Siswi SMAK Penabur Sabet Medali Perunggu Olimpiade Matematika Internasional 2026
Selasa, 28 Juli 2026 - 15:19 WIB
loading...
Siswa SMAK PENABUR Gading Serpong Danica Odelia raih medali perunggu IMO 2026. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Delegasi Indonesia berhasil meraih empat medali perunggu dan satu honorable mention di 67th International Mathematical Olympiad (IMO) 2026 yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok, pada 10 hingga 21 Juli 2026. Kompetisi ini diikuti 685 peserta dari 119 negara.
Salah satu delegasi yang berhasil meraih medali perunggu adalah Danica Odelia, siswa asal SMAK PENABUR Gading Serpong. Siswa program Brilliant Class ini sebelumnya sukses meraih medali emas di ajang European Girls' Mathematical Olympiad (EGMO) 2026.
Baca juga: Siswa Indonesia Sabet 4 Medali Perunggu di Olimpiade Matematika Internasional 2026
Sebelumnya, dia pernah mengikuti kompetisi yang sama di tahun 2025 dan meraih Honourable Mention. Selain itu, Danica juga mengikuti kompetisi The 22nd International Zhautykov Olympiad (IZhO) 2026 dan berhasil meraih medali perunggu serta The 31st International Tuymaada Olympiad 2024 yang membuatnya mendulang perak.
Keberhasilan Danica meraih berbagai prestasi membanggakan di ajang olimpiade internasional tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan.
“Ini berawal dari kesukaan saya dengan Matematika ketika SD, lalu mulai berani mencoba ikut Olimpiade Sains Nasional (OSN). Dari situ, ternyata saya semakin senang Matematika, menurut saya semakin dipelajari ilmunya semakin menarik dan yang paling saya suka itu materi seputar aljabar dan kombinatorika.” katanya, melalui siaran pers, dikutip Selasa (28/7/2026).
Danica mengaku Ia berproses mengikuti persiapan hingga kompetisi itu sudah bertahun-tahun, yaitu sedari SD.
“Kemudian, sekolah juga mendukung dengan menyediakan guru khusus untuk persiapan olimpiade setiap hari Selasa dan Jumat. Selain itu, ketika ada waktu luang saya menghabiskan waktu untuk belajar secara mandiri.” ujar Danica.
Danica juga membagikan pengalaman bagaimana Ia bisa terpilih ke dalam tim IMO Indonesia bersama lima siswa terbaik lainnya.
Ia bercerita, setelah mengikuti OSN Matematika 2024 dan meraih medali perak, ia kemudian mengikuti latihan di Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas) yang diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
"Kita mengikuti kelas yang diisi dosen-dosen dari ITB maupun alumni dari IMO tahun-tahun sebelumnya. Pelatnas dibagi menjadi empat tahapan seleksi dengan beberapa tes yang harus dilewati. Soal-soalnya diambil dari IMO dan Asian Pacific Mathematics Olympiad (APMO) tahun sebelumnya. Puji Tuhan saya berhasil bertahan hingga seleksi terakhir.” ucap Danica.
Selama mengikuti kompetisi IMO 2026, Danica tidak menemukan kesulitan yang berarti. “Kompetisi berlangsung selama dua hari. Ada 3 soal yang harus dikerjakan setiap harinya dengan durasi 4,5 jam.” kata Danica.
Memiliki jiwa kompetitif yang tinggi, Danica berharap untuk mengikuti IMO tahun selanjutnya, “Selain itu, saya juga sedang mempersiapkan diri agar dapat melanjutkan pendidikan ke universitas luar negeri terbaik.” ujar Danica.
Tak mau sukses sendiri, Danica mengajak peserta didik lainnya untuk semangat dan tekun dalam mengejar apa yang dicita-citakan. “Tidak usah pedulikan apa kata orang, percaya diri, just do your best, dan semua usaha tidak akan sia-sia.” pesan Danica.
Salah satu delegasi yang berhasil meraih medali perunggu adalah Danica Odelia, siswa asal SMAK PENABUR Gading Serpong. Siswa program Brilliant Class ini sebelumnya sukses meraih medali emas di ajang European Girls' Mathematical Olympiad (EGMO) 2026.
Baca juga: Siswa Indonesia Sabet 4 Medali Perunggu di Olimpiade Matematika Internasional 2026
Sebelumnya, dia pernah mengikuti kompetisi yang sama di tahun 2025 dan meraih Honourable Mention. Selain itu, Danica juga mengikuti kompetisi The 22nd International Zhautykov Olympiad (IZhO) 2026 dan berhasil meraih medali perunggu serta The 31st International Tuymaada Olympiad 2024 yang membuatnya mendulang perak.
Keberhasilan Danica meraih berbagai prestasi membanggakan di ajang olimpiade internasional tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan.
“Ini berawal dari kesukaan saya dengan Matematika ketika SD, lalu mulai berani mencoba ikut Olimpiade Sains Nasional (OSN). Dari situ, ternyata saya semakin senang Matematika, menurut saya semakin dipelajari ilmunya semakin menarik dan yang paling saya suka itu materi seputar aljabar dan kombinatorika.” katanya, melalui siaran pers, dikutip Selasa (28/7/2026).
Danica mengaku Ia berproses mengikuti persiapan hingga kompetisi itu sudah bertahun-tahun, yaitu sedari SD.
“Kemudian, sekolah juga mendukung dengan menyediakan guru khusus untuk persiapan olimpiade setiap hari Selasa dan Jumat. Selain itu, ketika ada waktu luang saya menghabiskan waktu untuk belajar secara mandiri.” ujar Danica.
Danica juga membagikan pengalaman bagaimana Ia bisa terpilih ke dalam tim IMO Indonesia bersama lima siswa terbaik lainnya.
Ia bercerita, setelah mengikuti OSN Matematika 2024 dan meraih medali perak, ia kemudian mengikuti latihan di Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas) yang diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
"Kita mengikuti kelas yang diisi dosen-dosen dari ITB maupun alumni dari IMO tahun-tahun sebelumnya. Pelatnas dibagi menjadi empat tahapan seleksi dengan beberapa tes yang harus dilewati. Soal-soalnya diambil dari IMO dan Asian Pacific Mathematics Olympiad (APMO) tahun sebelumnya. Puji Tuhan saya berhasil bertahan hingga seleksi terakhir.” ucap Danica.
Selama mengikuti kompetisi IMO 2026, Danica tidak menemukan kesulitan yang berarti. “Kompetisi berlangsung selama dua hari. Ada 3 soal yang harus dikerjakan setiap harinya dengan durasi 4,5 jam.” kata Danica.
Memiliki jiwa kompetitif yang tinggi, Danica berharap untuk mengikuti IMO tahun selanjutnya, “Selain itu, saya juga sedang mempersiapkan diri agar dapat melanjutkan pendidikan ke universitas luar negeri terbaik.” ujar Danica.
Tak mau sukses sendiri, Danica mengajak peserta didik lainnya untuk semangat dan tekun dalam mengejar apa yang dicita-citakan. “Tidak usah pedulikan apa kata orang, percaya diri, just do your best, dan semua usaha tidak akan sia-sia.” pesan Danica.
(nnz)
Lihat Juga :