Ornamen Header
Mahasiswa IPB University Boyong 2 Juara di TGC In Action
Mahasiswa IPB University Boyong 2 Juara di TGC In Action
Mahasiswa IPB University Kamilah Nurdini Tarwana jadi juara 3 lomba essay nasional Tree Grower Community (TGC) In Action. Foto/ist
JAKARTA - Himpunan Profesi Tree Grower Community (TGC) Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, IPB University, umumkan pemenang lomba essay nasional TGC In Action, (28/9). Lomba essay tahun ini mengangkat tema “Strategi Mewujudkan Ketahanan Pangan Indonesia dalam Menghadapi Krisis Ekonomi di Masa Pandemi COVID-19.”

Lomba essay tahun ini dimenangkan oleh tiga mahasiswa, yaitu TB Aditia Rizki (IPB University) sebagai Juara 1, Fianicha Shalihah (UNS) sebagai Juara 2, dan Kamilah Nurdini Tarwana (IPB University) sebagai juara 3. (Baca juga: Gagas Aplikasi Penjualan Produk Ternak, Mahasiswa IPB Juarai Kompetisi Festival Ilmiah )

Dalam karyanya, Aditia Rizki mengangkat Mangrovers: Inovasi Aplikasi Mobile Berbasis Edukasi-Utilitas Pengintegrasi Konservasi Hutan Mangrove Guna Meningkatkan Ketahanan Pangan Indonesia di Masa Pandemi COVID-19. Aplikasi Mangrovers ini dijadikan sebagai peran penggagas dalam budidaya mangrove dan pemasaran hasil olahan mangrove.

Aplikasi Mangrovers dapat diunduh melalui Google Play maupun App Store secara gratis. Dalam aplikasi ini terdapat peta persebaran mangrove di Indonesia, produk berbagai olahan mangrove, dan cara pemanfaatan mangrove mulai dari cara membibit mangrove hingga resep berbagai olahan mangrove yang dapat dilakukan sendiri di rumah. Berbagai olahan mangrove ini dapat menjadi salah satu upaya ketahanan pangan.



Sementara, Kamilah Nurdini Tarwana mengangkat tanaman kecipir sebagai bahan pangan alternatif dengan memanfaatkan potensi lokal untuk mencapai kemandirian pangan di masa pandemi. Kecipir merupakan supermarket on the stalk, dimana buah, polong, dan umbinya dapat dimanfaatkan. (Baca juga: Mahasiswa UIN Suka Jadi Delegasi Termuda 12th Nordic Nutrition Conference 2020 )

"Pemanfaatan dari tanaman kecipir ini beragam seperti untuk obat, daunnya untuk pakan ternak, dan juga sebagai sumber pangan," terang Kamilah Nurdini Tarwana, dalam keterangan elektronik yang diterima SINDOnews, Rabu (30/9/2020).

menurutnya, kandungan gizi dari kecipir apabila dibandingkan dengan singkong dan beras putih kandungan karbohidratnya lebih rendah, sedangkan kandungan protein, lemak, abu dan seratnya lebih tinggi. "Tanaman kecipir juga cocok ditanam di dataran rendah pada tanah dengan bahan organik rendah dan toleran terhadap lahan kering," jelasnya.

Adapun karya Fianicha Shalihah berupa pembuatan abon kulit buah pepaya sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat kecamatan Ngadirojo, Pacitan, Jawa Timur di tengah pandemi COVID-19. Kuit buah pepaya biasanya tidak digunakan oleh sebagian orang, namun ternyanta kulit buah ini dapat dimanfaatkan menjadi makanan yang gurih dan enak yaitu abon.
(mpw)
TULIS KOMENTAR ANDA!