Kemenag akan Gelar Telekonferensi Internasional Agama dan Pendidikan
Senin, 09 November 2020 - 22:43 WIB
loading...
A
A
A
Tahun 2015, bersamaan dengan terbentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), lanjut Kaban, maka kegiatan konsultasi dengan tokoh agama ini dikembangkan ke lingkup negara-negara ASEAN.
“Salah satu rekomendasi yang dihasilkan dalam maklumat pertemuan ASEAN 2017 adalah perlunya para agamawan ASEAN menyelenggarakan pertemuan ilmiah bidang agama dan pendidikan yang didokumentasikan. Maka, International Conference on Religion and Education (INCRE) ini merupakan perwujudan rekomendasi tersebut,” lanjut Kaban Gunaryo.
Mengingat dunia tengah mengalami pandemi Covid-19, maka semua tahapan kegiatan dilaksanakan secara daring mulai dari proses sosialisasi, pengusulan naskah, seleksi, registrasi, hingga pelaksanaan konferensi. (Baca juga: Kampus PTKIN Harus Jadi Epicentrum Peradaban Indonesia )
“Hal ini dipilih sebagai usaha tetap menjaga protap menjaga kesehatan semua pihak yang terlibat dari kemungkinan kegiatan ini menjadi media atau cluster dari pandemi,” tegas Kaban.
Dalam penyelenggaraan, Balitbang Diklat bekerja sama dengan International Institute for Advanced Science and Technology (IIAST). Menggandeng tiga perguruan tinggi utama dari tiga negara ASEAN, yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Indonesia), International Islamic University of Malaysia/IIUM (Malaysia), dan Universitas Islam Sultan Syarif Kasim/UNISSA (Bruney Darussalam).
“Salah satu rekomendasi yang dihasilkan dalam maklumat pertemuan ASEAN 2017 adalah perlunya para agamawan ASEAN menyelenggarakan pertemuan ilmiah bidang agama dan pendidikan yang didokumentasikan. Maka, International Conference on Religion and Education (INCRE) ini merupakan perwujudan rekomendasi tersebut,” lanjut Kaban Gunaryo.
Mengingat dunia tengah mengalami pandemi Covid-19, maka semua tahapan kegiatan dilaksanakan secara daring mulai dari proses sosialisasi, pengusulan naskah, seleksi, registrasi, hingga pelaksanaan konferensi. (Baca juga: Kampus PTKIN Harus Jadi Epicentrum Peradaban Indonesia )
“Hal ini dipilih sebagai usaha tetap menjaga protap menjaga kesehatan semua pihak yang terlibat dari kemungkinan kegiatan ini menjadi media atau cluster dari pandemi,” tegas Kaban.
Dalam penyelenggaraan, Balitbang Diklat bekerja sama dengan International Institute for Advanced Science and Technology (IIAST). Menggandeng tiga perguruan tinggi utama dari tiga negara ASEAN, yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Indonesia), International Islamic University of Malaysia/IIUM (Malaysia), dan Universitas Islam Sultan Syarif Kasim/UNISSA (Bruney Darussalam).
Lihat Juga :