Bilik Test Swab UI Raih Penghargaan Top 21 Inovasi COVID-19
Jum'at, 27 November 2020 - 14:10 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, 21 inovasi yang terpilih merupakan inovasi yang memenuhi kriteria, seperti memiliki kebaruan, kemanfaatan, efektif, serta transferable.
Pada kesempatan terpisah, Rektor UI Prof Ari Kuncoro berterima kasih atas apresiasi yang diberikan KemenPANRB. Dia mengatakan, UI mengerahkan semua sumber daya, khususnya sivitas akademika seperti dosen dan peneliti dari berbagai disiplin keilmuan, untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi pandemi COVID-19.
“Semua riset dan inovasi digencarkan guna kemandirian produksi dalam negeri akan alat kesehatan, obat-obatan dan terapi, serta penunjang kesehatan lainnya,” katanya melalui siaran pers, Kamis (26/11).
Senada dengannya, Wakil Rektor UI Nurtami mengatakan bahwa produk riset dan inovasi COVID-19 melingkupi lima klasifikasi yang lengkap untuk mendukung pemerintah mengatasi pandemi COVID-19.
“Selama masa pandemi ini, kami telah menghasilkan riset dan inovasi yang berkenaan dengan pencegahan (1 produk); skrining dan diagnosis (4 produk); Obat dan Terapi (14 produk); Alat Kesehatan dan Produk (18 produk); dan Sosial Humaniora (27 produk) berkenaan COVID-19,” ujar Utami.
Pada kesempatan terpisah, Rektor UI Prof Ari Kuncoro berterima kasih atas apresiasi yang diberikan KemenPANRB. Dia mengatakan, UI mengerahkan semua sumber daya, khususnya sivitas akademika seperti dosen dan peneliti dari berbagai disiplin keilmuan, untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi pandemi COVID-19.
“Semua riset dan inovasi digencarkan guna kemandirian produksi dalam negeri akan alat kesehatan, obat-obatan dan terapi, serta penunjang kesehatan lainnya,” katanya melalui siaran pers, Kamis (26/11).
Senada dengannya, Wakil Rektor UI Nurtami mengatakan bahwa produk riset dan inovasi COVID-19 melingkupi lima klasifikasi yang lengkap untuk mendukung pemerintah mengatasi pandemi COVID-19.
“Selama masa pandemi ini, kami telah menghasilkan riset dan inovasi yang berkenaan dengan pencegahan (1 produk); skrining dan diagnosis (4 produk); Obat dan Terapi (14 produk); Alat Kesehatan dan Produk (18 produk); dan Sosial Humaniora (27 produk) berkenaan COVID-19,” ujar Utami.
(mpw)
Lihat Juga :