Rancang Aplikasi Go-Elderly, 6 Mahasiswa UI Juarai Kompetisi Internasional
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 16:39 WIB
loading...
Enam mahasiswa UI berhasil meraih juara pertama dalam ajang Virtual Case Competition-APRU Global Health Conference 2020. Foto/Dok/Humas UI
A
A
A
JAKARTA - Enam mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam tim The Yellow Jackets berhasil meraih juara pertama dalam ajang Virtual Case Competition-Asia Pacific Rim University (APRU) Global Health Conference 2020. Tim ini unggul di antara 45 peserta dari 22 negara.
Kompetisi yang berlangsung pada 19-21 Oktober 2020 ini merupakan bagian dari APRU Global Health Conference 2020, yakni sebuah forum ilmiah yang membahas tentang isu kesehatan global. Pada tahun ini, Fudan University, Shanghai, menjadi tuan rumah penyelenggaraan APRU Global Health Conference 2020. (Baca juga: Salut! Jawara Kompetisi Ini Raih Wisudawan Terbaik ITS dengan IPK 3,94 )
Keenam mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM UI) dan Fakultas Kedokteran (FKUI), tersebut adalah Andrew Prasetya Japri (FKM UI angkatan 2016), Caroline Augustine Atmojo (FKM’17), Stephen Gunawan (FKM’17), Hubert Jonathan (FK’17), Jason Phowira (FK’17), dan Vellia Justian (FK’17). The Yellow Jackets menawarkan sebuah rancangan aplikasi yang diberi nama Go-Elderly sebagai upaya menangani penuaan populasi dengan dukungan inovasi yang tepat guna.
Perwakilan The Yellow Jackets Stephen Gunawan menuturkan, Go-Elderly merupakan sebuah aplikasi online yang dirancang untuk mengintegrasikan pelayanan kesehatan berbasis keluarga, pelayanan kesehatan primer. khususnya Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu), komunitas sosial yang aman dan nyaman bagi lansia, serta pemberdayaan lansia secara umum.
"Kami berharap platform ini dapat menjadi salah satu pionir dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi kaum lansia agar tetap active-aging dan sejahtera, serta mampu meningkatkan kesadaran teman-teman kaum muda untuk lebih peduli terhadap kesejahteraan lansia,” katanya melalui siaran pers, Jumat (23/10). (Baca juga: Ini Bocoran Resmi Agar Pengajuan Beasiswa Unggulan Kemendikbud Anda Diterima )
Lebih lanjut, Jason Phowira mengatakan, pembuatan aplikasi Go-Elderly berangkat dari dua masalah utama berkenaan kesejahteraan lansia di Asia Pasifik. Pertama, kekhawatiran terkait sektor pelayanan kesehatan bagi lansia yang terbatas. Kedua, sektor sosial dan komunitas bagi lansia yakni kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar dan stigma buruk masyarakat.
"Untuk itu, kami sebagai kaum muda, berkomitmen menjadi agent of change, dalam hal ini ingin berkontribusi dalam membuat lingkungan yang inklusif bagi lansia agar kita bisa membangun masa depan yang ramah lanjut usia,” katanya.
Kompetisi yang berlangsung pada 19-21 Oktober 2020 ini merupakan bagian dari APRU Global Health Conference 2020, yakni sebuah forum ilmiah yang membahas tentang isu kesehatan global. Pada tahun ini, Fudan University, Shanghai, menjadi tuan rumah penyelenggaraan APRU Global Health Conference 2020. (Baca juga: Salut! Jawara Kompetisi Ini Raih Wisudawan Terbaik ITS dengan IPK 3,94 )
Keenam mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM UI) dan Fakultas Kedokteran (FKUI), tersebut adalah Andrew Prasetya Japri (FKM UI angkatan 2016), Caroline Augustine Atmojo (FKM’17), Stephen Gunawan (FKM’17), Hubert Jonathan (FK’17), Jason Phowira (FK’17), dan Vellia Justian (FK’17). The Yellow Jackets menawarkan sebuah rancangan aplikasi yang diberi nama Go-Elderly sebagai upaya menangani penuaan populasi dengan dukungan inovasi yang tepat guna.
Perwakilan The Yellow Jackets Stephen Gunawan menuturkan, Go-Elderly merupakan sebuah aplikasi online yang dirancang untuk mengintegrasikan pelayanan kesehatan berbasis keluarga, pelayanan kesehatan primer. khususnya Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu), komunitas sosial yang aman dan nyaman bagi lansia, serta pemberdayaan lansia secara umum.
"Kami berharap platform ini dapat menjadi salah satu pionir dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi kaum lansia agar tetap active-aging dan sejahtera, serta mampu meningkatkan kesadaran teman-teman kaum muda untuk lebih peduli terhadap kesejahteraan lansia,” katanya melalui siaran pers, Jumat (23/10). (Baca juga: Ini Bocoran Resmi Agar Pengajuan Beasiswa Unggulan Kemendikbud Anda Diterima )
Lebih lanjut, Jason Phowira mengatakan, pembuatan aplikasi Go-Elderly berangkat dari dua masalah utama berkenaan kesejahteraan lansia di Asia Pasifik. Pertama, kekhawatiran terkait sektor pelayanan kesehatan bagi lansia yang terbatas. Kedua, sektor sosial dan komunitas bagi lansia yakni kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar dan stigma buruk masyarakat.
"Untuk itu, kami sebagai kaum muda, berkomitmen menjadi agent of change, dalam hal ini ingin berkontribusi dalam membuat lingkungan yang inklusif bagi lansia agar kita bisa membangun masa depan yang ramah lanjut usia,” katanya.
Lihat Juga :