Program Digitalisasi Sekolah Harus Dilengkapi dengan Akses Internet
Minggu, 08 November 2020 - 16:56 WIB
loading...
Koordinator Nasional Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kemendikbud tahun depan akan memberikan laptop dalam program digitalisasi sekolah . Akan tetapi jika ingin digitalisasi sekolah ini sukses maka program ini harus saling melengkapi antara laptop dan juga akses internetnya.
Koordinator Nasional Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengatakan, pihaknya mengapresiasi rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan memberikan laptop kepada sekolah sebagai bagian dari digitalisasi sekolah. (Baca juga: Komisi X DPR Minta Nadiem Rajin Pantau Implementasi Kebijakan di Daerah )
"Ini memang konsekuensi era digital atau Revolusi 4.0. Kenapa ini penting karena kesenjangan digital itu menjadi semakin terbuka di masa pandemi," katanya ketika dihubungi SINDOnews, Minggu (8/11).
Satriwan menjelaskan, bahwa siswa yang tidak bisa menikmati internet dan tidak bisa menikmati akses teknologi di Indonesia masih besar. Hal ini lebih terungkap, katanya, ketika pembelajaran jarak jauh (PJJ) sehingga kesenjangan digital masih menjadi persoalan besar di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah harus turun tangan agar kesenjangan digital ini bisa diatasi.
Dia mengatakan, pemberian laptop ini memang bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi kesenjangan. Namun, jelasnya, pemberian laptop ini tidak akan ada artinya jika tidak adanya akses internet ke seluruh wilayah di nusantara tanpa terkecuali. "Kenapa sekarang makin terlihat kesenjangan digital karena guru yang bisa mengakses internet lebih terlayani dalam pendidikan dan bisa mengikuti PJJ lebih intens," ujarnya. (Baca juga: Sosialisasi Minim, Banyak Sekolah Tak Tahu Penyederhanaan Kurikulum )
Koordinator Nasional Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengatakan, pihaknya mengapresiasi rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan memberikan laptop kepada sekolah sebagai bagian dari digitalisasi sekolah. (Baca juga: Komisi X DPR Minta Nadiem Rajin Pantau Implementasi Kebijakan di Daerah )
"Ini memang konsekuensi era digital atau Revolusi 4.0. Kenapa ini penting karena kesenjangan digital itu menjadi semakin terbuka di masa pandemi," katanya ketika dihubungi SINDOnews, Minggu (8/11).
Satriwan menjelaskan, bahwa siswa yang tidak bisa menikmati internet dan tidak bisa menikmati akses teknologi di Indonesia masih besar. Hal ini lebih terungkap, katanya, ketika pembelajaran jarak jauh (PJJ) sehingga kesenjangan digital masih menjadi persoalan besar di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah harus turun tangan agar kesenjangan digital ini bisa diatasi.
Dia mengatakan, pemberian laptop ini memang bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi kesenjangan. Namun, jelasnya, pemberian laptop ini tidak akan ada artinya jika tidak adanya akses internet ke seluruh wilayah di nusantara tanpa terkecuali. "Kenapa sekarang makin terlihat kesenjangan digital karena guru yang bisa mengakses internet lebih terlayani dalam pendidikan dan bisa mengikuti PJJ lebih intens," ujarnya. (Baca juga: Sosialisasi Minim, Banyak Sekolah Tak Tahu Penyederhanaan Kurikulum )
Lihat Juga :