Ornamen Header
Setahun Kemendikbud, Pelatihan Guru Terus Ditingkatkan
Setahun Kemendikbud, Pelatihan Guru Terus Ditingkatkan
Seorang guru sekolah dasar mengajar sejumlah siswanya dengan cara tatap muka di sebuah mushala di Surabaya. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Dalam masa satu tahun kinerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah dijalankan berbagai program pelatihan untuk guru. Selain itu juga pencairan tunjangan profesi bagi guru pada Agustus lalu.

Sekjen Kemendikbud Ainun Naim mengatakan, untuk melatih para guru supaya lebih adaptif dan inovatif menghadapi perubahan teknologi yang ada Kemendikbud melatih para guru melalui sesi webinar. Ainun menjelaskan, sesi webinar untuk para guru ini sudah diikuti oleh 150.000 guru. (Baca juga: Kemendikbud Tegaskan Asesmen Nasional Beda dengan Ujian Nasional)

"Webinar untuk para guru ini supaya mereka bisa meningkatkan skill-nya dalam melakukan pembelajaran jarak jauh ini sudah diikuti 150.000 guru," kata Sekjen Ainun pada pada Konferensi Pers yang digelar daring mengenai Capaian Kinerja 1 Tahun Kemendikbud, Selasa (27/10).

Guru besar Universitas Gadjah Mada ini menjelaskan, untuk program pelatihan jangka panjang Kemendikbud mengadakan program Guru Penggerak. Diketahui, Kemendikbud telah mengangkat 2.800 guru angkatan pertama program Guru Penggerak. Mereka akan mengikuti pendidikan selama sembilan bulan. Setelah lulus nanti mereka akan menyandang sebagai guru pengggerak yang akan menggerakkan ekosistem pendidikan ke arah yang lebih baik.



Sementara itu, ujar Sekjen, untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan guru akan metode belajar yang menyenangkan Kemendikbud meluncurkan gerakan Guru Berbagi. Diketahui, Guru berbagi adalah ruang gotong royong bagi guru dan penggerak Pendidikan untuk saling berbagi praktik blik dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). "Dan ini telah diakses lebih dari 47 juta kali," ujarnya. (Baca juga: Kemendikbud Respons Cepat Tangani Pendidikan di Masa Pandemi)

Khusus untuk tunjangan bagi guru, Ainun menerangkan, sebanyak 245.000 lebih sasaran penerima tunjangan profesi dan tunjangan khusus telah disalurkan pada akhir Agustus lalu. Diketahui, pada Agustus lalu Kemendikbud telah mengamankan tambahan penerima tunjangan profesi guru dan tenaga kependidikan serta tunjangan profesi dan dosen dan tunjangan guru besar sebesar Rp1,7 triliun.

Selanjutnya, ujar Ainun, terkait dengan upaya untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing Program Indonesia Pintar tetap dijalankan. Ainun menuturkan alokasi PIP saat ini sudah mencapai 18 juta siswa. Sedangkan untuk Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP K) sudah mencapai 200.000 siswa.



"Demikian pula BOS reguler, afirmasi dan kinerja disalurkan sesuai dengan jumlah sasaran dan alokasi. Bahkan, ini termasuk yang prioritaskan untuk kita perhatikan jangan sampai terlambat kalau bisa dipercepat,"pungkasnya.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!