Agus Maryono Raih Penghargaan Paten Terbaik UGM
Kamis, 12 November 2020 - 07:36 WIB
loading...
A
A
A
Individu ataupun kelompok yang ingin membuat alat ini bisa mengetahui langkah-langkah yang diperlukan melalui video-video yang ia unggah pada kanal Youtube. Saat ini, alat tersebut sudah terpasang di berbagai daerah di seluruh Indonesia, dari Pulau Sumatra, Kalimantan, hingga Maluku. (Baca juga: Lulusan Perguruan Tinggi Perlu Miliki Smart Skills dan Sharp Skills )
“Alat ini meski sifatnya paten tapi sudah cukup dikenal karena sistemnya sederhana dan mudah dipahami. Ada videonya di youtube jadi masyarakat bisa membuat sendiri,” terangnya.
Untuk memperoleh paten, Agus mengungkapkan, tidak perlu menemukan sesuatu yang benar-benar baru. Seorang peneliti menurutnya bisa mengembangkan hal-hal yang sudah ada di depan mata dan mengembangkannya selangkah lebih jauh.
Ia menyebut bahwa produktivitas seorang peneliti akan timbul ketika ia memiliki keprihatinan tertentu yang kemudian membangkitkan keinginan untuk memperjuangkan hal tersebut. Hal inilah yang menjadi pendorong baginya untuk berkarya dan membuat gerakan untuk menyebarluaskan kemanfaatan dari produk inovasinya.
“Saya memiliki impian untuk membawa gerakan ini menuju hadiah nobel. Mungkin agak sulit, tapi lebih baik memiliki sebuah cita-cita, dan ini semua untuk UGM dan untuk Indonesia,” ucapnya.
“Alat ini meski sifatnya paten tapi sudah cukup dikenal karena sistemnya sederhana dan mudah dipahami. Ada videonya di youtube jadi masyarakat bisa membuat sendiri,” terangnya.
Untuk memperoleh paten, Agus mengungkapkan, tidak perlu menemukan sesuatu yang benar-benar baru. Seorang peneliti menurutnya bisa mengembangkan hal-hal yang sudah ada di depan mata dan mengembangkannya selangkah lebih jauh.
Ia menyebut bahwa produktivitas seorang peneliti akan timbul ketika ia memiliki keprihatinan tertentu yang kemudian membangkitkan keinginan untuk memperjuangkan hal tersebut. Hal inilah yang menjadi pendorong baginya untuk berkarya dan membuat gerakan untuk menyebarluaskan kemanfaatan dari produk inovasinya.
“Saya memiliki impian untuk membawa gerakan ini menuju hadiah nobel. Mungkin agak sulit, tapi lebih baik memiliki sebuah cita-cita, dan ini semua untuk UGM dan untuk Indonesia,” ucapnya.
(mpw)
Lihat Juga :