Kemendikdasmen Siapkan Lulusan SMK Hadapi Era Robotika, Prospek Karier Menjanjikan

Senin, 20 Juli 2026 - 21:14 WIB
loading...
Kemendikdasmen Siapkan...
Ilustrasi prospek karier yang menjanjikan di bidang robotika bisa jadi peluang bagi lulusan SMK. Foto/Kemendikdasmen.
A A A
JAKARTA - Bidang robotika kini semakin dibutuhkan di berbagai sektor industri. Peluang karier yang luas pun bisa menjadi kesempatan bagi lulusan SMK untuk menekuninya sehingga mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pun mendorong kesiapan lulusan SMK di bidang robotika.

Baca juga: Kemendikdasmen Gandeng Pemda Siapkan Kebijakan bagi Sekolah dengan Jumlah Murid Terbatas

Direktur SMK Kemendikdasmen Arie Wibowo menerangkan, robotika bukan lagi teknologi masa depan, melainkan telah menjadi bagian dari operasional industri saat ini. Perkembangan tersebut pun menghadirkan beragam peluang kerja baru yang dapat diisi oleh lulusan SMK.

"Robotika telah digunakan di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, logistik, otomotif, makanan dan minuman, elektronik, hingga pergudangan. Kebutuhan tenaga kerja pun bergeser dari pekerjaan manual menuju pekerjaan yang menuntut kemampuan mengoperasikan, memelihara, hingga mengembangkan sistem otomatis," ujar Arie dalam webinar Menciptakan Masa Depan: Robotika sebagai Peluang Karier bagi Murid SMK, melalui siaran pers, dikutip Senin (20/7/2026).

Ia menambahkan,SMK telah memiliki fondasi kompetensi yang kuat melalui berbagai konsentrasi keahlian, seperti Teknik Mekatronika, Teknik Elektronika Industri, Teknik Otomasi Industri, Teknik Pemesinan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Namun, tantangan dunia kerja saat ini menuntut kemampuan yang tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menggabungkan berbagai disiplin ilmu.

"Ini adalah era multi-skill. Kompetensi yang telah dimiliki SMK perlu semakin diperkuat agar selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri," katanya.

Untuk mendukung hal tersebut, penyelarasan kurikulum dengan standar industri melalui peningkatan kualitas pembelajaran pun diperkuat, selain itu juga kompetensi guru dan tenaga kependidikan, serta perbaikan sarana dan prasarana di SMK. Di sisi lain, kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri juga diperluas melalui pembelajaran bersama praktisi hingga program magang bagi siswa dan lulusan SMK di bidang robotika.

Arie mengakui masih terdapat tantangan, terutama belum meratanya laboratorium dan peralatan robotika berstandar industri di SMK, serta perlunya lebih banyak guru yang memiliki pengalaman praktik di bidang tersebut. Meski demikian, ia optimistis tantangan tersebut dapat diatasi melalui kolaborasi yang berkelanjutan.

"Kami meyakini membangun ekosistem pendidikan vokasi bukan hanya sebuah program, melainkan gerakan bersama. SMK harus adaptif, industri harus kolaboratif, dan pemerintah harus memberikan dukungan. Robot tidak akan menggantikan seluruh pekerjaan manusia, tetapi justru menciptakan pekerjaan baru dengan nilai tambah yang lebih tinggi, seperti integrasi sistem, pemrograman, pemeliharaan robot, analisis data, hingga pengembangan solusi berbasis otomasi," pungkasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SPMB Sekolah Nasional...
SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Dimulai 21 Juli, Ini Jadwal Seleksi hingga MPLS
Perluas Akses Pendidikan,...
Perluas Akses Pendidikan, 500 Sekolah Nasional Terintegrasi akan Dibangun hingga 2029
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Pemda Siapkan Kebijakan bagi Sekolah dengan Jumlah Murid Terbatas
Pendaftaran TKA SMA...
Pendaftaran TKA SMA 2026 Akan Segera Dibuka, Begini Cara Daftarnya
Kemendikdasmen Terbitkan...
Kemendikdasmen Terbitkan SE Pembatasan Penggunaan Gawai di Sekolah
Kemendikdasmen Buka...
Kemendikdasmen Buka Akses Pelatihan AI dan Coding untuk Guru melalui Ruang GTK
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA...
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA Tahun 2026
UIN Jakarta Tegaskan...
UIN Jakarta Tegaskan Status Guru Triguna Tetap Aman, Tata Kelola Sekolah Beralih ke Skema BLU
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Rekomendasi
Petani Sawit Tagih Bukti...
Petani Sawit Tagih Bukti di Balik Klaim Sukses DSI Tutup Gap Harga Ekspor
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
Daftar 26 Pemain Timnas...
Daftar 26 Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026: Persib dan Persija Terbanyak!
Berita Terkini
Diterima di FMIPA ITB,...
Diterima di FMIPA ITB, Andromeda Diantar Keluarga Naik Bajaj dari Yogya untuk Kuliah di Bandung
Profil Pendidikan Sudaryono,...
Profil Pendidikan Sudaryono, Anak Petani yang Resmi Dilantik Jadi Kepala BGN
Mahasiswa Sains Komunikasi...
Mahasiswa Sains Komunikasi MNC University Raih Runner Up 2 Putri Budaya Banten 2026
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng Puspadaya Dukung Sekolah Ramah Anak, Fokus Cegah Bullying
Hari Anak Nasional 2026,...
Hari Anak Nasional 2026, Puspadaya Perkuat Sekolah Ramah Anak di Jakarta
Siswi Indonesia Raih...
Siswi Indonesia Raih The Best Delegate di AYIMUN BSD Chapter 2026, Kantongi Beasiswa ke AWMUN Bali
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved