Motivasi 2.000 Pelajar Muhammadiyah, Mentan Amran: Struggle Now, Enjoy Your Life-Enjoy Now, Struggle for Life

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:46 WIB
loading...
Motivasi 2.000 Pelajar...
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menghadiri Resepsi Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Rapat Kerja Nasional IPM di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sabtu (18/7/2026). Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memotivasi 2.000 pelajar Muhammadiyah untuk berani bermimpi besar, bekerja keras, dan membangun karakter pantang menyerah sebagai bekal meraih kesuksesan di masa depan. Generasi muda harus berani keluar dari zona nyaman karena keberhasilan hanya dapat diraih melalui perjuangan, konsistensi, dan kerja keras sejak dini.

Pesan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menghadiri Resepsi Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Rapat Kerja Nasional IPM bertema “Resonansi Algoritma Pelajar Berdampak” di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 2.000 kader IPM dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Profil Muhammadiyah Australia College, Sekolah Milik PP Muhammadiyah di Negeri Kanguru

Di hadapan ribuan pelajar Muhammadiyah, Amran menyampaikan pesan agar generasi muda tidak terlena dengan kenyamanan saat ini. Ada konsekuensi dari setiap pilihan hidup, apakah seseorang memilih berjuang sejak muda atau menanggung kesulitan di kemudian hari.

“Ada dua pilihan. Satu, struggle now, bekerja keras sekarang, nanti menikmati setelah 15 tahun kemudian atau enjoy now, bersenang-senang sekarang, tetapi struggle for life nanti,” ujar Amran.

Pelajar Muhammadiyah merupakan bagian dari generasi penerus yang memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, dia mengajak seluruh kader IPM untuk memiliki mimpi besar yang dibarengi dengan tindakan nyata.

“Anak-anakku, Anda adalah harapan bangsa yang akan mengubah peradaban Republik Indonesia menjadi lebih baik. Bermimpilah besar, bertindaklah besar, kemudian persisten. Jangan pernah menyerah,” katanya.

Menurut Amran, mimpi tidak akan membawa perubahan apabila tidak disertai dengan kerja keras dan keberanian mengambil langkah. Dia mengingatkan bahwa kesuksesan bukan hasil instan melainkan buah dari proses panjang yang dibangun melalui disiplin dan ketekunan.

“Mudah membuat mimpi, mudah membuat gagasan. Yang paling sulit adalah bermimpi dan bertindak. Kalau sudah bertindak, harus persisten, tidak boleh menyerah,” ucapnya.

Amran menekankan keberhasilan tidak datang dari kenyamanan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kerja keras dan kemauan untuk terus bergerak. Generasi muda harus membangun mental produktif agar mampu menjadi pihak yang memberi manfaat, bukan bergantung pada bantuan.

“Rezeki memang di tangan Tuhan, tapi kalau kamu tidur terus, Tuhan pun angkat tangan. Allah mencintai orang yang bekerja keras,” katanya.

Dia mendorong kader IPM untuk mulai menciptakan peluang sejak dini, termasuk dengan memanfaatkan sektor pertanian sebagai ruang pengabdian sekaligus peluang ekonomi. Indonesia memiliki sumber daya yang besar, namun membutuhkan generasi yang mau bergerak dan mengelolanya.

“Jangan biarkan ada lahan tidur di sekeliling Anda. Kalau ada lahan, bangunkan. Disewa, dimiliki, atau tanah sendiri, jangan biarkan lahan tidur,” tegasnya.

Amran mendorong generasi muda untuk memanfaatkan ruang yang tersedia sebagai bagian dari gerakan produktif masyarakat. Pertanian tidak selalu harus dilakukan dalam skala luas, tetapi dapat dimulai dari lingkungan rumah.

“Kalau mau, ada program Kawasan Rumah Pangan Lestari. Cabai tanam lima pot saja, satu keluarga bisa selesai. Kalau makan cabai, bijinya jangan dibuang, tanam saja. Begitu suburnya negara kita,” ujarnya.

Dalam dialog bersama peserta, Amran juga memberikan perhatian kepada seorang pelajar yatim piatu yang ingin bekerja sambil melanjutkan kuliah. Mendengar kisah tersebut, dia meminta jajarannya membantu membuka peluang magang dan pekerjaan agar pelajar tersebut tetap dapat melanjutkan pendidikan.

Amran juga menyampaikan capaian sektor pertanian nasional, termasuk percepatan swasembada pangan yang berhasil dicapai lebih cepat dari target awal. Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras petani, dukungan pemerintah, serta kolaborasi seluruh elemen bangsa.

“Kami ditarget Bapak Presiden swasembada empat tahun. Alhamdulillah, karena doa dan kerja keras seluruh anak bangsa, satu tahun sudah swasembada dan tidak impor beras,” katanya.

Dia mengajak kader IPM terus belajar, bekerja keras, menjaga integritas, dan menjadi generasi yang mampu membawa perubahan bagi umat dan bangsa. “Kalian adalah harapan bangsa. Lanjutkan perjuangan, bantu rakyat Indonesia, bantu umat. Masa depan Indonesia ada di tangan kalian,” ujarnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPKP Perguruan Tinggi...
KPKP Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah Komitmen Perkuat Kesejahteraan Masyarakat Pesisir
Menteri Pertanian RI...
Menteri Pertanian RI Menguji Hasil Penelitian S3 Dirut BULOG di Program SIL UI
Graha Muhammadiyah–NU...
Graha Muhammadiyah–NU Pertama di Indonesia Resmi Dibangun di Bekasi, Simbol Persatuan 2 Ormas Islam Besar
18 Universitas Muhammadiyah...
18 Universitas Muhammadiyah dengan Status Akreditasi Unggul, Ini Daftar Lengkapnya
2 Kader Muhammadiyah...
2 Kader Muhammadiyah Pimpin Kementerian Pendidikan di Kabinet Prabowo-Gibran
Sosok Ni Nyoman Nikunja...
Sosok Ni Nyoman Nikunja Vasini, Mahasiswa Beragama Hindu yang Lulus dari Kampus Muhammadiyah
Kolaborasi CLIK-Muhammadiyah...
Kolaborasi CLIK-Muhammadiyah Perkuat Literasi Data dan Keuangan untuk Dorong Kesejahteraan Masyarakat
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Bawa Delegasi PBNU-Muhammadiyah ke Pemakaman Ali Khamenei
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
Rekomendasi
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
Polisi Ungkap Dugaan...
Polisi Ungkap Dugaan Korupsi Proyek Pengadaan Batu Bara, 3 Orang Jadi Tersangka
KPK Terbitkan Sprindik...
KPK Terbitkan Sprindik Baru Pengembangan Kasus Suap Bupati Rejang Lebong
Berita Terkini
Cara Mudah Cek Penerima...
Cara Mudah Cek Penerima PIP 2026 Pakai NIK dan NISN
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
BKN Umumkan Sekolah...
BKN Umumkan Sekolah Kedinasan 2026 Akan Segera Dibuka, Cek Daftar Instansinya
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Pemda Siapkan Kebijakan bagi Sekolah dengan Jumlah Murid Terbatas
Motivasi 2.000 Pelajar...
Motivasi 2.000 Pelajar Muhammadiyah, Mentan Amran: Struggle Now, Enjoy Your Life-Enjoy Now, Struggle for Life
Peserta Penmaba Jalur...
Peserta Penmaba Jalur Disabilitas UNJ 2026 Meningkat, Ini Jurusan Favoritnya
Infografis
Daftar Aset dan Kekayaan...
Daftar Aset dan Kekayaan Organisasi Islam Muhammadiyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved