Rektor IPB Paparkan Solusi Hadapi Tantangan di Era Disrupsi Pandemi COVID-19

Minggu, 06 Desember 2020 - 15:15 WIB
loading...
Rektor IPB Paparkan...
Rektor IPB University Arif Satria. Foto/Dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Forum Rektor Indonesia (FRI) bersama IPB University dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar webinar bertajuk Hacking the Global Pandemic: Thinking Like “There is No Box” for Innovative Education in the Aftermath of COVID-19 secara virtual, (3/12). Kegiatan tersebut digelar atas tuntutan perguruan tinggi dalam menjawab dan memenangkan berbagai tantangan di masa pandemi.

Universitas Gadjah Mada hadir sebagai host kegiatan tersebut dan turut mengundang beberapa narasumber yang mumpuni di bidangnya baik dari dalam dan luar negeri. (Baca juga: UMM Kembali Juara Kontes Mobil Hemat Energi )

Rektor IPB University sekaligus Ketua FRI, Prof Arif Satria hadir sebagai pembicara utama. Ia turut membagikan perspektifnya mengenai peran institusi pendidikan dalam menjawab tantangan dan strategi dalam menghadapi era disrupsi.
Mengutip Charles Darwin, ia mengatakan bahwa dalam bertahan hidup, respon terhadap perubahan adalah hal yang terpenting. Makhluk hidup harus memiliki kemampuan beradaptasi dalam lingkungan yang terus berubah di samping didukung oleh kecerdasan dan kekuatan.

"Kini, manusia dihadapkan pada situasi yang tak terduga dan penuh dengan ketidakpastian. Sehingga, diperlukan skillset yang mumpuni, termasuk mindset adaptif, fleksibilitas, kolaborasi, complex problem solving, serta karakter inovatif. Dengan perubahan teknologi yang pesat di era global ini, mendorong pula perubahan bagi bisnis, kompetensi, skill dan lanskap pendidikan. Dalam menghadapi disrupsi tersebut, manusia harus memiliki mindset baru yakni growth mindset. Dimana seseorang menyadari kemampuannya untuk berkembang sehingga dapat mengubah karakteristik umum pada dirinya seperti bakat dan keahlian," jelasnya.

Dikatakannya, pandemi COVID-19 telah mengakibatkan ketidakpastian nasib pada perekonomian, pekerjaan, finansial, hingga kesehatan mental. Ia mengatakan bahwa ketidakpastian tersebut tidak dapat dihindari, sehingga pastinya akan mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan. Termasuk ke dalamnya aspek pendidikan yang mendesak perubahan gaya interaksi dalam kegiatan belajar-mengajar. Selain itu dikatakannya, implikasi lain bagi pendidikan tinggi adalah dalam hal pengalaman mahasiswa, staf dan fakultas, infrastruktur, hingga program pengabdian masyarakat. (Baca juga: Tim Dosen FKG UI Raih Juara 1 Kompetisi Internasional SEAADE Award )

Implikasi-implikasi tersebut juga telah mendorong perubahan bentuk pada beberapa aspek dalam perguruan tinggi. Contohnya pergeseran dari penyebaran konten menjadi peningkatan hubungan dengan dosen dan personalia, peningkatan investasi pada infrastruktur dalam mendukung penegakan protokol kesehatan hingga peningkatan pelatihan dosen dalam penggunaan metode pembelajaran dengan teknologi tinggi.

“Pandemi ini telah memberikan kita banyak pelajaran, terutama dalam betapa krusialnya menginovasikan penelitian yang bersifat ramah teknologi dan ketidakpastian. Kita harus pandai dalam memanfaatkan big data, penelitian meta analisis dan pendekatan ilmiah lainnya secara virtual. Penting pula untuk berpikir out of the box agar dapat memformulasikan strategi penelitian melalui pendekatan normal baru. Selain itu, penting pula untuk menciptakan pendekatan baru dalam komunikasi dan kolaborasi sehingga peneliti dapat beradaptasi dengan lebih cepat, " jelasnya.

Dalam menciptakan inovasi tersebut, menurutnya, pihaknya harus menerapkan apa yang dinamakan dengan future practice daripada best practice. Best practice dinilai tidak terlalu dibutuhkan dan kurang cukup dalam menghadapi situasi saat ini. "Sebaliknya, kita harus menemukan future practice yang dapat menciptakan ruang untuk eksplorasi. Visi praktek masa depan tersebut adalah untuk mendorong perubahan dan membayangkan bentuk masa depan sehingga dapat menciptakan banyak peluang. Contohnya seperti penemuan aplikasi berbasis digital seperti Facebook, Alibaba, Airbnb dan Uber yang telah mendorong inovasi lain untuk ditemukan, " jelasnya. (Baca juga: UMM Kembali Juara Kontes Mobil Hemat Energi )

Lebih lanjut diuraikannya, “Dalam hal COVID-19 dan permasalahan perguruan tinggi, kita dihadapkan dengan berbagai tantangan, namun di saat yang bersamaan tercipta pula berbagai peluang. Dengan kerja keras dan gotong royong, kita akan mengalahkan tantangan tersebut dan menciptakan masa depan yang cerah dan lebih baik."
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Distribusi MBG Dinilai...
Distribusi MBG Dinilai Bermasalah, Pakar IPB Tawarkan Solusi Berbasis KIP dan KIS
Bukan Pelangi Biasa,...
Bukan Pelangi Biasa, Ini Fakta Awan Warna-Warni di Jonggol Menurut Ahli IPB
Pantang Menyerah, Peserta...
Pantang Menyerah, Peserta UTBK 2026 Ini Ujian Pakai Kursi Roda di IPB
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Workshop Pengasuh Bahas...
Workshop Pengasuh Bahas Strategi Pesantren Tetap Berkembang di Era Disrupsi
Rekomendasi
Ruben Onsu Siap Gugat...
Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak dari Sarwendah
Konflik Memanas, Ruben...
Konflik Memanas, Ruben Onsu Ultimatum Sarwendah Soal Nafkah dan Hak Bertemu Anak
Banyuwangi Kota Pembuka...
Banyuwangi Kota Pembuka Satu Indonesia Awards 2026, Bupati: SDM Kunci Kemajuan Daerah
Berita Terkini
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota...
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota 2026 Segera Dimulai, Simak Tata Tertibnya
Perbedaan SPMB Bersama...
Perbedaan SPMB Bersama dan PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
SPMB Banten 2026 Jenjang...
SPMB Banten 2026 Jenjang SMK Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftarnya
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved