Siswa Indonesia Sabet 4 Medali Perunggu di Olimpiade Matematika Internasional 2026
Senin, 27 Juli 2026 - 07:35 WIB
loading...
Delegasi Indonesia sabet 4 medali perunggu dan 1 honorable mention di International Mathematical Olympiad (IMO) 2026. Foto/Kemendikdasmen.
A
A
A
JAKARTA - Pada 67th International Mathematical Olympiad (IMO) 2026 delegasi Indonesia sukses meraih empat medali perunggu dan satu Honorable Mention. IMO 2026 digelar di Shanghai, Tiongkok, 10 hingga 21 Juli 2026.
International Mathematical Olympiad (IMO) merupakan kompetisi matematika paling bergengsi bagi murid jenjang pendidikan menengah di dunia.
Baca juga: Tim Pelajar Indonesia Sabet 4 Medali di Olimpiade Kimia Internasional 2026
Pada penyelenggaraan ke-67 tahun ini, kompetisi diikuti oleh 685 peserta dari 119 negara yang bersaing menyelesaikan enam soal matematika tingkat lanjut selama dua hari pelaksanaan.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Kemendikdasmen (Kemendikdasmen) Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh anggota tim yang telah menunjukkan semangat pantang menyerah, integritas, dan kemampuan terbaiknya selama kompetisi.
"Selamat kepada seluruh delegasi Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa pada ajang International Mathematical Olympiad 2026. Setiap capaian yang diraih merupakan buah dari kerja keras para murid, dedikasi para pembina, dukungan sekolah, orang tua, dan seluruh pihak yang telah membersamai proses pembinaan talenta secara berkelanjutan," katanya, melalui siaran pers, dikutip Senin (27/7/2026).
Baca juga: Indonesia Sabet 1 Emas, 2 Perak, dan 2 Perunggu di Olimpiade Fisika Internasional 2026
Empat medali perunggu tersebut dipersembahkan oleh Jayden Jurianto, murid SMAK 1 Penabur Jakarta, Steven Abiel Cahyono, murid SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya, Jawa Timur, Danica Odelia, murid SMAK Penabur Gading Serpong, Banten, dan Yusril Ihsan Adinatanegara, murid SMA Negeri 1 Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur.
Sementara itu, Honorable Mention diraih oleh Matthew Ravanelli Tjiptono, murid SMAK Penabur Banda, Jawa Barat.
Sebelum mengikuti IMO 2026, seluruh peserta telah menjalani proses seleksi berjenjang melalui Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan mengikuti serangkaian program pembinaan intensif yang diselenggarakan oleh Puspresnas. Pembinaan tersebut dirancang untuk memperkuat penguasaan materi, strategi penyelesaian soal, dan kesiapan mental dalam menghadapi kompetisi internasional.
Setibanya di Tanah Air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, beberapa waktu lalu, koordinator Pembina IMO 2026, Aleams Barra dari Institut Teknologi Bandung (ITB), mengungkapkan bahwa tingkat kesulitan soal pada IMO 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh peserta dari berbagai negara. Meski demikian, ia mengapresiasi perjuangan para murid Indonesia yang mampu menunjukkan performa terbaiknya.
“Tahun ini soal yang diberikan cukup sulit dan menantang. Puji syukur anak-anak bisa mendapatkan empat medali. Kami belajar dari pengalaman tahun ini untuk memperbaiki agar tahun depan bisa lebih baik lagi,” tutur Barra.
Pengalaman mengesankan, disampaikan oleh Jayden Jurianto dari SMAK 1 Penabur Jakarta. Ia menyampaikan bahwa tahun lalu ia meraih medali perunggu International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) dan sekarang ia berhasil meraih medali perunggu di ajang IMO 2026.
“Bangga bisa berkesempatan mewakili Indonesia kembali ke ajang internasional. Untuk IMO tes dilakukan secara dua hari berturut-turut. Setiap hari itu ada tiga soal,” ungkap Jayden.
Hal senada juga diungkapkan oleh Danica Odelia dari SMAK Penabur Gading Serpong, Banten. “Tes berlangsung kondusif dan lancar. Terima kasih kepada Kemendikdasmen dan Puspresnas yang sudah memfasilitasi kami untuk berprestasi hingga ke tingkat internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Yusril Ihsan Adinatanegara dari SMA Negeri 1 Glagah, Banyuwangi, juga mengungkapkan rasa syukurnya setiba pulang ke Indonesia “Saya sempat khawatir tidak memperoleh medali tetapi puji syukur saya senang sekali akhirnya bisa meraih medali perunggu di IMO 2026,” pungkasnya.
