BINUS Career Bekali Mahasiswa dan Alumni Strategi Hadapi Dunia Kerja yang Kian Kompetitif
Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:05 WIB
loading...
BINUS Career bersama Kinobi AI yang didukung Singapore Global Network (SGN) sukses menyelenggarakan Career Optimization Program. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Upaya mempersiapkan mahasiswa dan lulusan baru untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif dan terhubung secara global perlu didukung oleh banyak pihak.
Hal ini dilakukan BINUS Career bersama Kinobi AI melalui program I-SMART, yang didukung Singapore Global Network (SGN), yang sukses menyelenggarakan Career Optimization Program: Beyond Borders – Unlocking Global Career Opportunities awal Juli 2026.
Baca juga: Generasi Muda dan Gaya Hidup Baru di Era Digital dan AI
Program ini dirancang untuk membantu mahasiswa tingkat akhir, fresh graduate, dan alumni BINUS meningkatkan kesiapan karier melalui pengembangan keterampilan praktis, wawasan industri, serta akses terhadap peluang profesional di tingkat regional maupun global.
Rangkaian kegiatan diawali dengan dengan Mini Bootcamp Online yang meliputi CV Workshop, Interview Workshop, dan Personal Branding Workshop.
Ketiga sesi tersebut menghadirkan praktisi dari perusahaan asal Singapura yang beroperasi di Indonesia untuk membekali peserta dengan kemampuan menyusun CV yang kompetitif, menghadapi proses wawancara kerja secara efektif, serta membangun personal branding yang kuat agar mampu bersaing di dunia kerja.
Employment Relation Section Head BINUS Career Center, Yuli Dwi Dianasari, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen BINUS Career Center dalam mempersiapkan mahasiswa dan alumni agar mampu bersaing di pasar kerja yang terus berkembang.
"Kami mengapresiasi kolaborasi bersama Kinobi AI, I-SMART, dan Singapore Global Network dalam menghadirkan program ini. Melalui sesi yang inspiratif dan penuh wawasan praktis, kami berharap mahasiswa BINUS semakin siap membangun karier di perusahaan internasional serta memanfaatkan peluang global yang tersedia," ujar Yuli.
Senada dengan itu, Market Director Singapore Global Network, Winnie Toh, menegaskan pihaknya terus mendukung berbagai inisiatif yang memperkuat konektivitas antara talenta, komunitas, dan peluang pengembangan profesional di tingkat regional maupun global.
"Kami percaya bahwa kesiapan karier dan wawasan global merupakan proses yang dibangun secara berkelanjutan. Melalui program seperti I-SMART, mahasiswa dapat memperoleh inspirasi langsung dari para pemimpin industri sekaligus memperkuat kesiapan mereka untuk menghadapi peluang karier di tingkat internasional," kata Winnie.
Sementara itu, Co-Founder & CEO Kinobi AI, Hafiz Kasman, menilai program ini mampu menjembatani kebutuhan industri dengan kesiapan talenta muda Indonesia.
"Melihat lebih dari 50 mahasiswa hadir pada akhir pekan dengan semangat tinggi untuk mempersiapkan karier mereka menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki antusiasme besar untuk terus berkembang. Melalui kolaborasi bersama BINUS, kami ingin menghadirkan lebih banyak inisiatif yang membantu mahasiswa membangun kesiapan karier dan membuka peluang mereka untuk bersaing di tingkat global," ujarnya.
Salah satu sesi utama menghadirkan Alamanda Shantika, CEO Binar sekaligus alumni BINUS University. Dalam sesi tersebut, Alamanda membagikan perjalanan kariernya sejak masa kuliah hingga menjadi pemimpin di industri teknologi.
Melalui kisah dan pengalamannya, ia mendorong peserta untuk berani menghadapi ketidakpastian, menjadikan setiap tantangan sebagai proses pembelajaran, serta terus mengembangkan keterampilan dan pola pikir yang adaptif agar tetap relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dunia kerja.
Sesi ini juga menyoroti pentingnya continuous learning, kepemimpinan, serta kesiapan menghadapi perubahan yang didorong oleh perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Selain itu, peserta juga memperoleh wawasan melalui sesi Company Talk Show yang menghadirkan Hafiz Kasman serta Founder & CEO FAIR Indonesia, Refal Tamara Putra. Hafiz membagikan pengalamannya membangun dan mengembangkan Kinobi AI sebagai perusahaan asal Singapura yang beroperasi di Indonesia, sedangkan Refal mengulas perjalanan FAIR Indonesia dalam memperluas bisnis ke Singapura.
Diskusi tersebut membahas keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja masa depan, tren rekrutmen, pemanfaatan AI dalam proses pencarian kerja dan pengembangan talenta, hingga peluang membangun karier maupun bisnis di tingkat regional.
Hal ini dilakukan BINUS Career bersama Kinobi AI melalui program I-SMART, yang didukung Singapore Global Network (SGN), yang sukses menyelenggarakan Career Optimization Program: Beyond Borders – Unlocking Global Career Opportunities awal Juli 2026.
Baca juga: Generasi Muda dan Gaya Hidup Baru di Era Digital dan AI
Program ini dirancang untuk membantu mahasiswa tingkat akhir, fresh graduate, dan alumni BINUS meningkatkan kesiapan karier melalui pengembangan keterampilan praktis, wawasan industri, serta akses terhadap peluang profesional di tingkat regional maupun global.
Rangkaian kegiatan diawali dengan dengan Mini Bootcamp Online yang meliputi CV Workshop, Interview Workshop, dan Personal Branding Workshop.
Ketiga sesi tersebut menghadirkan praktisi dari perusahaan asal Singapura yang beroperasi di Indonesia untuk membekali peserta dengan kemampuan menyusun CV yang kompetitif, menghadapi proses wawancara kerja secara efektif, serta membangun personal branding yang kuat agar mampu bersaing di dunia kerja.
Employment Relation Section Head BINUS Career Center, Yuli Dwi Dianasari, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen BINUS Career Center dalam mempersiapkan mahasiswa dan alumni agar mampu bersaing di pasar kerja yang terus berkembang.
"Kami mengapresiasi kolaborasi bersama Kinobi AI, I-SMART, dan Singapore Global Network dalam menghadirkan program ini. Melalui sesi yang inspiratif dan penuh wawasan praktis, kami berharap mahasiswa BINUS semakin siap membangun karier di perusahaan internasional serta memanfaatkan peluang global yang tersedia," ujar Yuli.
Senada dengan itu, Market Director Singapore Global Network, Winnie Toh, menegaskan pihaknya terus mendukung berbagai inisiatif yang memperkuat konektivitas antara talenta, komunitas, dan peluang pengembangan profesional di tingkat regional maupun global.
"Kami percaya bahwa kesiapan karier dan wawasan global merupakan proses yang dibangun secara berkelanjutan. Melalui program seperti I-SMART, mahasiswa dapat memperoleh inspirasi langsung dari para pemimpin industri sekaligus memperkuat kesiapan mereka untuk menghadapi peluang karier di tingkat internasional," kata Winnie.
Sementara itu, Co-Founder & CEO Kinobi AI, Hafiz Kasman, menilai program ini mampu menjembatani kebutuhan industri dengan kesiapan talenta muda Indonesia.
"Melihat lebih dari 50 mahasiswa hadir pada akhir pekan dengan semangat tinggi untuk mempersiapkan karier mereka menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki antusiasme besar untuk terus berkembang. Melalui kolaborasi bersama BINUS, kami ingin menghadirkan lebih banyak inisiatif yang membantu mahasiswa membangun kesiapan karier dan membuka peluang mereka untuk bersaing di tingkat global," ujarnya.
Salah satu sesi utama menghadirkan Alamanda Shantika, CEO Binar sekaligus alumni BINUS University. Dalam sesi tersebut, Alamanda membagikan perjalanan kariernya sejak masa kuliah hingga menjadi pemimpin di industri teknologi.
Melalui kisah dan pengalamannya, ia mendorong peserta untuk berani menghadapi ketidakpastian, menjadikan setiap tantangan sebagai proses pembelajaran, serta terus mengembangkan keterampilan dan pola pikir yang adaptif agar tetap relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dunia kerja.
Sesi ini juga menyoroti pentingnya continuous learning, kepemimpinan, serta kesiapan menghadapi perubahan yang didorong oleh perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Selain itu, peserta juga memperoleh wawasan melalui sesi Company Talk Show yang menghadirkan Hafiz Kasman serta Founder & CEO FAIR Indonesia, Refal Tamara Putra. Hafiz membagikan pengalamannya membangun dan mengembangkan Kinobi AI sebagai perusahaan asal Singapura yang beroperasi di Indonesia, sedangkan Refal mengulas perjalanan FAIR Indonesia dalam memperluas bisnis ke Singapura.
Diskusi tersebut membahas keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja masa depan, tren rekrutmen, pemanfaatan AI dalam proses pencarian kerja dan pengembangan talenta, hingga peluang membangun karier maupun bisnis di tingkat regional.
(nnz)
Lihat Juga :