menjadi lebih mandiri, lebih percaya diri, lebih berani menyampaikan pendapat dan lebih bertanggung jawab.
"Anak-anak juga berhasil membangun kolaborasi dan bekerja sama dengan berbagai elemen, mulai dari sesama siswa, guru, orang tua, hingga berbagai pihak eksternal yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini," pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :