Sabet 4 Gelar, ITS Juarai Kontes Mobil Hemat Energi Tingkat Internasional
Selasa, 01 Desember 2020 - 15:12 WIB
loading...
ITS berhasil menorehkan empat gelar juara dalam ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2020 yang digelar secara daring. Foto/Dok/Humas ITS
A
A
A
SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) masih begitu digdaya di kontes mobil hemat energi tingkat internasional. Mereka berhasil menorehkan empat gelar juara dalam ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2020 yang digelar secara daring.
Pada kompetisi tahun ini, ITS menurunkan dua tim untuk berlaga yakni Tim Sapuangin yang berlaga di kelas Urban Gasoline dan Tim Nogogeni yang bertarung di kelas Urban Listrik. Dalam ajang tahunan ini, Tim Sapuangin berhasil meraih Juara Umum 1 kategori Urban, Juara 1 kriteria Aerodinamika Body kategori Urban, dan Juara 1 kriteria Model Desain Kendaraan kategori Urban. Sedangkan Tim Nogogeni berhasil sabet Juara 1 kriteria Motor Listrik dan Sistem Kontrol kategori Urban. (Baca juga: IPB University Raih Juara 3 Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 2020 )
General Manager Sapuangin ITS Alfandy Anugerah menuturkan, terdapat perbedaan pelaksanaan KMHE 2020 ini. Sebelumnya, KMHE merupakan perlombaan membangun mobil hemat energi yang dapat berjalan di lintasan, sehingga pemenang ditentukan dari konsumsi bahan bakar yang paling sedikit. “Namun, untuk tahun ini konsep perlombaan seperti itu tidak dapat dilakukan karena adanya pandemi,” kata Fandy, panggilan akrabnya, Selasa (1/12/2020).
Ia melanjutan, konsep kegiatan tahunan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini diubah menjadi pembuatan laporan desain dalam merancang mobil hemat energi dengan menerapkan kaidah keilmuan teknik, sehingga pemenangnya ditentukan berdasarkan konsep terbaik dalam perancangan kendaraan tersebut. “Selain itu, pemahaman dan kemampuan peserta dalam menyampaikan gagasannya juga menjadi salah satu penilaian penting,” jelasnya.
Mahasiswa Departemen Teknik Mesin ITS ini juga merasakan perubahan cara kerja tim pada KMHE tahun ini. Di tahun-tahun sebelumnya, Tim Sapuangin ITS terbiasa dengan pengerjaan manufaktur mobil di bengkel dan pengujian penggunaan bahan bakar. Namun, pada tahun ini Tim Sapuangin ITS lebih fokus dalam pembuatan konsep pengembangan mobil, hingga melakukan penghitungan dan simulasi. “Sehingga kami hanya berkutat dengan laptop selama proses perlombaan,” imbuhnya. (Baca juga: UGM Kembali Juara Umum Ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasiona 2020 )
Pada kompetisi tahun ini, ITS menurunkan dua tim untuk berlaga yakni Tim Sapuangin yang berlaga di kelas Urban Gasoline dan Tim Nogogeni yang bertarung di kelas Urban Listrik. Dalam ajang tahunan ini, Tim Sapuangin berhasil meraih Juara Umum 1 kategori Urban, Juara 1 kriteria Aerodinamika Body kategori Urban, dan Juara 1 kriteria Model Desain Kendaraan kategori Urban. Sedangkan Tim Nogogeni berhasil sabet Juara 1 kriteria Motor Listrik dan Sistem Kontrol kategori Urban. (Baca juga: IPB University Raih Juara 3 Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 2020 )
General Manager Sapuangin ITS Alfandy Anugerah menuturkan, terdapat perbedaan pelaksanaan KMHE 2020 ini. Sebelumnya, KMHE merupakan perlombaan membangun mobil hemat energi yang dapat berjalan di lintasan, sehingga pemenang ditentukan dari konsumsi bahan bakar yang paling sedikit. “Namun, untuk tahun ini konsep perlombaan seperti itu tidak dapat dilakukan karena adanya pandemi,” kata Fandy, panggilan akrabnya, Selasa (1/12/2020).
Ia melanjutan, konsep kegiatan tahunan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini diubah menjadi pembuatan laporan desain dalam merancang mobil hemat energi dengan menerapkan kaidah keilmuan teknik, sehingga pemenangnya ditentukan berdasarkan konsep terbaik dalam perancangan kendaraan tersebut. “Selain itu, pemahaman dan kemampuan peserta dalam menyampaikan gagasannya juga menjadi salah satu penilaian penting,” jelasnya.
Mahasiswa Departemen Teknik Mesin ITS ini juga merasakan perubahan cara kerja tim pada KMHE tahun ini. Di tahun-tahun sebelumnya, Tim Sapuangin ITS terbiasa dengan pengerjaan manufaktur mobil di bengkel dan pengujian penggunaan bahan bakar. Namun, pada tahun ini Tim Sapuangin ITS lebih fokus dalam pembuatan konsep pengembangan mobil, hingga melakukan penghitungan dan simulasi. “Sehingga kami hanya berkutat dengan laptop selama proses perlombaan,” imbuhnya. (Baca juga: UGM Kembali Juara Umum Ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasiona 2020 )
Lihat Juga :