MNC University Gandeng Puspadaya Dukung Sekolah Ramah Anak, Fokus Cegah Bullying

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:35 WIB
loading...
MNC University Gandeng...
Direktur PMB, Branding, dan Pemasaran di MNC University, Muhammad Rezki Oktavianoor. Foto: Niko Prayoga
A A A
JAKARTA - MNC University memberikan dukungan penuh kepada berbagai pihak yang berupaya mewujudkan Sekolah Ramah Anak, pencegahan aksi perundungan (bullying), penguatan mental anak, serta penanganan kasus kekerasan di lingkungan sekolah. Salah satunya adalah dukungan kepada Puspadaya yang melakukan upaya tersebut melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik khususnya dari segi pengetahuan ihwal psikologis anak.

Pusat Layanan Perempuan, Anak, Disabilitas dan Pemberdayaan (PUSPADAYA) sendiri menggelar sosialisasi Sekolah Ramah Anak bagi para Kepala Sekolah Dasar (SD) se-DKI Jakarta di Auditorium Rajawali MNC University, Jakarta Barat, Kamis (23/7/2026).

Direktur PMB, Branding, dan Pemasaran di MNC University, Muhammad Rezki Oktavianoor mengatakan, dukungan yang diberikan oleh MNC University ini selaras dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dijalankan.

Baca Juga : Hari Anak Nasional 2026, Puspadaya Perkuat Sekolah Ramah Anak di Jakarta

“Betul, jadi Tridharma Perguruan Tinggi itu ada pendidikan, penelitian, pengabdian. Dan ini adalah kegiatan pengabdian masyarakat,” kata Rezki saat diwawancarai di MNC University, Kamis (23/7/2026).

Ia menilai, penguatan kapasitas tenaga pendidik khususnya dalam psikologi anak dan menekan angka terjadinya kasus bullying di lingkungan sekolah merupakan satu hal yang efektif dan krusial dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak.

“Pertama adalah tentang psikologi anak, karena guru SD ini buat kami adalah superhero. Mereka menguasai semua hal, tapi untuk menguasai psikologi anak itu tentu belum dikuasai oleh semua guru. Oleh karena itu kita menghadirkan psikolog untuk mengajarkan minimal mengenal lebih awal tentang gejala-gejala anak-anak berkebutuhan khusus,” ucap dia.

Menurut Rezki, pemahaman psikologis anak pada tenaga pendidik sangat dibutuhkan guna menghadapi berbagai karakter anak di sekolah termasuk menangani berbagai kasus kekerasan serta bullying yang hari ini marak terjadi. Tidak hanya itu, pemahaman tersebut juga bisa membuat para tenaga pendidik lebih memahami karakter anak dengan berbagai masalah akademik yang dirasakan.

Baca Juga : Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak

Seperti alasan mengapa seorang anak sering tertinggal secara akademik atau seringkali susah fokus dalam belajar hingga memahami bagaimana cara menyampaikan bahan ajar kepada setiap anak dengan cara yang mereka senangi.

"Kalau guru tidak memahami psikologi anak, maka cara penyampaiannya akan berbeda. Ketika ada anak berkebutuhan khusus diajarkan dengan cara yang sama, maka ada anak yang akan tertinggal secara akademik kemampuannya. Jadi mengenal kebutuhan anak itu sangat penting diberikan kepada guru-guru,” tutur Rezki.

Di sisi lain, upaya dan dukungan MNC University dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak juga bukan pertama kali. Sebelumnya, kampus telah menerjunkan mahasiswa untuk membantu tenaga pengajar di sekolah dasar yang kekurangan guru mata pelajaran spesifik. Hal itu dilakukan mengingat Sekolah Ramah Anak bukan hanya soal psikologis dan ruang aman namun juga bisa memberikan pelajaran yang disenangi oleh mereka.

"Kami merasa dengan hadirnya MNC University di tengah-tengah guru-guru SD hari ini, kita bisa memberikan dampak nyata. Pertama, kita sudah melakukan kegiatan menghadirkan siswa untuk membantu mengajar di sekolah-sekolah. Karena ada beberapa mata pelajaran ternyata secara kemampuan akademik gurunya belum ada, seperti guru coding,” ungkap dia.

Bahkan, MNC University saat ini telah menjalin kerja sama dengan 11 sekolah dasar, khususnya dalam penyediaan bantuan pengajar bahasa Inggris dan coding. Ke depannya, MNC University membuka pintu sinergi lebih luas dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk memetakan kebutuhan tenaga pendidik di sekolah-sekolah lain.

"Nah, di momen hari ini, kami berharap dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta bisa memberitahu kebutuhannya apa saja. Karena saat ini kami masih 11 sekolah yang bekerja sama. Jadi kebutuhannya saat ini ada guru bahasa Inggris dan coding. Mngkin ada sekolah-sekolah lain yang membutuhkan pendidik lain, sehingga kami akan menyesuaikan untuk itu," pungkas Rezki.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selain Sertifikat TKA,...
Selain Sertifikat TKA, Ini Syarat Dokumen SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026
Mahasiswa Sains Komunikasi...
Mahasiswa Sains Komunikasi MNC University Raih Runner Up 2 Putri Budaya Banten 2026
Hari Anak Nasional 2026,...
Hari Anak Nasional 2026, Puspadaya Perkuat Sekolah Ramah Anak di Jakarta
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng IDBW 2026, Bekali Mahasiswa Hadapi Peluang Karier dan Finansial di Era Web3
Bukan Pelajaran, Ini...
Bukan Pelajaran, Ini Tantangan Terbesar Pangeran George di Sekolah Baru
Tim Futsal MNC University...
Tim Futsal MNC University Borong Dua Gelar Juara dalam Dua Turnamen Bergengsi
Hari Anak Nasional 2026:...
Hari Anak Nasional 2026: Jangan Paksa Anak Sempurna, Beri Kesempatan Bereksplorasi Sejak Dini
Rayakan Hari Anak Nasional...
Rayakan Hari Anak Nasional dengan Festival Edukasi yang Inspiratif
Exploration Day DBS...
Exploration Day DBS Buka Wawasan 80 Anak Komunitas Pemulung di Hari Anak Nasional
Rekomendasi
345 Karateka Ambil Bagian...
345 Karateka Ambil Bagian di Kejuaraan Porkot Jakarta Pusat 2026, Ajang Seleksi Bibit Atlet Porprov
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
32 Negara Siap Meriahkan...
32 Negara Siap Meriahkan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026
Berita Terkini
FMIPA UNEJ Tanam 750...
FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
Cerita Mutiara, Anak...
Cerita Mutiara, Anak Penjual Tahu Keliling yang Lolos ke ITB dan Raih KIP Kuliah
Profil Pendidikan Febri...
Profil Pendidikan Febri Diansyah, Mantan Jubir KPK yang Kini Jadi Pengacara Febrie Adriansyah
Deretan Universitas...
Deretan Universitas di Spanyol yang Bisa Dituju dengan Beasiswa LPDP, Ada Kampus Pilihanmu?
Selain Sertifikat TKA,...
Selain Sertifikat TKA, Ini Syarat Dokumen SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026
Tim Pelajar Indonesia...
Tim Pelajar Indonesia Sabet 4 Medali di Olimpiade Kimia Internasional 2026
Infografis
Aturan Seragam Sekolah...
Aturan Seragam Sekolah 2026: Panduan Lengkap SD, SMP, hingga SMA/SMK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved