Ornamen Header
PTM Mulai 2021, Sekolah di Depok Belum Terima Instruksi dari Pemkot
PTM Mulai 2021, Sekolah di Depok Belum Terima Instruksi dari Pemkot
Sejumlah siswa mengikuti proses belajar-mengajar dengan daring atau pembelajaran jarak jauh. Foto/Dok/SINDOnews
DEPOK - Pembelajaran jarak jauh (PJJ) sudah berlangsung selama sembilan bulan. Kurun tersebut banyak kendala dan keluhan yang dirasakan siswa, orang tua dan guru. Karena PJJ dianggap kurang optimal bagi siswa menerima materi pelajaran.

“Selama pandemi kurang lebih sembilan bulan PJJ emang tidak bisa optimal kita melakukan pembelajaran atau memberikan materi pada anak-anak,” kata Kepala Sekolah Dasar Tunas Global Depok, Taufiqurrahman, Senin (23/11/2020). (Baca juga: Siap-siap! Seleksi PPPK Guru Honorer Segera Dibuka )

Diakui dia ada banyak kendala yang terjadi selama PJJ. Baik dari siswa, orang tua dan guru. Namun pihaknya berupaya untuk mengatasinya dengan semaksimal mungkin. “Jadi kendalanya yang pertama penyampaian yang tidak bisa dipahami oleh siswa secara penuh sehingga dari pemahaman materi dirasa kurang,” tukasnya.

Kendala lainnya adalah soal penilaian. Karena penilaian yang dilakukan guru selama PJJ hanya sebatas kognitif saja. “Jadi penilaian ini guru juga menjadi tantangan itu juga sebagai kendala. Karena kami hanya mampu melaksanakan penilaian koginitif (pengetahuan) saja, sementara unsur keterampilan dan sikap dan tidak bisa kita lakukan secara optimal sehingga itu menjadi kendala kami,” akunya.



Dari pihak orang tua, sambung Taufiqurrahman juga mengaku ada kendala. Karena konsentrasi orang tua terbagi antara pekerjaan dan mendampingi anak belajar. “Ini sering sekali istilahnya belajar daring sering membuat darting (darah tinggi) orang tua. Karena orang tua yang belum siap dari sisi waktu dan dari sisi materi belajar belum siap. Kadang-kadang ada kebuntuan dari orang tua pada saat mendampingi anak. Tapi kalau di sekolah saya sendiri saya katakan kami cukup beradaptasi di masa pandemi ini. Kami berharap bisa kembali tatap muka,” harapnya. (Baca juga: Gaji Dijamin Pusat, Nadiem: Mohon Pemda Ajukan Formasi Guru PPPK Sebanyak Mungkin )

Sejauh ini, kata dia, belum ada informasi apapun dari Pemerintah Kota Depok untuk rencana membuka kembali sekolah pada Januari 2021. Jika merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri maka keputusan membuka kembali sekolah diserahkan pad tiga unsur. Yaitu pemerintah daerah, satuan pendidikan sekolah dan orang tua.

“Sampai saat ini posisinya Pemkot Depok masih belum menyampaikan terkait dengan kebijakan SKB 4 Menteri kemarin. Karena memang itu diperuntukkan pada Januari. Dari Pemkot Depok sampai sekarang belum sampaikan info kapan di Depok dibuka,” pungkasnya.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!