International Mathematical Olympiad (IMO) merupakan kompetisi matematika paling bergengsi bagi murid jenjang pendidikan menengah di dunia.
Baca juga: Tim Pelajar Indonesia Sabet 4 Medali di Olimpiade Kimia Internasional 2026
Pada penyelenggaraan ke-67 tahun ini, kompetisi diikuti oleh 685 peserta dari 119 negara yang bersaing menyelesaikan enam soal matematika tingkat lanjut selama dua hari pelaksanaan.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Kemendikdasmen (Kemendikdasmen) Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh anggota tim yang telah menunjukkan semangat pantang menyerah, integritas, dan kemampuan terbaiknya selama kompetisi.
"Selamat kepada seluruh delegasi Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa pada ajang International Mathematical Olympiad 2026. Setiap capaian yang diraih merupakan buah dari kerja keras para murid, dedikasi para pembina, dukungan sekolah, orang tua, dan seluruh pihak yang telah membersamai proses pembinaan talenta secara berkelanjutan," katanya, melalui siaran pers, dikutip Senin (27/7/2026).
Baca juga: Indonesia Sabet 1 Emas, 2 Perak, dan 2 Perunggu di Olimpiade Fisika Internasional 2026
Empat medali perunggu tersebut dipersembahkan oleh Jayden Jurianto, murid SMAK 1 Penabur Jakarta, Steven Abiel Cahyono, murid SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya, Jawa Timur, Danica Odelia, murid SMAK Penabur Gading Serpong, Banten, dan Yusril Ihsan Adinatanegara, murid SMA Negeri 1 Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur.
Sementara itu, Honorable Mention diraih oleh Matthew Ravanelli Tjiptono, murid SMAK Penabur Banda, Jawa Barat.
Sebelum mengikuti IMO 2026, seluruh peserta telah menjalani proses seleksi berjenjang melalui Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan mengikuti serangkaian program pembinaan intensif yang diselenggarakan oleh Puspresnas. Pembinaan tersebut dirancang untuk memperkuat penguasaan materi, strategi penyelesaian soal, dan kesiapan mental dalam menghadapi kompetisi internasional.
Setibanya di Tanah Air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, beberapa waktu lalu, koordinator Pembina IMO 2026, Aleams Barra dari Institut Teknologi Bandung (ITB), mengungkapkan bahwa tingkat kesulitan soal pada IMO 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh peserta dari berbagai negara. Meski demikian, ia mengapresiasi perjuangan para murid Indonesia yang mampu menunjukkan performa terbaiknya.
“Tahun ini soal yang diberikan cukup sulit dan menantang. Puji syukur anak-anak bisa mendapatkan empat medali. Kami belajar dari pengalaman tahun ini untuk memperbaiki agar tahun depan bisa lebih baik lagi,” tutur Barra.
Pengalaman mengesankan, disampaikan oleh Jayden Jurianto dari SMAK 1 Penabur Jakarta. Ia menyampaikan bahwa tahun lalu ia meraih medali perunggu International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) dan sekarang ia berhasil meraih medali perunggu di ajang IMO 2026.
“Bangga bisa berkesempatan mewakili Indonesia kembali ke ajang internasional. Untuk IMO tes dilakukan secara dua hari berturut-turut. Setiap hari itu ada tiga soal,” ungkap Jayden.
Hal senada juga diungkapkan oleh Danica Odelia dari SMAK Penabur Gading Serpong, Banten. “Tes berlangsung kondusif dan lancar. Terima kasih kepada Kemendikdasmen dan Puspresnas yang sudah memfasilitasi kami untuk berprestasi hingga ke tingkat internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Yusril Ihsan Adinatanegara dari SMA Negeri 1 Glagah, Banyuwangi, juga mengungkapkan rasa syukurnya setiba pulang ke Indonesia “Saya sempat khawatir tidak memperoleh medali tetapi puji syukur saya senang sekali akhirnya bisa meraih medali perunggu di IMO 2026,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :